9/SEPTEMBER/2026/ Nova & Extinct | PARAMIDSN
(Amfibi | 2025 ) Scutiger ching , S. lisu & S. pardalotus | Kai WANG, Zhongbin YU, Yunhe WU, Shao Bing HOU, De WANG, Yun XIONG, Xin Long YE, Jian Ping DUAN, Hai Jun LI, Jie LI, Jie Qiong JIN, Shen Pin YANG dan Jing CHE. | Pegunungan Gaoligong | Cina
[Herpetologi • 2025] Scutiger ching , S. lisu & S. pardalotus • Tiga Spesies Baru dari Genus Scutiger (Anura: Megophryidae) dari Pegunungan Gaoligong di Cina , dengan Kunci Identifikasi Terbaru untuk Spesies Sejenis di Cina
Surabaya, PARAMIDSN.com — Pegunungan Gaoligong di Provinsi Yunnan, Tiongkok, kembali memperlihatkan kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terungkap. Tim peneliti internasional yang dipimpin Kai Wang, Zhongbin Yu, dan Jing Che mendeskripsikan tiga spesies baru katak dari genus Scutiger, kelompok amfibi yang dikenal sebagai Lazy Toad atau katak malas.
Ketiga spesies tersebut adalah Scutiger lisu, Scutiger pardalotus, dan Scutiger ching. Penemuan ini dipublikasikan pada 2 Desember 2025 dalam jurnal Zootaxa melalui penelitian yang menggabungkan analisis molekuler atau DNA dan morfometrik.
Bukan Sekadar Variasi Bentuk
Sekilas, ketiga katak baru tersebut memiliki kemiripan dengan sejumlah spesies Scutiger yang telah dikenal sebelumnya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kemiripan tersebut menutupi perbedaan evolusioner yang nyata. Para peneliti membandingkan karakter morfologi sekaligus data genetik. Beberapa karakter penting yang digunakan untuk membedakan spesies antara lain kondisi selaput jari kaki, jumlah kelenjar dada, jumlah kelenjar ketiak, keberadaan serta pola duri perkawinan pada pejantan, dan jumlah jari yang ditutupi duri perkawinan pada pejantan saat musim berkembang biak.
Ketiga spesies baru tersebut masing-masing memiliki kemiripan morfologis dengan Scutiger gongshanensis, S. mammatus dan S. boulengeri, tetapi kombinasi karakter tubuh dan perbedaan genetik menunjukkan bahwa mereka merupakan garis keturunan yang berbeda.
Temuan ini menjadi contoh keanekaragaman kriptik, yaitu keberadaan spesies-spesies yang secara fisik sangat mirip tetapi ternyata memiliki perbedaan genetik dan evolusi yang signifikan.
Pegunungan Gaoligong, hayati Tersembunyi
Penemuan ketiga spesies tersebut memperkuat pandangan bahwa kawasan Pegunungan Gaoligong dan Pegunungan Hengduan merupakan salah satu kawasan penting untuk penelitian keanekaragaman hayati Asia. Topografi pegunungan yang kompleks menciptakan banyak habitat dengan kondisi lingkungan berbeda dalam jarak yang relatif berdekatan. Kondisi tersebut dapat mendorong terbentuknya populasi-populasi yang terisolasi dan pada akhirnya mengalami diferensiasi evolusioner.
Dalam kasus Scutiger, spesies yang memiliki bentuk tubuh serupa ternyata dapat menyimpan sejarah evolusi yang berbeda.
Karena itu, penggunaan DNA bersama karakter morfologi menjadi sangat penting. Tanpa analisis molekuler, sebagian garis keturunan tersebut berpotensi terus dianggap sebagai variasi dari spesies yang sudah dikenal.
Pemembenahan Taksonomi Scutiger
Penelitian ini tidak hanya menghasilkan tiga nama baru. Tim peneliti juga meninjau kembali berbagai persoalan taksonomi dalam genus Scutiger, termasuk perdebatan mengenai status Scutiger bangdaensis, S. biluoensis dan S. meiliensis serta keberadaan dan validitas spesimen tipe yang berkaitan dengan nama-nama tersebut.
Para peneliti kemudian menyediakan kunci identifikasi terbaru untuk spesies Scutiger yang diakui dari Tiongkok. Dengan demikian, penelitian ini memiliki dua kontribusi sekaligus: memperluas daftar spesies yang diketahui dan membantu memperjelas hubungan serta batas antarspesies dalam genus tersebut.
Etimologi & Nilai Ekologis ke 3 nya
1.Scutiger lisu — Katak Lazy Lisu
Spesies pertama diberi nama Scutiger lisu.
Nama lisu berasal dari kata Tionghoa 傈僳 yang merujuk kepada masyarakat Lisu, salah satu kelompok etnis yang memiliki keterkaitan kuat dengan kawasan persebaran spesies tersebut. Pemberian nama ini bukan sekadar penanda geografis. Para peneliti memilihnya sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan antara masyarakat lokal dan ekosistem pegunungan tempat katak tersebut ditemukan. Nama umum yang diusulkan dalam bahasa Inggris adalah Lisu Lazy Toad, sedangkan nama Mandarin yang diusulkan adalah 傈僳齿突蟾.
Etimologi : Scutiger merupakan nama genus, sedangkan lisu merujuk kepada masyarakat Lisu di wilayah persebarannya.
Nilai ekologis : Sebagai amfibi pegunungan, S. lisu memiliki nilai ekologis penting sebagai bagian dari jejaring makanan ekosistem. Katak berperan sebagai predator berbagai hewan kecil, terutama invertebrata, sekaligus menjadi mangsa bagi predator lainnya.
Keberadaannya juga berpotensi menjadi indikator kondisi lingkungan karena amfibi sangat berkaitan dengan habitat yang memiliki kondisi mikroklimat dan sumber air yang sesuai.
2.Scutiger pardalotus — Katak Lazy Leopard
Spesies kedua adalah Scutiger pardalotus.
Nama pardalotus berasal dari bahasa Yunani dan mengacu pada sesuatu yang berbintik menyerupai macan tutul. Nama tersebut diberikan berdasarkan pola warna pada bagian dorsal atau punggung katak yang memiliki corak berbintik khas.
Nama umum yang diusulkan adalah Leopard Lazy Toad, sedangkan nama Mandarin yang diusulkan adalah 豹斑齿突蟾.
Etimologi pardalotus merujuk pada pola warna berbintik menyerupai corak macan tutul yang menjadi salah satu ciri visual spesies.
Nilai ekologis S. pardalotus merupakan bagian dari komunitas amfibi pegunungan Gaoligong. Sebagai pemakan hewan-hewan kecil, spesies ini ikut membantu menjaga keseimbangan populasi invertebrata di habitatnya.
Pada saat yang sama, siklus hidup amfibi membuat kelompok ini penting dalam transfer energi antara ekosistem perairan dan daratan.
3.Scutiger ching — Katak Malas Peri
Spesies ketiga adalah Scutiger ching.
Nama ching berasal dari bahasa lokal yang digunakan masyarakat Dulong di sekitar lokasi tipe spesies tersebut. Istilah tersebut memiliki makna kecil dan ramping, sesuai dengan karakter tubuh spesies baru ini.
Para peneliti mengusulkan nama Inggris Elf Lazy Toad, atau secara bebas dapat diterjemahkan sebagai Katak Malas Peri. Nama Mandarin yang diusulkan adalah 山精齿突蟾.
Etimologi ching : berasal dari bahasa lokal masyarakat Dulong dan menggambarkan bentuk tubuh spesies yang relatif kecil dan ramping.
Penggunaan bahasa masyarakat setempat juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pengetahuan, budaya, dan keberadaan komunitas lokal di sekitar habitat spesies.
Nilai ekologis : Tubuhnya yang kecil tidak mengurangi peran ekologisnya. S. ching tetap menjadi bagian dari rantai makanan pegunungan dan berkontribusi dalam pengendalian organisme kecil di habitatnya.
Spesies berukuran kecil yang memiliki persebaran terbatas juga penting bagi penelitian mengenai endemisme dan evolusi fauna Pegunungan Hengduan.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amphibia
Order: Anura
Family: Megophryidae
Genus: Scutiger Theobald, 1868
Spesies 1: Scutiger lisu
Spesies 2 : Scutiger pardalotus
Spesies 3: Scutiger ching
Notes : Tiga spesies baru sekaligus — penelitian ini mendeskripsikan S. lisu, S. pardalotus, dan S. ching.
DNA menjadi kunci — kemiripan bentuk tubuh tidak selalu berarti dua populasi merupakan spesies yang sama.
Ada katak bercorak “macan tutul” — nama pardalotus diberikan berdasarkan pola berbintik pada punggungnya.
Spesialis pegunungan — genus Scutiger merupakan kelompok katak yang berasosiasi kuat dengan lingkungan pegunungan Asia.
Nama yang menghormati masyarakat lokal — lisu dan ching mengambil inspirasi dari bahasa atau identitas kelompok masyarakat yang hidup di sekitar wilayah penelitian.
Bukan hanya menemukan spesies baru — penelitian ini sekaligus menguji kembali sejumlah persoalan taksonomi lama dalam genus Scutiger.
Informasi & Publikasi
Kai WANG, Zhongbin YU, Yunhe WU, Shao Bing HOU, De WANG, Yun XIONG, Xin Long YE, Jian Ping DUAN, Hai Jun LI, Jie LI, Jie Qiong JIN, Shen Pin YANG dan Jing CHE. 2025. Tiga Spesies Baru Genus Scutiger (Amphibia: Anura: Megophryidae) dari Pegunungan Gaoligong di Tiongkok, dengan Kunci Terbaru untuk Congener Tiongkok. Zootaksa. 5725(2) ; 203-230. DOI: doi.org/10.11646/zootaxa.5725.2.2 [2025-12-02]
Researchgate.net/publication/ 398245491 _Tiga_Spesies_Baru_Scutiger_dari_Pegunungan_Gaoligong_di_China
Penulis :Dila
Editor : Ali Setyaki
Foto By :Kai WANG, Zhongbin YU, Yunhe WU, Shao Bing HOU, De WANG, Yun XIONG, Xin Long YE, Jian Ping DUAN, Hai Jun LI, Jie LI, Jie Qiong JIN, Shen Pin YANG dan Jing CHE.
Link & DOI: doi.org/10.11646/zootaxa.5725.2.2 [2025-12-02]
Researchgate.net/publication/ 398245491 _Tiga_Spesies_Baru_Scutiger_dari_Pegunungan_Gaoligong_di_China