Nova & Extinct | PARAMIDSN
(Amfibi | 2025 ) Boulenophrys yangchunensis | Zhao, Lin, Li, Lyu, Zheng, Zeng, Borzée & Wang | Provinsi Guangdong barat | Tiongkok
Herpetologi • 2025] Boulenophrys yangchunensis • Spesies baru katak bertanduk Cina (Anura: Megophryidae, Boulenophrys ) dari Provinsi Guangdong barat, Cina .
SURABAYA, Paramidsn.com — Sebuah terobosan penting dalam dunia herpetologi kembali tercatat di awal tahun 2025. Tim peneliti internasional berhasil mengidentifikasi spesies baru katak bertanduk dari genus Boulenophrys di wilayah Yangchun, Provinsi Guangdong Barat, Tiongkok. Spesies yang baru dideskripsikan ini diberi nama ilmiah Boulenophrys yangchunensis (sp. nov.). Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Herpetozoa ini tidak hanya menambah daftar keanekaragaman hayati Tiongkok, tetapi juga membawa angin segar bagi upaya konservasi amfibi yang selama ini terhambat oleh kerumitan taksonomi.
Si Mungil dengan "Tanduk" Unik
Boulenophrys yangchunensis merupakan katak berukuran kecil dengan panjang tubuh (SVL) berkisar antara 27,6 hingga 28,7 mm pada jantan dewasa. Meski mungil, spesies ini memiliki ciri fisik yang sangat khas:
"Tanduk" pada Mata: Terdapat tuberkel kecil menyerupai tanduk yang menonjol di tepi luar kelopak mata atas.
Corak Punggung: Kulit punggungnya kasar dengan tekstur granular, dihiasi tanda berbentuk "X" yang terputus di tengah punggung serta tanda segitiga cokelat tua di antara kedua matanya.
Warna Kamuflase: Tubuhnya berwarna cokelat kekuningan hingga cokelat tua, dilengkapi bintik-bintik oranye kecil yang membantu mereka menyatu dengan serasah hutan.
Koreksi Status Konservasi: Harapan Baru bagi B. acuta
Selain menemukan spesies baru, studi yang dipimpin oleh Yi-Yang Zhao dan Jian Wang ini membawa kabar baik bagi status perlindungan satwa. Berdasarkan temuan lokasi baru untuk spesies kerabat, yaitu B. acuta dan B. yunkaiensis, para peneliti mengusulkan perubahan status risiko kepunahan. Spesies B. acuta, yang sebelumnya terdaftar sebagai Sangat Terancam Punah (CR) dalam Daftar Merah IUCN, direkomendasikan untuk diturunkan kategorinya ke tingkat ancaman yang lebih rendah. Hal ini dikarenakan ditemukannya populasi baru di wilayah Guangdong Barat, yang menunjukkan bahwa jangkauan distribusi spesies ini lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya.
Tantangan di Balik "Kemiripan Wajah"
Selama ini, penilaian konservasi untuk genus Boulenophrys sangat sulit dilakukan karena fenomena konservatisme morfologis—di mana banyak spesies yang berbeda secara genetik namun terlihat hampir identik secara fisik.
"Penilaian konservasi yang akurat sering terhambat oleh taksonomi yang belum terselesaikan dan data survei lapangan yang terbatas," tulis tim peneliti dalam laporan mereka. Dengan menggunakan analisis filogeni molekuler (DNA), tim berhasil membedakan B. yangchunensis dari kerabatnya meski memiliki kemiripan fisik yang tinggi.
Rekomendasi Pengelolaan
Tim peneliti menekankan pentingnya pembaruan kategori risiko kepunahan bagi spesies-spesies baru seperti B. yangchunensis, B. yunkaiensis, dan B. gaolanensis. Mereka juga memberikan rekomendasi pengelolaan hutan yang tepat sasaran untuk mengatasi tantangan konservasi di masa depan, mengingat habitat amfibi sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.
Informasi Publikasi:
Judul: A New Species of Chinese Horned Toad (Anura, Megophryidae, Boulenophrys) from Western Guangdong Province, China...
Jurnal: Herpetozoa 38: 345-357 (2025).
Penemu: Yi-Yang Zhao, Jian Wang, dkk.
Redaksi:
Penulis: Ali Maruf
Editor: Agung Widodo
Foto by : Zhao, Lin, Li, Lyu, Zheng, Zeng, Borzée & Wang, 2025
Link : doi.org/10.3897/herpetozoa.38.e171400