25/SEPTEMBER/2026| Nova & Extinct PARAMIDSN
(Invertebrata | 2025 ) Yuennanina sirindhornae | Natdanai Likhitrakarn, Sergei Golovatch dan Somsak Panha | Huai Nam Dang, Provinsi Chiang Mai, | Thailand
Diplopoda • 2025] Yuennanina sirindhornae • Tinjauan Genus Kaki Seribu Punggung Datar Yuennanina Attems, 1936 (Polydesmida: Paradoxosomatidae) , dengan Deskripsi Spesies Baru dari Thailand
SURABAYA, Paramidsn.com — Dunia invertebrata kembali mencatat penemuan spesies baru. Para peneliti mendeskripsikan Yuennanina sirindhornae sp. nov., seekor kaki seribu punggung datar dari Huai Nam Dang, Provinsi Chiang Mai, Thailand utara.
Penemuan ini memiliki arti penting dalam sejarah persebaran genus Yuennanina. Sebelum penelitian tersebut, genus yang pertama kali diperkenalkan oleh Attems pada 1936 diketahui hanya berasal dari Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. Yuennanina sirindhornae kemudian menjadi catatan formal pertama genus Yuennanina dari Thailand sekaligus dari kawasan Asia Tenggara.
Penelitian mengenai spesies ini diterbitkan oleh Natdanai Likhitrakarn, Sergei Golovatch, dan Somsak Panha pada 2025 dalam Tropical Natural History, Supplement 8, halaman 13–23.
Penemuan Memperluas Biogeografi Genus
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini bukan hanya keberadaan spesies baru, tetapi juga lokasi ditemukannya. Yuennanina sebelumnya dikenal dari Yunnan, Tiongkok barat daya. Kehadiran Y. sirindhornae di Huai Nam Dang, Chiang Mai, memperluas persebaran genus tersebut jauh ke selatan dan menjadi bukti formal pertama keberadaannya di Thailand.
Temuan tersebut juga memberikan catatan biogeografis baru bagi kawasan Asia Tenggara. Dengan demikian, penelitian terhadap Y. sirindhornae tidak hanya menambah satu nama dalam daftar keanekaragaman Diplopoda, tetapi juga memperlihatkan bahwa persebaran genus Yuennanina ternyata lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya.
Gonopoda Menjadi Ciri Penting
Salah satu karakter paling menarik dari Yuennanina sirindhornae terdapat pada solenofor gonopodalnya. Struktur reproduksi jantan pada kaki seribu, khususnya gonopoda, sering mempunyai bentuk yang sangat khas dan menjadi salah satu karakter penting dalam membedakan spesies yang berkerabat dekat. Pada Y. sirindhornae, solenofor tersebut memiliki bentuk yang oleh peneliti digambarkan menyerupai daun pakis muda dengan tepi berjumbai. Bentuk yang khas ini menjadi salah satu karakter diagnostik penting yang membantu membedakan spesies baru tersebut dari anggota Yuennanina lainnya. Keunikan struktur gonopoda juga menunjukkan mengapa identifikasi kaki seribu tidak cukup hanya berdasarkan warna, ukuran tubuh atau bentuk umum. Pada kelompok seperti Polydesmida, karakter mikromorfologi tertentu dapat menjadi kunci untuk menentukan batas antarspesies.
Rekaman kunci Identifikasi
Penemuan Yuennanina sirindhornae memperlihatkan bahwa eksplorasi keanekaragaman hayati tidak selalu menghasilkan hewan berukuran besar atau mudah dikenali. Artropoda tanah seperti kaki seribu juga dapat menyimpan keragaman spesies yang baru diketahui secara ilmiah.
Lebih jauh, catatan baru ini memperluas persebaran genus Yuennanina dari Yunnan hingga Thailand dan menjadi rekaman formal pertama genus tersebut di Asia Tenggara.
Penelitian yang sama juga melakukan redeskripsi terhadap spesies tipe Yuennanina ceratogaster berdasarkan pemeriksaan kembali material tipe serta menyediakan kunci identifikasi terbaru untuk empat spesies Yuennanina yang diketahui saat ini. Dengan hadirnya Yuennanina sirindhornae, daftar keanekaragaman Diplopoda Thailand kembali bertambah, sekaligus menunjukkan bahwa dunia kecil di lantai hutan masih menyimpan banyak bagian dari keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya terungkap.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama spesifik sirindhornae diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Putri Maha Chakri Sirindhorn dari Thailand.
Dengan demikian, nama Yuennanina sirindhornae mengabadikan nama tersebut dalam nomenklatur zoologi sekaligus menghubungkan penemuan spesies dengan negara tempat spesies tersebut ditemukan.
Sementara itu, nama genus Yuennanina berkaitan dengan Yunnan, wilayah di Tiongkok yang menjadi tempat awal genus ini diketahui. Sebagai anggota Diplopoda, Yuennanina sirindhornae merupakan bagian dari komunitas organisme penghuni lantai hutan. Kaki seribu pada umumnya berperan sebagai detritivor, memanfaatkan bahan organik yang telah mati seperti daun gugur dan material tumbuhan yang membusuk.
Aktivitas tersebut berhubungan dengan proses penghancuran bahan organik dan membantu mengembalikan unsur hara ke lingkungan. Karena itu, meskipun berukuran relatif kecil dan sering luput dari perhatian, kaki seribu mempunyai peran dalam siklus nutrien dan proses pembentukan tanah.
Penemuan Y. sirindhornae juga memiliki nilai ekologis dari perspektif keanekaragaman hayati. Keberadaan spesies baru di kawasan Huai Nam Dang menunjukkan bahwa lingkungan hutan Thailand utara masih menyimpan keragaman artropoda yang belum sepenuhnya terdokumentasikan.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Diplopoda
Order: Polydesmida
Family: Paradoxosomatidae
Genus: Yuennanina Attems, 1936
Species: Yuennanina sirindhornae sp. nov.
Spesies ini merupakan anggota Diplopoda, kelompok artropoda yang secara umum dikenal sebagai kaki seribu. Ia termasuk Polydesmida, kelompok kaki seribu yang banyak memiliki tubuh relatif pipih dan bagian lateral tubuh yang melebar membentuk semacam tonjolan atau paranota. Genus Yuennanina sendiri sebelumnya hanya terdiri atas tiga spesies yang telah dikenal, yaitu Yuennanina ceratogaster Attems, 1936, Yuennanina aceratogaster Zhang & Li, 1977, dan Yuennanina petalolobodes Chang & Zhang, 1989. Dengan deskripsi Y. sirindhornae, jumlah spesies yang diakui dalam genus tersebut menjadi empat.
Informasi & Publikasi
Natdanai Likhitrakarn, Sergei Golovatch dan Somsak Panha. 2025. Tinjauan Genus Kaki Seribu Punggung Datar Yuennanina Attems, 1936 (Polydesmida: Paradoxosomatidae), dengan Deskripsi Spesies Baru dari Thailand. Sejarah Alam Tropis. Suplemen 8 (2025) ; 13-23. DOI: doi.org/10.58837/tnh.25.8.266228 [2025-10-14]
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Foto by : Huai Nam Dang, Provinsi Chiang Mai,
Link & DOI: doi.org/10.58837/tnh.25.8.266228 [2025-10-14]: