Ilmuwan Temukan 4 Spesies Baru "Lalat Pembunuh Berbulu" di Tiongkok

Ilmuwan Temukan 4 Spesies Baru "Lalat Pembunuh Berbulu" di Tiongkok

Ilmuwan Temukan 4 Spesies Baru "Lalat Pembunuh Berbulu" di Tiongkok

Status: Active
24 Mar 2026
Ali Maruf
28 Views

Nova & Extinct | PARAMIDSN


 

(Invebrata | 2025 ) Grypoctonus | Haoyue Zhou, Ding Yang, dan Xuankun Li| Palearktik dan Oriental di Tiongkok | Cina |


 

Surabaya,Paramidsn.com-  Para peneliti baru saja mengumumkan penemuan empat spesies baru dari genus Grypoctonus, sekelompok lalat pembunuh (Asilidae) yang dikenal karena penampilannya yang unik dan berbulu. Studi yang dipimpin oleh Haoyue Zhou, Ding Yang, dan Xuankun Li ini memberikan wawasan baru mengenai keanekaragaman hayati serangga di wilayah transisi Palearktik dan Oriental di Tiongkok.


 

Penelitian yang diterbitkan pada Juli 2025 di jurnal Insects ini tidak main-main dalam pembuktiannya. Tim peneliti mengumpulkan lebih dari 200 spesimen dari berbagai provinsi di Tiongkok dalam kurun waktu satu tahun (2023–2024).


 

​Untuk memastikan bahwa ini benar-benar spesies baru, mereka menggunakan pendekatan taksonomi integratif, yang menggabungkan:

-​Analisis Morfologi: Mengamati struktur fisik tubuh lalat. Ciri khas genus ini adalah adanya dua urat silang r-m pada sayapnya—fitur yang membedakannya dari lalat pembunuh lainnya di Tiongkok.

-​Barcode DNA: Menggunakan teknologi sekuensing MinION untuk melihat kode genetik (gen COI).

-​Metode Komputasi: Menggunakan empat algoritma berbeda (ABGD, ASAP, mPTP, dan GMYC) untuk mempertegas batas antar spesies secara akurat.


 

Dari hasil analisis tersebut, ditetapkanlah empat spesies baru, yaitu:

​G. aureus

​G. sagittatus

​G. solarius

​G. yongshani (Dideskripsikan berdasarkan spesimen historis melalui pemeriksaan fisik).


 

Data genetik menunjukkan perbedaan yang sangat jelas antar spesies (jarak 1,38–7,07%), sementara perbedaan dalam satu spesies yang sama sangat kecil (di bawah 0,92%). Ini membuktikan bahwa keempatnya adalah entitas yang benar-benar berbeda.


 

Berbeda dengan banyak serangga yang aktif di musim panas, lalat dewasa dari genus Grypoctonus ini justru hanya bisa diamati pada musim gugur dan musim dingin. Mereka biasanya ditemukan di daerah dataran tinggi.


 

Wilayah Persebaran (Biogeografi)

Terletak di wilayah transisi antara zona Palearktik (Asia Utara) dan Oriental (Asia Selatan/Tenggara), khususnya di berbagai provinsi di Tiongkok.

2. Ciri Morfologi Utama (Karakter Diagnostik)

Dalam taksonomi, morfologi luar tetap menjadi kunci utama. Genus ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari lalat pembunuh lain, yaitu keberadaan dua urat silang r-m pada sayapnya. Selain itu, penampilannya dikenal sangat unik dan berbulu.

Pendekatan Taksonomi Integratif

Penentuan spesies baru ini tidak hanya berdasarkan pandangan mata, tetapi menggunakan tiga pilar klasifikasi modern:

Morfologi: Struktur fisik (sayap dan tubuh).

Filogenetik Molekuler: Analisis DNA (gen COI) dengan teknologi sekuensing MinION.

Analisis Komputasi: Penggunaan algoritma (ABGD, ASAP, mPTP, dan GMYC) untuk menghitung batas genetik yang akurat antar spesies.

Karakteristik Ekologi (Fenologi)

Berbeda dengan klasifikasi serangga tropis pada umumnya, kelompok ini diklasifikasikan sebagai serangga musiman yang aktif pada musim gugur dan musim dingin (Autumn/Winter active) dan berhabitat di daerah dataran tinggi.


 

Klasifikasi Ilmiah (Taksonomi)

Kingdom : Animalia 

Phylum : Arthropoda

Class : Insecta (Serangga)

Ordo : Diptera (

Family : Asilidae 

Genus: Grypoctonus

Spesies Baru yang Ditemukan:

Grypoctonus aureus

Grypoctonus sagittatus

Grypoctonus solarius

Grypoctonus yongshani



 

Penulis :Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By :Haoyue Zhou, Ding Yang, dan Xuankun Li

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.