03/SEPTEMBER/2026-20.00| Nova & Extinc PARAMIDSN
Invertebrata | 2024) |Actinote pyrrhosticta |Keith R. Willmott, Gerardo Lamas, Jason PW Hall, Pierre Boyer, Tomasz Pyrcz dan Klaudia |Pegunungan Andes | Kolombia, Ekuador dan Peru
[Entomologi • 2024] Actinote pyrrhosticta • Spesies Baru dan delapan subspesies baru Actinote dataran tinggi (Nymphalidae : Heliconiinae: Acraeini ) dari Kolombia, Ekuador dan Peru
SURABAYA, Paramidsn.com — Pegunungan Andes kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia. Para peneliti mendeskripsikan satu spesies baru dan delapan subspesies baru dari genus kupu-kupu Actinote yang ditemukan di dataran tinggi Kolombia, Ekuador, dan Peru.
Spesies baru tersebut adalah Actinote pyrrhosticta Lamas, Willmott & Hall, 2024. Bersamaan dengan itu, penelitian yang diterbitkan dalam Tropical Lepidoptera Research juga memperkenalkan delapan subspesies baru.
Penelitian ini dilakukan oleh Keith R. Willmott, Gerardo Lamas, Jason P. W. Hall, Pierre Boyer, Tomasz Pyrcz, dan Klaudia Florczyk, dan diterbitkan pada volume 34(1), halaman 1–20.
1 Spesies Baru, 8 Subspesies Baru
Penelitian tersebut menghasilkan daftar takson baru yang cukup panjang.
Spesies baru Actinote pyrrhosticta menjadi temuan utama. Di bawahnya kemudian dideskripsikan tiga subspesies baru:
Actinote pyrrhosticta quintecocha
Actinote pyrrhosticta apurimac
Actinote pyrrhosticta alfamayo
Selain itu, para peneliti mendeskripsikan:
Actinote eresia albesia
Actinote eresia canyaris
Actinote hilaris arcoiris
Actinote hilaris sourakovi
Actinote trinacria alegria
Dengan demikian, penelitian tersebut memperkenalkan 1 spesies baru dan 8 subspesies baru.
Andes Menyimpan Keragaman Hayati
Wilayah Andes dikenal memiliki perubahan ketinggian dan kondisi lingkungan yang sangat besar dalam jarak geografis yang relatif dekat. Kondisi tersebut dapat menciptakan banyak habitat berbeda bagi organisme pegunungan. Takson-takson Actinote yang dibahas dalam penelitian ini ditemukan di berbagai kawasan dataran tinggi Kolombia, Ekuador, dan Peru.
Beberapa lokasi penting yang dicatat antara lain kawasan Jimbura–San Andrés di Loja dan San Francisco di Zamora-Chinchipe, Ekuador, serta El Pargo, Laguna Angasocha, Laguna Uspacocha, dan Cañaris di Peru.
Keragaman lokasi tersebut memperlihatkan bahwa Actinote memiliki hubungan erat dengan lingkungan pegunungan Andes yang kompleks.
Sp.nov, kupu kupu Baru Dikenali
Actinote pyrrhosticta merupakan spesies baru yang secara resmi dipisahkan dari kerabat-kerabatnya berdasarkan kombinasi karakter morfologi dan distribusi geografis.
Para peneliti tidak hanya mengamati bentuk keseluruhan kupu-kupu dewasa. Mereka juga mendokumentasikan karakter penting melalui ilustrasi spesimen, struktur genitalia jantan dan betina pada taksa tertentu, serta peta distribusi. Pendekatan tersebut membantu memperjelas batas antarspesies dan subspesies dalam kelompok Actinote yang memiliki variasi morfologi cukup kompleks.
Nama-Nama Lama Ikut Dibersihkan
Penelitian ini bukan hanya menemukan takson baru, tetapi juga melakukan revisi terhadap nama-nama yang sebelumnya digunakan. Salah satu perubahan penting adalah Actinote binghamae Dyar, 1913 yang sekarang diperlakukan sebagai sinonim baru dari Actinote eresia eresina.
Artinya, A. binghamae tidak lagi dipertahankan sebagai nama takson yang terpisah dalam perlakuan taksonomi penelitian tersebut. Perubahan lainnya menyangkut Altinote santamarta Winhard, 2017. Takson tersebut kini diperlakukan sebagai subspesies dari Actinote trinacria, sehingga kombinasi yang digunakan adalah Actinote trinacria santamarta. Perubahan seperti ini merupakan bagian normal dalam ilmu taksonomi. Ketika penelitian baru memberikan pemahaman lebih baik mengenai hubungan dan variasi suatu kelompok, nama dan status takson dapat diperbarui.
Andes dan Kupu-Kupu yang Terus Mengungkap Rahasia
Pegunungan Andes merupakan salah satu kawasan yang luar biasa bagi penelitian biodiversitas. Perbedaan ketinggian, iklim, vegetasi, dan isolasi geografis menciptakan kondisi yang memungkinkan munculnya keragaman organisme yang sangat tinggi.
Kini, Actinote pyrrhosticta menjadi salah satu bagian dari cerita tersebut.
Kupu-kupu yang mungkin hanya terlihat sebagai serangga kecil di antara vegetasi pegunungan ternyata membawa informasi penting mengenai sejarah evolusi dan endemisme kawasan Andes.
Penemuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap lembah, lereng, dan dataran tinggi dapat menyimpan bentuk kehidupan yang belum sepenuhnya dikenali ilmu pengetahuan.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama Actinote merupakan nama genus yang telah digunakan sejak Hübner dan menjadi bagian dari nomenklatur kelompok kupu-kupu Nymphalidae.
Untuk Actinote pyrrhosticta, epitet pyrrhosticta berasal dari pembentukan istilah Yunani yang berkaitan dengan warna merah-api atau merah menyala dan bercak/tanda, sehingga nama tersebut mengacu pada pola bercak atau warna khas yang terdapat pada kupu-kupu.
Beberapa nama subspesies juga mengambil inspirasi dari lokasi geografis maupun istilah lokal. quintecocha, apurimac, dan alfamayo berkaitan dengan wilayah atau tempat yang berhubungan dengan persebaran takson masing-masing. Sementara arcoiris berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “pelangi”, dan alegria berarti “kegembiraan”.
Nama-nama tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana nomenklatur zoologi dapat mengabadikan karakter, lokasi, maupun unsur budaya dalam identitas ilmiah suatu takson. Kupu-kupu Actinote merupakan bagian dari komunitas serangga di ekosistem pegunungan Andes.
Sebagai serangga herbivor pada fase larva dan pengunjung bunga ketika dewasa, kupu-kupu berperan dalam jaringan interaksi antara tumbuhan, herbivor, dan predator. Individu dewasa yang mengunjungi bunga juga dapat berkontribusi dalam proses pemindahan serbuk sari.
Keberadaan berbagai takson Actinote yang memiliki persebaran geografis relatif terbatas juga mempunyai nilai penting untuk memahami endemisme dan struktur biodiversitas pegunungan.
Habitat dataran tinggi sangat rentan terhadap perubahan iklim karena perubahan suhu dapat menggeser kondisi lingkungan yang sesuai bagi organisme yang beradaptasi pada ketinggian tertentu.
Perubahan penggunaan lahan, pembukaan hutan, pertanian, pembangunan infrastruktur, serta fragmentasi habitat juga dapat mengancam populasi kupu-kupu yang memiliki distribusi terbatas.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Lepidoptera
Family : Nymphalidae
Subfamily : Heliconiinae
Tribe : Acraeini
Genus : Actinote Hübner
Species : Actinote pyrrhosticta Lamas,
Sub species :
Actinote pyrrhosticta quintecocha
Actinote pyrrhosticta apurimac
Actinote pyrrhosticta alfamayo
Actinote eresia albesia
Actinote eresia canyaris
Actinote hilaris arcoiris
Actinote hilaris sourakovi
Actinote trinacria alegria
Notes : Penelitian ini menarik karena menghasilkan dua hal sekaligus: menemukan takson baru dan merapikan pemahaman terhadap takson yang sudah ada.
Dengan ditemukannya Actinote pyrrhosticta serta delapan subspesies baru, kekayaan taksonomi kelompok Actinote di Andes menjadi semakin jelas.
Di sisi lain, penyatuan Actinote binghamae sebagai sinonim dan perubahan status Altinote santamarta menjadi Actinote trinacria santamarta menunjukkan bahwa daftar spesies bukanlah sesuatu yang statis.
Setiap penelitian baru dapat mengubah cara ilmuwan memahami batas spesies, hubungan kekerabatan, dan persebaran geografis.
Informasi & publikasi
Willmott, K. R., Lamas, G., Hall, J. P. W., Boyer, P., Pyrcz, T. & Florczyk, K. (2024). One new species and eight new subspecies of high-elevation Actinote Hübner, [1819] (Nymphalidae, Heliconiinae, Acraeini) from Colombia, Ecuador and Peru. Tropical Lepidoptera Research, 34(1): 1–20.
Penulis :Dila
Editor : Ali Setyaki
Foto By :Keith R. Willmott, Gerardo Lamas, Jason PW Hall, Pierre Boyer, Tomasz Pyrcz dan Klaudia
Link & DOI : 34(1) ; 1-20.
journals.flvc.org/TropLep/article/view/134801