Dua Spesies Baru Siput Mikro Ditemukan di Thailand, Ungkap Keunikan Bukit Kapur Asia Tenggara

Dua Spesies Baru Siput Mikro Ditemukan di Thailand, Ungkap Keunikan Bukit Kapur Asia Tenggara

Dua Spesies Baru Siput Mikro Ditemukan di Thailand, Ungkap Keunikan Bukit Kapur Asia Tenggara

Status: Active
11 Jul 2026
Dsn Mamalia
30 Views

08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN


 

(Invertebrata | 2025 ) Hypselostoma pongrati ,Hypselostoma sichomphuense| Kitti Tanmuangpak, Benchawan Nahok, Utain Chanlabut, Chanidaporn Tumpeesuwan dan Sakboworn Tumpeesuwan. | Thailand



 

[Mollusca • 2025] Hypselostoma pongrati & H. sichomphuense , ... • Dua Spesies Baru Siput Mikro Darat dari genus Hypselostoma WH Benson, 1856 (Gastropoda : Eupulmonata: Hypselostomatidae) dari Thailand Timur Laut


 

Surabaya,Paramidsn.com-  

10/Juli/2026 | Redaksi PARAMIDSN

Surabaya, Paramidsn.com – Kekayaan hayati Asia Tenggara kembali bertambah setelah para peneliti mendeskripsikan dua spesies baru siput mikro darat dari famili Hypselostomatidae. Kedua spesies tersebut diberi nama Hypselostoma pongrati dan Hypselostoma sichomphuense, yang ditemukan di kawasan bukit kapur terpencil di Thailand timur laut. Spesies baru ini dideskripsikan oleh Tanmuangpak & S. Tumpeesuwan berdasarkan karakter morfologi cangkang, struktur radula (alat pengikis makanan), serta anatomi sistem reproduksi. Penemuan ini semakin memperkuat bukit-bukit kapur Thailand sebagai pusat keanekaragaman siput mikro yang memiliki tingkat endemisme sangat tinggi.


 

Mirip, Namun Memiliki Perbedaan Penting

Kedua spesies baru memiliki bentuk cangkang yang sangat menyerupai Hypselostoma phupaman, spesies yang sebelumnya telah diketahui dari Provinsi Chaiyaphum. Ketiganya sama-sama memiliki putaran terakhir cangkang dengan dua lunas (double-keeled last whorl).

Meski demikian, penelitian menunjukkan adanya perbedaan morfologi yang jelas.

Hypselostoma pongrati sp. nov.

Spesies ini memiliki lunas atas yang sangat menonjol pada putaran terakhir, sedangkan lunas bawah berkembang lebih lemah. Ciri paling khasnya adalah tidak memiliki penghalang apertural, yaitu tonjolan seperti gigi pada bukaan cangkang yang umum dijumpai pada banyak siput mikro. Selain itu, bagian terminal putaran terakhir melekat pada putaran sebelumnya sehingga memberikan bentuk cangkang yang khas.

Spesies ini ditemukan di Provinsi Nong Bua Lamphu, Thailand.

Hypselostoma sichomphuense sp. nov.

Berbeda dengan kerabatnya, spesies ini memiliki tiga tonjolan halus menyerupai gigi pada bukaan cangkang. Lunas bawah pada putaran terakhir juga tampak lebih lemah dibandingkan spesies lain, sedangkan bagian puncak cangkang (spire) lebih pendek daripada H. pongrati.

Spesies ini ditemukan di Distrik Si Chomphu, Provinsi Khon Kaen, Thailand.


 

Bukit Kapur Menjadi Laboratorium Evolusi

Ketiga spesies yang berkerabat dekat ini ditemukan pada bukit-bukit kapur yang terisolasi di kawasan Chaiyaphum–Khon Kaen–Nong Bua Lamphu–Loei. Habitat semacam ini sering bertindak sebagai "pulau-pulau daratan" yang memisahkan populasi siput selama ribuan hingga jutaan tahun. Isolasi geografis tersebut mendorong terjadinya evolusi mandiri sehingga setiap bukit kapur dapat memiliki spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.

Para peneliti menilai bahwa kawasan karst Asia Tenggara masih menyimpan banyak spesies siput mikro yang belum dideskripsikan dan berpotensi menjadi fokus penelitian biodiversitas di masa mendatang.


 

Etimologi

Hypselostoma pongrati dinamai untuk menghormati Pongrat Dumrongrojwattana, seorang pakar siput mikro asal Thailand yang telah memberikan kontribusi besar melalui referensi, pengetahuan, dan inspirasi dalam penelitian moluska darat.

 

Hypselostoma sichomphuense diambil dari nama Distrik Si Chomphu, Provinsi Khon Kaen, Thailand, yang merupakan lokasi tipe (type locality) tempat spesies ini pertama kali ditemukan.


 

Nilai Ekologis

Siput mikro dari genus Hypselostoma berperan penting sebagai dekomposer yang membantu menguraikan daun gugur, jamur, serta bahan organik di lantai hutan. Aktivitasnya mempercepat siklus unsur hara dan menjaga kesuburan tanah di ekosistem karst. Selain itu, siput mikro juga menjadi sumber makanan bagi berbagai invertebrata predator, reptil kecil, amfibi, dan burung, sehingga menjadi bagian penting dalam rantai makanan. Tingkat endemisme yang tinggi membuat keberadaan mereka juga menjadi indikator kesehatan ekosistem bukit kapur, yang sangat rentan terhadap penambangan batu kapur dan perubahan habitat.



 

Klasifikasi & Taksonomi

Hypselostoma pongrati

Kingdom : Animalia

Filum : Mollusca

Kelas : Gastropoda

Subkelas : Heterobranchia

Ordo : Stylommatophora

Superfamili : Plectopyloidea

Famili : Hypselostomatidae

Genus : Hypselostoma

Spesies : Hypselostoma pongrati Tanmuangpak & S. Tumpeesuwan, sp. nov.


 

Hypselostoma sichomphuense

Kingdom : Animalia

Filum : Mollusca

Kelas : Gastropoda

Subkelas : Heterobranchia

Ordo : Stylommatophora

Superfamili : Plectopyloidea

Famili : Hypselostomatidae

Genus : Hypselostoma

Spesies : Hypselostoma sichomphuense Tanmuangpak & S. Tumpeesuwan, sp. nov.


 

Notes Kedua spesies hanya diketahui dari satu kawasan bukit kapur yang terisolasi sehingga berpotensi memiliki sebaran yang sangat sempit. Perbedaan jumlah penghalang apertural pada cangkang menjadi salah satu karakter penting dalam identifikasi spesies Hypselostoma.

Sebagian besar siput mikro dari famili Hypselostomatidae memiliki ukuran cangkang hanya beberapa milimeter, sehingga sering luput dari pengamatan meskipun hidup dalam jumlah banyak.

Bukit-bukit karst di Thailand dikenal sebagai salah satu pusat evolusi siput mikro dengan banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain di dunia.



 

Informasi & Publikasi

 Kitti Tanmuangpak, Benchawan Nahok, Utain Chanlabut, Chanidaporn Tumpeesuwan dan Sakboworn Tumpeesuwan. 2025. Dua Spesies Baru Siput Mikro Darat dari Genus Hypselostoma WH Benson, 1856 (Gastropoda, Eupulmonata, Hypselostomatidae) dari Timur Laut Thailand.  ZooKeys.  1265: 49-67. DOI:  



 

Penulis :Dila

Editor : Ali Maruf

Foto By :Kitti Tanmuangpak, Benchawan Nahok, Utain Chanlabut, Chanidaporn Tumpeesuwan dan Sakboworn Tumpeesuwan.

Link & DOI : doi.org/10.3897/zookeys.1265.160661

Informasi

Spesies ini merupakan bagian dari database keanekaragaman hayati kami. Bantu kami melestarikan mereka dengan menyebarkan informasi ini.