Penemuan Spesies Kepiting baru Tiwaripotamon keeae dari perbatasan negara Vietnam & Cina

Penemuan Spesies Kepiting baru Tiwaripotamon keeae dari perbatasan negara Vietnam & Cina

Penemuan Spesies Kepiting baru Tiwaripotamon keeae dari perbatasan negara Vietnam & Cina

Status: Active
20 Jul 2026
Dsn Mamalia
2 Views

08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN


 

Invertebrata | 2024) | Tiwaripotamon keeae | Chao Huang, Hsi-Te Shih, Shane T. Ahyong. |  Napo, Guangxi | Tiongkok- Vietnam


 

[Crustacea • 2024] Tiwaripotamon keeae • Miniatur Spesies Baru Kepiting Air Tawar (Decapoda: Potamidae) dari Perbatasan Tiongkok-Vietnam di Napo, Guangxi


 

Surabaya, Paramidsn.com – Dunia zoologi kembali mencatat penemuan menarik dari kawasan karst Asia. Tim peneliti berhasil mendeskripsikan spesies kepiting air tawar baru bernama Tiwaripotamon keeae, yang ditemukan di kawasan pegunungan karst selatan Napo, Guangxi, tepat di perbatasan Cina dan Vietnam.

Spesies ini dipublikasikan pada tahun 2024 di jurnal Zootaxa oleh Chao Huang, Hsi-Te Shih, dan Shane T. Ahyong. Penemuan tersebut menambah jumlah anggota genus Tiwaripotamon menjadi 12 spesies yang telah diketahui.


 

Morfologi & Fisiologi Sp. Nov

Keistimewaan utama Tiwaripotamon keeae terletak pada ukurannya yang sangat kecil. Kepiting ini merupakan spesies terkecil dalam genusnya, dengan spesimen dewasa terbesar yang diamati hanya memiliki lebar karapas sedikit di atas 20 mm, atau sekitar 2 cm. Ukuran mini tersebut menjadikannya salah satu kepiting air tawar paling mungil di kawasan karst Asia.

Selain ukuran tubuhnya, para peneliti juga menemukan sejumlah karakter morfologi yang membedakannya dari kerabat dekatnya. Bentuk mata, struktur karapas, serta kaki jalan memiliki ciri khas tersendiri yang tidak ditemukan pada spesies Tiwaripotamon lainnya. Identitasnya sebagai spesies baru juga diperkuat melalui analisis genetik. Penelitian terhadap gen mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI) menunjukkan adanya jarak genetik yang cukup besar dibandingkan spesies lain dalam genus tersebut, sehingga mengonfirmasi bahwa T. keeae merupakan garis keturunan yang berbeda secara evolusi.


 

Biogeografi & Keanekaragaman hayati

Habitat pegunungan karst tempat spesies ini ditemukan dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dengan tingkat endemisme tinggi. Bentang alam batu kapur yang terisolasi menciptakan habitat unik sehingga banyak organisme berevolusi secara terpisah dan menghasilkan spesies-spesies yang hanya ditemukan di lokasi tertentu. Penemuan Tiwaripotamon keeae kembali menunjukkan bahwa kawasan karst di perbatasan Cina dan Vietnam masih menyimpan banyak kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terungkap. Temuan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem karst yang rentan terhadap aktivitas pertambangan, pembangunan, maupun perubahan lingkungan.


 

Etimologi & Nilai Ekologis

Nama genus Tiwaripotamon menggabungkan unsur "Tiwari", yang diberikan sebagai penghormatan kepada seorang tokoh atau peneliti terkait sejarah penamaan genus, dengan kata Yunani potamos yang berarti "sungai", istilah yang umum digunakan pada nama ilmiah kepiting air tawar. Epitet spesifik keeae merupakan bentuk penghormatan (patronym) kepada seseorang bermarga atau bernama Kee, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap penelitian atau eksplorasi biodiversitas yang berkaitan dengan spesies tersebut. Sebagai kepiting air tawar penghuni kawasan karst, Tiwaripotamon keeae berperan dalam menguraikan bahan organik seperti daun gugur dan sisa organisme, sehingga membantu proses daur ulang unsur hara di ekosistem sungai dan gua karst. Kepiting ini juga menjadi bagian penting dari rantai makanan sebagai mangsa bagi ikan, reptil, maupun burung. Karena sangat bergantung pada kualitas air yang baik dan habitat karst yang masih alami, keberadaannya dapat dijadikan indikator kesehatan ekosistem perairan karst sekaligus menegaskan pentingnya konservasi kawasan tersebut.


 

Klasifikasi dan Taksonomi

Kingdom : Animalia

Filum : Arthropoda

Subfilum : Crustacea

Kelas : Malacostraca

Ordo : Decapoda

Infraordo : Brachyura

Superfamili : Potamoidea

Famili : Potamidae

Genus : Tiwaripotamon

Spesies : Tiwaripotamon keeae Huang, Shih & Ahyong, 2024

Notes : Spesies terkecil dalam genusnya. Hingga saat ini, Tiwaripotamon keeae merupakan anggota genus Tiwaripotamon dengan ukuran tubuh paling kecil yang pernah dideskripsikan. Lebar karapas individu dewasa terbesar hanya sedikit melebihi 20 mm.
Penghuni "pulau-pulau" batu kapur. Habitat karst tempat spesies ini hidup sering disebut sebagai pulau ekologis, karena setiap kawasan batu kapur dapat terisolasi satu sama lain. Kondisi ini mendorong terbentuknya spesies endemik yang hanya ditemukan di lokasi tertentu.
Identitasnya dipastikan melalui DNA. Selain dibedakan dari bentuk tubuhnya, status spesies baru T. keeae juga diperkuat melalui analisis gen COI (Cytochrome c Oxidase Subunit I), salah satu penanda DNA yang umum digunakan dalam teknik DNA barcoding untuk mengidentifikasi spesies.
Kemungkinan masih banyak kerabat yang belum ditemukan. Para ahli meyakini kawasan karst di perbatasan Cina–Vietnam masih menyimpan berbagai spesies kepiting air tawar yang belum dideskripsikan karena banyak habitatnya sulit dijangkau dan belum dieksplorasi secara menyeluruh.

 

Rentan terhadap perubahan habitat. Sebagai spesies yang diduga memiliki sebaran sangat terbatas, Tiwaripotamon keeae berpotensi rentan terhadap aktivitas pertambangan batu kapur, pencemaran air, serta perubahan tata guna lahan di kawasan karst.

 



 

Informasi & Publikasi

Chao Huang, Hsi-Te Shih, Shane T. Ahyong. 2024.  Tiwaropotamon keeae  sp. November (Crustacea: Decapoda: Potamidae), Miniatur Spesies Kepiting Air Tawar Baru dari Perbatasan Cina-Vietnam di Napo, Guangxi.   Zootaksa.  5476(1) ; 166-176. DOI:  doi.org/10.11646/zootaxa.5476.1.16 

 facebook.com/ ChaoHuang1777 /posts/7429380953851570



 

Penulis :Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By :Chao Huang, Hsi-Te Shih, Shane T. Ahyong.

Link / Doi :

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.