7/JUNI /2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Aves | 1889 ) Falco peregrinus ssp. furuitii | Holst | Pulau Iwo Jima | Jepang (PUNAH : 2012)
Surabaya, Paramidsn.com – Kepulauan Iwo yang terletak di Samudra Pasifik barat pernah menjadi rumah bagi sebuah subspesies elang peregrin yang unik dan endemik, yaitu Falco peregrinus furuitii. Burung pemangsa ini kini dinyatakan punah dan menjadi salah satu kehilangan penting dalam sejarah avifauna Jepang.
Penemuan pertama kali
Subspesies ini pertama kali ditemukan oleh kolektor burung asal Jerman, Holst, di Pulau Iwo Jima pada tahun 1889. Kemudian, spesimen terakhir yang diketahui berhasil dikoleksi oleh ornitolog Jepang Tokuutaro Momiyama di Pulau Kita Iwo Jima pada tahun 1937. Setelah itu, tidak ada lagi bukti keberadaan populasi berkembang biak di Kepulauan Iwo.
Catatan Resmi Takson
Pada tahun 2012, Falco peregrinus furuitii secara resmi dicantumkan sebagai takson punah dalam edisi ketujuh Daftar Burung Jepang yang diterbitkan oleh Ornithological Society of Japan. Penetapan ini didasarkan pada tidak adanya catatan pengamatan selama musim berkembang biak sejak setidaknya tahun 1945.
Survei dari tahun ke tahun
Berbagai survei yang dilakukan selama beberapa dekade berikutnya juga gagal menemukan keberadaan burung ini. Pencarian dilakukan pada Juni 1982, Februari 1996, Juni 2007, Januari 2008, Juni 2008, dan Juni 2009 di berbagai pulau dalam gugusan Kepulauan Iwo. Meskipun sesekali elang peregrin terlihat selama musim dingin, para peneliti meyakini bahwa individu tersebut merupakan burung migran dari subspesies lain dan bukan keturunan populasi asli Kepulauan Iwo.
Status taksonomi Falco peregrinus furuitii juga memiliki sejarah yang cukup rumit. Nama ilmiahnya pertama kali diperkenalkan oleh Momiyama pada tahun 1927. Sejumlah publikasi kemudian memperdebatkan validitas dan batasan taksonomi subspesies ini. Bahkan, Hume dan Walters (2012) pernah mencatat adanya kemungkinan penemuan kembali di Kita Iwo Jima pada awal 1990-an berdasarkan laporan terdahulu. Namun, survei lanjutan dan evaluasi terbaru tidak menemukan bukti yang mendukung keberadaan populasi yang masih bertahan.
Penyebab Kepunahan sulit ditemukan
Penyebab pasti kepunahannya belum diketahui secara jelas. Namun, faktor-faktor seperti ukuran populasi yang kecil, isolasi geografis, gangguan habitat, serta dampak aktivitas manusia selama dan setelah Perang Dunia II diduga berkontribusi terhadap hilangnya subspesies ini. Kepunahan Falco peregrinus furuitii menjadi pengingat bahwa bahkan burung pemangsa yang terkenal tangguh seperti elang peregrin pun dapat lenyap apabila populasinya terbatas dan berada di wilayah yang rentan terhadap perubahan lingkungan.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Falconiformes
Famili: Falconidae
Genus: Falco
Spesies: Falco peregrinus
Subspesies: Falco peregrinus furuitii (Momiyama, 1927)
Status Konservasi
Status: Punah (Extinct/EX)
Wilayah Sebaran Historis: Kepulauan Iwo (Iwo Jima dan Kita Iwo Jima), Jepang
Catatan Terakhir: Spesimen terakhir dikoleksi pada tahun 1937 di Kita Iwo Jima.
Pengamatan Terakhir Populasi Berkembang Biak: Sebelum tahun 1945.
Dengan hilangnya Falco peregrinus furuitii, Kepulauan Iwo kehilangan salah satu predator udara endemiknya yang selama ribuan tahun menjadi bagian penting dari ekosistem kepulauan vulkanik tersebut.
Penulis: Mastah Zain
Editor: Monche
Foto by : Designers: Prangko
Motoko Morita
Link : DOI: 10.1525/auk.2012.11173