Penemuan Rhynchocalamus hejazicus: Ular Berkerah Hitam Baru dari Pegunungan Hejaz

Penemuan Rhynchocalamus hejazicus: Ular Berkerah Hitam Baru dari Pegunungan Hejaz

Penemuan Rhynchocalamus hejazicus: Ular Berkerah Hitam Baru dari Pegunungan Hejaz

Status: Active
13 Jun 2026
Dsn Mamalia
67 Views

22/AGUSTUS/2025 -21.30 | Redaksi PARAMI

 

Reptil | 2024 ) Rhynchocalalamus hejazicus  | Fulvio Licata, Lukáš Pola, Jiří Šmíd, Adel A. Ibrahim, André Vicente Liz, Bárbara Santos, László Patkó, Ayman Abdulkareem, Duarte V. Gonçalves, Ahmed Mohajja AlShammari, Salem Busais, Damien M. Egan, Ricardo M. O. Ramalho, Josh Smithson and José Carlos Brito.  |Pegunungan Hejaz  | Jaziarah Arab 


 

[Herpetologi • 2024] Rhynchocalalamus hejazicus • Bagian Teka-teki yang Hilang: Spesies Genus Rhynchocalamus Günther yang Baru dan Tersebar luas, 1864 (Squamata: Colubridae) dari Jazirah Arab


 

Surabaya, paramidsn.com  – Dunia herpetologi kembali mencatatkan temuan menarik dari wilayah Semenanjung Arab. Sebuah penelitian terbaru mendeskripsikan spesies ular baru dari genus Rhynchocalamus, yaitu Rhynchocalamus hejazicus sp. nov. Spesies ini ditemukan di wilayah pegunungan Hejaz, barat laut Kerajaan Arab Saudi (KSA), sebuah area yang selama ini menjadi titik kosong dalam peta distribusi genus tersebut.


 

​Mengenal Rhynchocalamus hejazicus

​Genus Rhynchocalamus sebelumnya dikenal mencakup lima spesies ular yang bersifat tertutup (secretive) dengan distribusi mulai dari Mesir hingga Iran. Penemuan R. hejazicus secara signifikan mengisi kesenjangan biogeografis antara R. dayanae di Israel selatan dan R. arabicus di Yaman serta Oman. ​Ular ini memiliki karakteristik morfologi yang unik dengan pewarnaan yang khas dan varian melanistik. Berdasarkan analisis molekuler dari gen mitokondria (12S, 16S, cytb) dan gen nuklir (cmos, MC1R, NT3, RAG1), spesies ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan R. dayanae dan R. arabicus.


 

​Adaptasi dan Habitat

R. hejazicus merupakan ular berukuran kecil dengan panjang tubuh (SVL) dewasa antara 209,2 hingga 339,5 mm. Spesies ini umumnya ditemukan di daerah pegunungan yang mengalami musim hujan dingin serta mendiami tanah berpasir dan berbatu dengan vegetasi yang bervariasi.

​Menariknya, ular ini juga tercatat dapat bertahan di habitat yang terganggu oleh aktivitas manusia. Mengingat jangkauan distribusinya yang luas hingga ke wilayah Yordania dan Arab Saudi lainnya, spesies ini menunjukkan daya adaptasi yang cukup baik.


 

​Etimologi dan Penamaan Umum

​Nama spesies ini, hejazicus, merupakan penggabungan dari kata "Hejaz" (wilayah pegunungan di barat Arab Saudi tempat spesies ini banyak ditemukan) dengan akhiran Latin "-icus" yang berarti "milik".

​Untuk mempermudah pengenalan di masyarakat, tim peneliti menyarankan nama umum sebagai berikut:

Bahasa Inggris: Hejaz black-collared snake (Ular berkerah hitam Hejaz).

Bahasa Arab: أبو حناء [Abu Henna].

​Penemuan ini menjadi pengingat penting bagi para peneliti mengenai perlunya peningkatan upaya eksplorasi di daerah-daerah yang masih minim data, guna mengungkap keanekaragaman hayati yang selama ini tersembunyi.



 

Kemampuan Adaptasi & Konservasi 

Meskipun Rhynchocalamus hejazicus baru saja ditemukan, kemampuan adaptasinya yang tinggi menunjukkan bahwa spesies ini saat ini tidak menghadapi risiko kepunahan yang signifikan. Namun demikian, penelitian lebih lanjut tentang dinamika populasi, perilaku reproduksi, dan interaksi ekologinya sangat penting untuk mengembangkan strategi konservasi yang efektif. Saat ini, masih banyak yang belum diketahui tentang sejarah evolusi dan perilaku spesies ini

Ular ini ditemukan menghuni tanah berpasir dan berbatu dengan tingkat tutupan vegetasi yang bervariasi. Menariknya, mereka juga dapat ditemukan di habitat yang telah terganggu oleh aktivitas manusia, menunjukkan fleksibilitas ekologis yang tinggi. Selain itu, semua individu yang diamati sejauh ini ditemukan pada malam hari, menunjukkan bahwa ular ini kemungkinan besar bersifat nokturnal, sebuah adaptasi yang umum di lingkungan gurun untuk menghindari suhu ekstrem dan predator.Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Zoosystematics and Evolution, memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang keanekaragaman hayati di wilayah tersebut, terutama di lingkungan gurun yang tampaknya tidak ramah.


 

Klasifikasi dan Taksonomi

​Berikut adalah hierarki taksonomi dari Rhynchocalamus hejazicus:

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Subphylum: Vertebrata

Class: Reptilia

Order: Squamata

Suborder: Serpentes

Family: Colubridae

Genus: Rhynchocalamus

Species: Rhynchocalamus hejazicus


 

Informasi & Publikasi

 Fulvio Licata, Lukáš Pola, Jiří Šmíd, Adel A. Ibrahim, André Vicente Liz, Bárbara Santos, László Patkó, Ayman Abdulkareem, Duarte V. Gonçalves, Ahmed Mohajja AlShammari, Salem Busais, Damien M. Egan, Ricardo M. O. Ramalho, Josh Smithson and José Carlos Brito. 2024. The Missing Piece of the Puzzle: A New and widespread Species of the Genus Rhynchocalamus Günther, 1864 (Squamata, Colubridae) from the Arabian Peninsula.  Zoosystematics and Evolution. 100(2): 691-704. DOI: 10.3897/zse.100.123441


 

Penulis: Ali Ma'ruf

Editor : M. Sifa Ramadhan. 

Foto by :Fulvio Licata, Lukáš Pola, Jiří Šmíd, Adel A. Ibrahim, André Vicente Liz, Bárbara Santos, László Patkó, Ayman Abdulkareem, Duarte V. Gonçalves, Ahmed Mohajja AlShammari, Salem Busais, Damien M. Egan, Ricardo M. O. Ramalho, Josh Smithson and José Carlos Brito. 

 Link& DOI :DOI: 10.3897/zse.100.123441

https://www.researchgate.net/figure/Comparison-of-body-habitus-left-and-head-coloration-right-of-all-known-Rhynchocalamus_fig2_283119566

 

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.