Species Pari Baru "Hemitrygon ariakensis" Tersembunyi Selama Lebih dari 160 Tahun di Perairan Jepang

Species Pari Baru "Hemitrygon ariakensis"  Tersembunyi Selama Lebih dari 160 Tahun di Perairan Jepang

Species Pari Baru "Hemitrygon ariakensis" Tersembunyi Selama Lebih dari 160 Tahun di Perairan Jepang

Status: Active
24 Agt 2026
Dsn Mamalia
32 Views

24/AGUSTUS/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN



 

Pisces | 2026) |Hemitrygon ariakensis | Keisuke Furumitsu dan Atsuko Yamaguchi. | Pasifik dari Teluk Tosa | Jepang


 

[Iktiologi • 2026] Hemitrygon ariakensis • Deskripsi ulang Hemitrygon akajei dengan Deskripsi spesies pari kriptik (Myliobatoidei: Dasyatidae) dari Pasifik Barat Laut



 

Surabaya, PARAMIDSN.com — Dunia ilmu pengetahuan kembali dikejutkan oleh penemuan spesies baru yang sebenarnya telah lama berada di hadapan manusia. Selama lebih dari 160 tahun, seekor ikan pari dari perairan Jepang dianggap sebagai bagian dari satu spesies yang sama, yakni Hemitrygon akajei atau ikan pari merah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut keliru. Di balik kemiripan fisiknya, ternyata terdapat spesies berbeda yang selama puluhan generasi luput dari perhatian para ilmuwan. Spesies tersebut kini resmi diberi nama Hemitrygon ariakensis Furumitsu & Yamaguchi, 2025.

Penelitian yang dilakukan Keisuke Furumitsu dan Atsuko Yamaguchi dari Nagasaki University tersebut tidak hanya mendeskripsikan spesies baru, tetapi juga melakukan redeskripsi terhadap Hemitrygon akajei untuk memastikan ciri-ciri kedua spesies dapat dibedakan secara lebih akurat. Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Ichthyological Research pada 19 Desember 2025 dan masuk dalam volume tahun 2026.


 

Tersembunyi di Balik Wajah yang Sama

Hemitrygon ariakensis merupakan contoh nyata dari spesies kriptik, yaitu spesies yang secara penampilan sangat mirip dengan spesies lain sehingga sulit dibedakan hanya dengan pengamatan sederhana. Dalam kasus ini, H. ariakensis hidup secara simpatrik dengan Hemitrygon akajei, sehingga keduanya dapat ditemukan pada wilayah geografis yang berdekatan bahkan tumpang tindih. Kemiripan tersebut membuat keberadaan H. ariakensis sulit dikenali selama lebih dari satu setengah abad. Masalahnya ternyata sudah muncul sejak abad ke-19. Ketika H. akajei pertama kali dideskripsikan, terdapat enam spesimen sintipe yang digunakan sebagai dasar deskripsi. Penelitian modern menunjukkan bahwa spesimen-spesimen tersebut kemungkinan tidak semuanya berasal dari satu spesies. Beberapa individu juvenil diduga justru mewakili spesies yang kini dikenal sebagai H. ariakensis. Kondisi tersebut semakin rumit karena bentuk tubuh pari dapat mengalami perubahan cukup besar sepanjang pertumbuhannya. Pari muda yang belum memiliki banyak dentikel maupun duri dapat terlihat sangat berbeda dari individu dewasa.


 

Bagaimana Ilmuwan Mengetahui Bahwa Ini Spesies Berbeda?

Para peneliti tidak hanya mengandalkan satu ciri fisik. Mereka menggabungkan pengamatan morfologi, karakter anatomi, serta bukti molekuler untuk memisahkan kedua spesies. Beberapa karakter yang dapat digunakan untuk membedakannya antara lain:

Dentikel tubuh — susunan dentikel pada permukaan dorsal cakram dan bagian belakang ekor berbeda antara H. ariakensis dan H. akajei.

Duri pada ekor — bentuk, ukuran, dan susunan duri pada bagian ekor sebelum duri kaudal menunjukkan perbedaan.

Alur pada bagian bawah tubuh —  memiliki alur melintang pada permukaan ventral cakram, sedangkan pada H. akajei karakter ini umumnya tidak ada.

Lipatan bawah ekor — H. ariakensis memiliki lipatan ventral berwarna hitam dengan tepi putih, sedangkan pada H. akajei lipatan tersebut umumnya berwarna hitam tanpa tepi putih yang sama.

Sabuk panggul dan clasper — struktur alat reproduksi jantan serta proses prepelvis pada sabuk panggul juga memperlihatkan perbedaan.

Jumlah ruas tulang belakang tertentu — jumlah prespine separate centra juga berbeda di antara kedua spesies.

Menariknya, beberapa ciri tersebut jauh lebih sulit diamati pada juvenil. Inilah salah satu alasan mengapa H. ariakensis begitu lama tersembunyi dalam koleksi dan catatan ilmiah sebagai bagian dari H. akajei.


 

Berasal dari Teluk Ariake

Nama Hemitrygon ariakensis memiliki hubungan langsung dengan tempat ditemukannya spesies ini. Epitet spesifik ariakensis berasal dari Teluk Ariake (Ariake Bay) di Jepang, yang menjadi lokasi penting bagi keberadaan spesies tersebut. Dalam nomenklatur zoologi, akhiran -ensis lazim digunakan untuk menunjukkan hubungan suatu organisme dengan lokasi geografis tertentu. Nama umum yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah Ariake stingray, sedangkan nama Jepang yang telah digunakan adalah Ariake-akaei. Nama Jepang tersebut sebenarnya telah diusulkan pada 2010, jauh sebelum nama ilmiahnya secara resmi ditetapkan melalui penelitian terbaru.


 

Bukan Benar-Benar "Baru" di Alam

Ada hal menarik dari penemuan ini. Hemitrygon ariakensis bukan berarti baru muncul di alam pada 2025. Spesies tersebut kemungkinan telah menghuni perairan Jepang selama ribuan bahkan jutaan tahun. Yang baru adalah pengakuan ilmiahnya sebagai spesies tersendiri. Bahkan, penelitian terhadap ilustrasi bersejarah menemukan bahwa salah satu gambar yang selama ini dianggap menggambarkan H. akajei ternyata lebih cocok dengan karakter H. ariakensis. Ilustrasi tersebut berasal dari berbagai sumber sejarah, termasuk manuskrip Bürger dan Glover Atlas yang dibuat pada era Meiji. Dengan kata lain, manusia kemungkinan sudah menggambar spesies ini sejak lebih dari satu abad lalu—hanya saja identitas biologisnya belum diketahui.


 

Distribusi Geografi di Jepang Barat

Berdasarkan penelitian, Hemitrygon ariakensis telah dikonfirmasi dari wilayah Jepang bagian barat. Spesies ini ditemukan pada kedalaman sekitar 5–190 meter, dengan catatan persebaran di kawasan Pasifik dari Teluk Tosa hingga bagian selatan Kyushu, pesisir Laut Jepang di Prefektur Yamaguchi hingga Kyushu bagian selatan, Teluk Ariake, Amakusa Nada, serta sejumlah pulau di wilayah tersebut. Holotipe spesies ini adalah individu jantan dewasa yang dikoleksi di perairan lepas Shimabara, Prefektur Nagasaki, di Teluk Ariake. Spesimen tersebut kemudian menjadi standar utama untuk penamaan ilmiah H. ariakensis.


 

Penemuan baru dalam daftar Pari?

Penemuan H. ariakensis bukan sekadar menambah satu nama baru dalam daftar ikan dunia. Ikan pari merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir. Sebagai mesopredator, pari dapat membantu mengendalikan populasi organisme yang menjadi mangsanya. Perubahan jumlah pari dapat memberikan efek berantai terhadap struktur komunitas organisme di dasar perairan. Masalahnya, selama H. ariakensis dan H. akajei dianggap sebagai satu spesies, data mengenai jumlah populasi, persebaran, ekologi, hingga tekanan penangkapan keduanya juga berpotensi tercampur. Kini, pemisahan kedua spesies memungkinkan para peneliti melakukan penelitian yang lebih tepat terhadap masing-masing populasi. Data tersebut juga dapat digunakan untuk menyusun strategi konservasi dan pengelolaan perikanan yang lebih spesifik.


 

Nilai Ekologis & Etimologi

Hemitrygon ariakensis memiliki nilai ekologis penting sebagai bagian dari komunitas predator di ekosistem pesisir Jepang.

Sebagai pari yang hidup di lingkungan pesisir dan perairan dangkal hingga sekitar 190 meter, spesies ini berpotensi berperan dalam mengatur populasi organisme yang menjadi mangsanya. Peran tersebut menjadikan keberadaan H. ariakensis bukan hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga bagi kestabilan jaringan makanan pesisir. Penemuan spesies ini sekaligus memperlihatkan bahwa kesalahan identifikasi satu spesies dapat berdampak pada pemahaman kita terhadap fungsi ekosistem. Jika dua spesies yang sebenarnya berbeda dicatat sebagai satu spesies, jumlah populasi dan tingkat ancaman masing-masing dapat terlihat tidak akurat. Karena itu, resolusi taksonomi menjadi salah satu fondasi penting dalam konservasi modern. Hemitrygon : Nama genus. Hemi- berasal dari bahasa Yunani hḗmisys, yang berarti "setengah", dan merupakan nama yang digunakan Müller & Henle ketika menetapkan kelompok tersebut sebagai subgenus Trygon. ariakensis : Berasal dari Ariake Bay atau Teluk Ariake, Jepang, lokasi penting yang menjadi tempat asal spesimen dan persebaran spesies ini. Akhiran Latin -ensis bermakna "berasal dari" atau "berkaitan dengan suatu tempat". Dengan demikian, Hemitrygon ariakensis dapat dimaknai secara sederhana sebagai "Hemitrygon yang berasal dari Ariake".


 

Klasifikasi dan Taksonomi

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Chondrichthyes

Subclass : Elasmobranchii

Superordo : Batoidea

Ordo  : Myliobatiformes

Subordo : Myliobatoidei

Family : Dasyatidae

Genus : Hemitrygon Müller & Henle, 1838

Spesies : Hemitrygon ariakensis Furumitsu & Yamaguchi, 2025

Nama umum : Ariake stingray

Nama Jepang : Ariake-akaei

Notes : Spesies ini secara resmi dideskripsikan oleh Keisuke Furumitsu dan Atsuko Yamaguchi pada 2025, dengan publikasi dalam Ichthyological Research. World Register of Marine Species (WoRMS) juga mencatat Hemitrygon ariakensis Furumitsu & Yamaguchi, 2025 sebagai takson yang diterima. Kisah Hemitrygon ariakensis menjadi pengingat bahwa dunia alam masih menyimpan banyak rahasia, bahkan pada hewan yang telah dikenal manusia selama berabad-abad. Selama lebih dari 160 tahun, satu nama ternyata menyembunyikan lebih dari satu identitas. Melalui kombinasi genetika, morfologi, anatomi, serta pemeriksaan kembali spesimen dan ilustrasi bersejarah, para ilmuwan akhirnya berhasil memisahkan Hemitrygon ariakensis dari Hemitrygon akajei. Penemuan tersebut bukan hanya memperpanjang daftar keanekaragaman ikan dunia, tetapi juga memperbaiki cara manusia memahami ekosistem pesisir Jepang. Sebab dalam ilmu biologi, mengetahui bahwa dua hewan adalah spesies berbeda dapat menjadi langkah pertama untuk mengetahui bagaimana keduanya harus dilindungi.


 

Informasi & Publikasi

Keisuke Furumitsu dan Atsuko Yamaguchi. 2025. Deskripsi ulang Hemitrygon akajei dengan Deskripsi spesies pari kriptik Hemitrygon ariakensis sp. nov. dari Pasifik Barat Laut (Myliobatoidei: Dasyatidae). 



 

Penulis :Dila

Editor : Ali Setyaki

Foto By : Keisuke Furumitsu dan Atsuko Yamaguchi.

Link & DOI:  doi.org/10.1007/s10228-025-01048-5  [19 Desember 2025]

 Researchgate.net/publication/ 398875566 _Redescription_of_ Hemitrygon_akajei _with_description_of_ Hemitrygon_ariakensis _sp_nov_from_the_Northwest_Pacific

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.