08/FEBRUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN
Reptil | 2025) | Spinomantis lakolosy & S. lavabato| | Carl R. Hutter, Zo F. Andriampenomanana, Shea M. Lambert dan Miguel Vences.| Taman Nasional Ranomafana | Madagaskar bagian tenggara
[Herpetologi • 2025] Spinomantis lakolosy & S. lavabato • Dua Spesies Baru dari kompleks spesies Spinomantis bertini (Anura: Mantellidae) dari Madagaskar bagian tenggara
Surabaya, Paramidsn.com – Keanekaragaman hayati Madagaskar kembali bertambah setelah para herpetolog berhasil mendeskripsikan dua spesies baru katak berduri dari genus Spinomantis. Kedua spesies tersebut diberi nama Spinomantis lavabato sp. nov. dan Spinomantis lakolosy sp. nov., yang ditemukan di kawasan hutan pegunungan Taman Nasional Ranomafana, Madagaskar tenggara.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Systematics pada 29 Desember 2025 oleh Carl R. Hutter, Zo F. Andriampenomanana, Shea M. Lambert, dan Miguel Vences mengungkap bahwa kedua katak tersebut sebelumnya tersembunyi dalam kelompok spesies Spinomantis bertini karena memiliki bentuk tubuh yang sangat mirip (cryptic species). Selama bertahun-tahun, kawasan Ranomafana telah menjadi salah satu lokasi penelitian amfibi paling intensif di Madagaskar. Meski demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa wilayah ini masih menyimpan banyak spesies yang belum dikenali oleh ilmu pengetahuan.
Analisis Morfologi
Melalui kombinasi analisis morfologi, bioakustik, dan genetika molekuler, para peneliti berhasil membedakan kedua spesies baru tersebut dari kerabatnya. Secara fisik, keduanya memiliki batas warna dorsolateral yang jauh lebih samar dibandingkan Spinomantis bertini, sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan penampilan.
Perbedaan paling mencolok justru berasal dari suara panggilan kawin. Spinomantis lakolosy menghasilkan nada panggilan yang panjang, kuat, dan nyaring menyerupai bunyi lonceng sehingga tetap terdengar jelas di tengah gemuruh aliran sungai pegunungan. Sebaliknya, Spinomantis lavabato memiliki panggilan yang jauh lebih pendek, lembut, dan terdengar seperti getaran halus.
Analisis DNA cukup 9%
Analisis DNA mitokondria pada gen 16S rRNA semakin memperkuat status kedua katak tersebut sebagai spesies baru. Tingkat perbedaan genetiknya mencapai 7–9% dibandingkan seluruh spesies lain dalam kompleks Spinomantis bertini, menunjukkan bahwa keduanya telah berevolusi secara terpisah selama waktu yang cukup lama.
Spinomantis lakolosy diketahui hidup di sekitar sungai berbatu yang mengalir deras di dalam hutan primer. Pada malam hari, katak jantan bertengger di atas batu atau vegetasi rendah di tepi sungai sambil mengeluarkan suara untuk menarik pasangan.
Temuan lain di tempat sama
Selain mendeskripsikan dua spesies baru tersebut, tim peneliti juga menemukan dua garis keturunan lain yang diduga merupakan spesies baru dari wilayah Andemaka dan Ambahavala. Namun, keduanya belum dapat dideskripsikan secara resmi karena masih kurangnya spesimen ilmiah.
Penemuan ini kembali menegaskan bahwa Madagaskar merupakan salah satu pusat keanekaragaman amfibi dunia. Bahkan kawasan yang telah diteliti selama puluhan tahun seperti Ranomafana masih mampu menghasilkan spesies baru yang sebelumnya luput dari perhatian para ilmuwan.
Etimologi &Nilai Ekologis
Nama genus Spinomantis berasal dari gabungan kata Latin spina yang berarti "duri" dan kata Yunani mantis yang berarti "peramal" atau "nabi", sebuah nama yang secara historis digunakan dalam penamaan beberapa kelompok katak di Madagaskar. Nama ini merujuk pada tonjolan atau duri kecil yang dimiliki beberapa anggotanya pada kulit atau jari. Nama spesies lakolosy berasal dari bahasa lokal Madagaskar yang digunakan oleh masyarakat setempat di sekitar lokasi penemuan. Penamaan ini diberikan untuk menghormati budaya lokal sekaligus mengaitkan spesies tersebut dengan kawasan asalnya di Taman Nasional Ranomafana. Sebagai amfibi penghuni hutan hujan pegunungan, Spinomantis lakolosy berperan penting dalam mengendalikan populasi serangga dan berbagai avertebrata kecil. Keberadaannya membantu menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan hutan primer. Selain itu, karena sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air, suhu, dan kelembapan, spesies ini juga berfungsi sebagai bioindikator kesehatan lingkungan. Penurunan populasinya dapat menjadi tanda awal terjadinya kerusakan habitat atau perubahan iklim lokal.
Klasifikasi & Taksonomi (
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Class: Amphibia
Ordo: Anura
Family: Mantellidae
Subfamily: Mantellinae
Genus: Spinomantis
Spesies: Spinomantis lakolosy Hutter, Andriampenomanana, Lambert & Vences, 2025
Notes: Spinomantis lakolosy baru dikenali sebagai spesies berbeda setelah analisis suara dan DNA dilakukan. Suara panggilan jantannya menyerupai dentingan lonceng yang mampu terdengar di tengah derasnya aliran sungai. Kedua spesies baru memiliki penampilan yang sangat mirip sehingga termasuk cryptic species, yaitu spesies yang sulit dibedakan hanya berdasarkan morfologi. Taman Nasional Ranomafana terus menjadi salah satu kawasan dengan tingkat penemuan spesies amfibi baru tertinggi di Madagaskar. Penelitian ini juga mengindikasikan masih adanya sedikitnya dua garis keturunan lain yang berpotensi menjadi spesies baru pada masa mendatang.
Informasi publikasi
Carl R. Hutter, Zo F. Andriampenomanana, Shea M. Lambert dan Miguel Vences. 2025. Dua Spesies Baru dari kompleks spesies Spinomantis bertini (Mantellidae) dari Madagaskar bagian tenggara. Sistematika Evolusi. 9(2): 285-299.
Penulis :Dila
Editor : Ali Setyaki
Foto By :Carl R. Hutter, Zo F. Andriampenomanana, Shea M. Lambert dan Miguel Vences
Link & DOI: doi.org/10.3897/evolsyst.9.174833 [29 Des 2025]