29/April /2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Paleontologi | 2025 ) Lijiangosaurus yongshengensis | Wei Wang, Qinghua Shang, Jiansheng Wang, Hongke Zi dan Chun Li. | Kabupaten Yongsheng, Kota Lijiang, Provinsi Yunnan | China
Paleontologi • 2025] Lijiangosaurus yongshengensis • Sauropterigia berleher panjang paling awal (Sauropterygia: Nothosauria) dan Plastisitas Evolusi Vertebra pada reptil laut Sauropterigia
Surabaya, Paramidsn.com – Penemuan spektakuler kembali datang dari dunia paleontologi. Tim peneliti yang dipimpin oleh Wei Wang melaporkan spesies baru reptil laut purba dari periode Trias Tengah awal di barat daya Tiongkok. Spesies tersebut dinamai Lijiangosaurus yongshengensis gen. et sp. nov., dan menjadi salah satu temuan penting dalam memahami evolusi leher panjang pada vertebrata. Fosil ini ditemukan di Kabupaten Yongsheng, Kota Lijiang, Provinsi Yunnan lokasi yang sebelumnya belum dikenal sebagai situs penting fosil reptil Mesozoikum.
Reptil Laut dengan Leher Ekstrem
Salah satu ciri paling mencolok dari Lijiangosaurus yongshengensis adalah lehernya yang sangat panjang, terdiri dari 42 vertebra serviks. Jumlah ini menunjukkan bahwa adaptasi leher panjang telah muncul jauh sebelum kemunculan plesiosaurus yang terkenal dengan morfologi serupa.
Dengan panjang tubuh lebih dari 2,5 meter, spesies ini tergolong nothosaur berukuran sedang hingga besar. Namun, berbeda dari kerabatnya, ia memiliki:
Tengkorak relatif kecil dibanding panjang tubuh
Tulang belakang saraf yang proporsional tinggi
Struktur tambahan pada sendi tulang belakang (artikulasi intervertebral unik)
Struktur vertebra yang kompleks ini diduga berfungsi untuk mengurangi gerakan gelombang tubuh, sehingga memberikan stabilitas saat berenang.
Bukan Nenek Moyang Langsung Plesiosaurus
Meskipun memiliki leher panjang seperti plesiosaurus, Lijiangosaurus ternyata termasuk dalam kelompok Nothosauria, bukan nenek moyang langsung plesiosaurus. Hal ini menunjukkan bahwa evolusi leher panjang terjadi secara konvergen atau muncul lebih awal dalam garis evolusi sauropterygian.
Penemuan ini mengubah pemahaman ilmiah sebelumnya bahwa leher panjang ekstrem baru berkembang pada plesiosaurus.
Ciri Diagnostik Utama
Beberapa karakter penting yang membedakan Lijiangosaurus yongshengensis antara lain:
42 vertebra serviks (jumlah sangat tinggi)
Tidak adanya foramen entepikondilaris
Adanya artikulasi tambahan pada vertebra dorsal dan kaudal anterior
Tonjolan ventral pada tulang pterygoid
Foramen obturator pada individu dewasa
Ciri-ciri ini memperkuat posisinya dalam klad Nothosauria sekaligus menunjukkan adaptasi evolusioner yang unik.
Makna Evolusi
Penemuan ini memberikan wawasan penting bahwa: Pemanjangan leher ekstrem muncul lebih awal dari yang diperkirakan
Kolom vertebra pada reptil laut sangat fleksibel (plastis) dalam evolusi
Sauropterygia menunjukkan keragaman morfologi yang tinggi sejak awal
Selain itu, keberadaan struktur tambahan pada vertebra menunjukkan inovasi biomekanik yang belum banyak ditemukan pada reptil lain.
Klasifikasi & Taksonomi
Berikut klasifikasi ilmiah Lijiangosaurus yongshengensis:
Domain: Eukaryota
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Subkelas: Diapsida (Osborn, 1903)
Ordo/Klad: Sauropterygia (Owen, 1860)
Subordo/Klad: Nothosauria (Baur, 1889)
Genus: Lijiangosaurus gen. nov.
Spesies: Lijiangosaurus yongshengensis sp. nov.
Notes: Lijiangosaurus yongshengensis menjadi bukti penting bahwa evolusi leher panjang pada reptil laut dimulai jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan. Dengan kombinasi morfologi unik dan posisi filogenetiknya, spesies ini membuka perspektif baru tentang bagaimana reptil laut beradaptasi di ekosistem purba.
Penemuan ini juga menegaskan bahwa wilayah Tiongkok masih menyimpan banyak fosil penting yang dapat mengubah pemahaman kita tentang sejarah kehidupan di Bumi.
Informasi Publikasi
Wei Wang, Qinghua Shang, Jiansheng Wang, Hongke Zi dan Chun Li. 2025. Sauropterigia berleher panjang paling awal Lijiangosaurus yongshengensis dan Plastisitas Evolusi Vertebra pada reptil laut Sauropterigia. Biologi Komunikasi. 8, 1551. DOI: doi.org/10.1038/s42003-025-08911-1 [1 November 2025]
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Foto by : Kelai LI
Link : doi.org/10.1038/s42003-025-08911-1 [1 November 202]