08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN
Paleontologi | 2025) | Apis (Apis) aibai | Yui Takahashi dan Jun-ichi Takahashi | Prefektur Hyogo | Jepang
[PaleoEntomologi • 2025] Apis aibai • Fosil lebah madu (Hymenoptera: Apidae) dari Kelompok Teragi Pliosen Akhir hingga Pleistosen Awal , Prefektur Hyogo, Jepang: Menjembatani Kesenjangan dalam Sejarah Evolusi Apis
Surabaya, PARAMIDSN.com – Dunia paleoentomologi kembali mencatat penemuan penting setelah para peneliti mendeskripsikan fosil lebah madu baru, Apis (Apis) aibai sp. nov., dari endapan danau berumur Pliosen Akhir hingga Pleistosen Awal di Prefektur Hyogo, Jepang. Penemuan ini menjadi salah satu catatan evolusi paling penting karena menghubungkan kesenjangan antara fosil lebah madu purba berusia puluhan juta tahun dengan fosil lebah madu yang lebih modern.
Catatan Fossil tidak merata
Selama ini, catatan fosil lebah madu (Apis) diketahui sangat tidak merata. Sebagian besar spesies fosil berasal dari endapan Oligosen hingga Miosen di Eropa dan Tiongkok, sedangkan fosil lebah madu modern umumnya ditemukan pada endapan Pleistosen dan Holosen. Kehadiran Apis (Apis) aibai berhasil mengisi kekosongan tersebut sekaligus menjadi catatan tertua yang diketahui dari subgenus Apis.
Penambahan Spesies Baru
Spesies fosil baru ini dideskripsikan berdasarkan satu spesimen yang terawetkan dengan baik dari sedimen danau purba di Prefektur Hyogo. Peneliti mengenali spesies ini melalui kombinasi karakter morfologi yang unik, terutama pola venasi sayap depan, bentuk abdomen, dan struktur kaki belakang. Penemuan ini memberikan informasi penting mengenai sejarah evolusi lebah madu modern di Asia Timur sekaligus menunjukkan bahwa kelompok lebah madu telah mengalami diversifikasi sejak jutaan tahun yang lalu.
Diagnosa Sp. Nov
Apis (Apis) aibai merupakan lebah madu berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 10 mm dan panjang sayap depan sekitar 8,4 mm.
Beberapa karakter diagnostik yang membedakannya dari spesies lain meliputi:
Sayap bening (hyaline) dengan pola venasi yang khas.
Vena 1Rs sangat miring ke arah posterobasal sehingga membentuk sel submarginal pertama yang ramping menyerupai jajaran genjang.
Vena silang 1cu-a terletak pada posisi khas dengan indeks kubital sekitar 4,5.
Tibia kaki belakang sekitar 2,3 kali lebih panjang daripada lebarnya.
Abdomen relatif besar dengan lebar sekitar 1,4 kali lebar toraks.
Kombinasi karakter tersebut membedakan Apis (Apis) aibai dari seluruh spesies fosil maupun spesies lebah madu modern yang telah diketahui.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama spesies aibai diberikan oleh para peneliti sebagai nama ilmiah baru untuk membedakan spesies fosil ini dari seluruh anggota genus Apis yang telah dideskripsikan sebelumnya. Nama tersebut menjadi identitas permanen dalam tata nama zoologi dan mencerminkan keberadaan garis keturunan lebah madu yang telah punah. Semasa hidupnya, Apis (Apis) aibai kemungkinan memiliki peran ekologis yang serupa dengan lebah madu modern, yaitu sebagai penyerbuk (pollinator) berbagai tumbuhan berbunga. Aktivitas penyerbukan membantu keberhasilan reproduksi tumbuhan serta menjaga keberlangsungan ekosistem daratan. Selain menjadi penyerbuk utama, lebah madu juga merupakan bagian penting dalam rantai makanan karena menjadi mangsa bagi burung, laba-laba, reptil kecil, dan berbagai serangga predator. Keberadaan fosil ini memberikan gambaran bahwa hubungan antara lebah dan tumbuhan berbunga telah berlangsung selama jutaan tahun.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Hymenoptera
Family : Apidae
Tribe : Apini
Genus : Apis
Subgenus : Apis
Species : Apis (Apis) aibai sp. nov.
Notes : Apis (Apis) aibai merupakan spesies lebah madu punah termuda yang diketahui hingga saat ini sekaligus catatan fosil tertua dari subgenus Apis. Penemuan dari endapan danau di Prefektur Hyogo, Jepang, berhasil menghubungkan kesenjangan catatan fosil antara lebah madu purba dari Oligosen–Miosen dengan lebah madu modern dari Pleistosen dan Holosen. Fosil ini memberikan bukti penting mengenai evolusi awal lebah madu modern di Asia Timur serta memperkaya pemahaman tentang sejarah penyebaran genus Apis di kawasan Eurasia.
Informasi & Publikasi
Yui Takahashi dan Jun-ichi Takahashi. 2025. Fosil lebah madu (Hymenoptera, Apidae) dari Kelompok Teragi Pliosen Akhir hingga Pleistosen Awal, Prefektur Hyogo, Jepang: Menjembatani Kesenjangan dalam Sejarah Evolusi Apis . ZooKeys. 1255: 291-301.
Penulis :Dila
Editor : Ali Setyaki
Foto By :Yui Takahashi dan Jun-ichi Takahashi
Link & DOI: doi.org/10.3897/zookeys.1255.162389