21/Juni/2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Invertebrata | 2022) Amynthas septuaginta & Metaphire fidelis | Bantaowong & Panha | Sungai Mekong, Thailand
[Clitellata • 2022] Amynthas septuaginta Bantaowong & Panha, sp. nov. & Metaphire fidelis Bantaowong & Panha, sp. nov. • Dua Spesies Baru Cacing Tanah Megascolecidae dari Sungai Mekong, Thailand
Surabaya, Paramidsn.com – Keanekaragaman fauna tanah Asia Tenggara kembali bertambah dengandideskripsikannya dua spesies baru cacing tanah dari kawasan Sungai Mekong, Thailand. Kedua spesies tersebut adalah Amynthas septuaginta dan Metaphire fidelis yang secara resmi dipublikasikan oleh Bantaowong dan Panha berdasarkan hasil penelitian taksonomi terhadap kelompok cacing tanah famili Megascolecidae.
Penelitian ini mengungkap keberadaan dua spesies yang sebelumnya belum pernah dikenal oleh ilmu pengetahuan. Kedua spesies ditemukan di lingkungan riparian Sungai Mekong yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di Asia Tenggara.
Fisiologi 2 Spesies baru
Spesies pertama, Amynthas septuaginta, merupakan cacing tanah berukuran kecil yang termasuk ke dalam kelompok spesies Amynthas aeruginosus. Spesies ini memiliki dua pasang pori spermatheka pada segmen 7/8 dan 8/9. Karakter utama yang membedakannya dari spesies Amynthas lain di kawasan Mekong adalah ukuran tubuhnya yang relatif kecil, kurang dari 50 mm, serta tidak adanya tanda genital pada area pori jantan. Sementara itu, spesies kedua, Metaphire fidelis, memiliki empat pasang pori spermatheka yang terletak pada segmen 5/6 hingga 8/9. Spesies ini juga memiliki tanda genital berpasangan pada segmen xvii, ampula spermatheka berbentuk dayung, serta divertikulum berupa tabung ramping dengan lengkungan longgar. Kombinasi karakter tersebut menjadikannya berbeda dari seluruh spesies Metaphire yang telah diketahui sebelumnya dari kawasan yang sama.
Etimologi Spesies
Nama Amynthas septuaginta berasal dari bahasa Latin "septuaginta" yang berarti "tujuh puluh". Nama ini diberikan oleh penulis sebagai penamaan khusus yang berkaitan dengan karakter atau penomoran tertentu dalam penelitian tersebut.
Nama Metaphire fidelis berasal dari bahasa Latin "fidelis" yang berarti "setia", "dapat dipercaya", atau "loyal". Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan dan simbol dedikasi dalam penelitian taksonomi yang dilakukan.
Lokasi Penemuan
Kedua spesies baru ini ditemukan di sepanjang kawasan Sungai Mekong yang melintasi wilayah Thailand. Habitatnya berupa tanah lembap kaya bahan organik yang dipengaruhi oleh siklus banjir musiman Sungai Mekong. Ekosistem ini menyediakan kondisi ideal bagi berbagai spesies cacing tanah untuk berkembang dan berevolusi.
Taksonkmi & Klasifikasi 2 Species
Klasifikasi dan Taksonomi
Amynthas septuaginta
Kingdom : Animalia
Phylum : Annelida
Class : Clitellata
Order : Opisthopora
Family : Megascolecidae
Genus : Amynthas
Species : Amynthas septuaginta
Metaphire fidelis
Kingdom : Animalia
Phylum : Annelida
Class : Clitellata
Order : Opisthopora
Family : Megascolecidae
Genus : Metaphire
Species : Metaphire fidelis
Notes : Penemuan Amynthas septuaginta dan Metaphire fidelis menunjukkan bahwa kawasan Sungai Mekong masih menyimpan banyak keragaman fauna tanah yang belum terdokumentasi. Kedua spesies ini dibedakan terutama melalui karakter sistem reproduksi, jumlah pori spermatheka, bentuk ampula, divertikulum, serta keberadaan tanda genital yang menjadi karakter penting dalam taksonomi famili Megascolecidae.
Secara ekologis, kedua spesies berperan sebagai pengurai alami yang membantu mempercepat dekomposisi bahan organik, meningkatkan aerasi tanah, dan menjaga siklus nutrien dalam ekosistem riparian Sungai Mekong. Temuan ini juga memperkuat posisi Sungai Mekong sebagai salah satu hotspot biodiversitas air tawar dan terestrial di Asia Tenggara.
Informasi & Publikasi
Ueangfa Bantaowong, Ratmanee Chanabun, Nattawadee Nantarat dan Somsak Panha. 2025. Deskripsi Dua Spesies Cacing Tanah Baru (Oligochaeta: Megascolecidae) dari Sungai Mekong, Thailand. Sejarah Alam Tropis. Suppl. 8 ; 305-312. DOI: doi.org/10.58837/tnh.25.8.267154 [2025-10-20]
facebook.com/ BioCHULA /posts/1348182277097491
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Adi Mikayasa
Foto by : Ueangfa Bantaowong, Ratmanee Chanabun, Nattawadee Nantarat dan Somsak Panha
Link/DOI : doi.org/10.58837/tnh.25.8.267154 [2025-10-20]
facebook.com/ BioCHULA /posts/1348182277097491