1/Oktober/2026 | Nova & Extinct PARAMIDSN
(Paleo | 2025 ) Aulacigaster alabaster,breviradia,mathisi,rungae| David A. Grimaldi. | | Republik Dominika.
PaleoEntomologi • 2025] Aulacigaster alabaster , A. breviradia , ... • Aulacigaster Macquart (Diptera : Schizophora: Aulacigastridae) di Amber
SURABAYA, PARAMIDSN.COM — Empat spesies lalat purba yang sebelumnya belum dikenal ilmu pengetahuan berhasil dideskripsikan dari fosil yang terawetkan dalam amber Republik Dominika. Keempatnya berasal dari genus Aulacigaster Macquart, kelompok lalat kecil dalam famili Aulacigastridae. Spesies baru tersebut adalah Aulacigaster alabaster n. sp., Aulacigaster breviradia n. sp., Aulacigaster mathisi n. sp., dan Aulacigaster rungae n. sp. Spesimen-spesimen ini berasal dari amber berumur sekitar 15–17 juta tahun, yang berasal dari Miosen Akhir. Penelitian tersebut dilakukan oleh David A. Grimaldi dan diterbitkan pada 2025 dalam Proceedings of the Entomological Society of Washington volume 127(3), halaman 458–473.
Terperangkap dalam Resin Fosil
Amber merupakan resin tumbuhan yang mengeras dan dapat menjebak berbagai organisme kecil sebelum akhirnya mengalami proses fosilisasi. Bagi paleontolog, amber menjadi salah satu bentuk rekaman fosil yang sangat berharga karena dapat mempertahankan struktur tubuh serangga secara sangat rinci.
Keempat Aulacigaster baru tersebut berasal dari Hispaniola, pulau yang saat ini menjadi wilayah Republik Dominika dan Haiti. Ketika lalat-lalat tersebut hidup, kawasan Karibia memiliki lingkungan yang berbeda dengan kondisi modern dan dihuni oleh komunitas serangga yang kini sebagian telah hilang.
Penemuan ini memberikan gambaran bahwa kelompok Aulacigaster tertentu pernah memiliki sejarah biogeografi yang lebih luas di kawasan Karibia.
Empat Spesies Baru yg unik
Empat spesies yang dideskripsikan dalam penelitian tersebut semuanya ditempatkan dalam kelompok Aulacigaster leucopeza.
Keempatnya adalah:
Aulacigaster alabaster n. sp. — spesies fosil baru yang dideskripsikan berdasarkan spesimen dalam amber Dominika.
Aulacigaster breviradia n. sp. — spesies baru yang juga memperlihatkan karakter kelompok leucopeza.
Aulacigaster mathisi n. sp. — salah satu anggota fosil kelompok tersebut yang ditemukan dalam amber Miosen.
Aulacigaster rungae n. sp. — spesies baru keempat dari kumpulan fosil Aulacigaster Republik Dominika.
Peneliti juga memberikan informasi mengenai terminalia jantan Aulacigaster neoleucopeza sebagai bahan perbandingan dengan beberapa spesies fosil. Struktur terminalia sangat penting dalam sistematika Diptera karena karakter reproduksi jantan sering memiliki ciri yang membantu membedakan spesies yang berkerabat dekat.
Kelompok Leucopeza yg Hilang di Karibia
Salah satu aspek paling menarik dari penelitian ini adalah implikasi biogeografinya. Kelompok A. leucopeza saat ini diketahui terutama dari Wilayah Holarktik, Afrika, dan Asia, sedangkan di kawasan Neotropis hanya sebagian kecil dari sekitar 42 spesies Aulacigaster yang termasuk kelompok tersebut. Yang menarik, belum ada spesies kelompok leucopeza yang diketahui hidup di Karibia pada masa kini. Keberadaan empat spesies fosil dari Hispaniola menunjukkan bahwa kelompok tersebut pernah mencapai wilayah Karibia pada masa lalu. Dengan demikian, fauna amber ini dapat menjadi bukti adanya kepunahan lokal atau regional yang signifikan pada sejarah kelompok Aulacigaster di kawasan tersebut.
Namun, hilangnya kelompok tersebut dari Karibia modern tidak berarti bahwa penyebab kepunahannya telah diketahui secara pasti. Perubahan lingkungan, perubahan vegetasi, perubahan iklim, sejarah geologi kawasan, maupun faktor ekologis lainnya merupakan kemungkinan yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Diptera
Suborder: Brachycera
Infraorder: Muscomorpha
Clade: Cyclorrhapha
Clade: Schizophora
Subgroup: Acalyptratae
Family: Aulacigastridae
Genus: Aulacigaster Macquart
Species: Aulacigaster alabaster n. sp.; Aulacigaster breviradia n. sp.; Aulacigaster mathisi n. sp.; Aulacigaster rungae n. sp.
Etimologi, Ekologis dan Paleoekologis
Nama genus Aulacigaster berasal dari bahasa Yunani, berkaitan dengan aulax, yang berarti “alur” atau “lekukan”, dan gaster, yang berarti “perut” atau “abdomen”. Nama tersebut merujuk pada karakter morfologi tubuh yang menjadi bagian dari penamaan genus. Epitet spesifik alabaster berhubungan dengan istilah alabaster, yang berarti alabaster atau bahan berwarna pucat/putih, meskipun makna tepat epitet tersebut perlu dikaitkan dengan keterangan etimologis formal dalam deskripsi aslinya.
breviradia tersusun dari unsur Latin yang berkaitan dengan “pendek” (brevi-) dan “jari-jari/sinar” (radia), yang kemungkinan mengacu pada karakter morfologi tertentu.
mathisi merupakan nama penghormatan (patronym) kepada seseorang bernama Mathis. rungae juga merupakan epitet patronimik yang digunakan untuk menghormati seseorang bernama Rung. Walaupun hanya berupa lalat berukuran kecil, Aulacigaster memiliki nilai penting dalam memahami jaringan ekologi masa lalu.
Serangga dalam amber dapat menjadi indikator keberadaan habitat dan komunitas tumbuhan yang pernah hidup pada suatu wilayah. Kehadiran empat spesies Aulacigaster di Hispaniola juga menunjukkan bahwa ekosistem Karibia pada masa Neogen mampu mendukung keragaman Aulacigastridae yang kini tidak lagi ditemukan di wilayah tersebut.
Dari perspektif paleobiogeografi, fosil ini membantu memperlihatkan bahwa distribusi organisme modern tidak selalu mencerminkan distribusi leluhurnya. Kelompok yang sekarang tidak ditemukan di Karibia ternyata pernah menjadi bagian dari fauna kawasan tersebut jutaan tahun lalu.
Penemuan ini sekaligus memperkuat nilai amber Dominika sebagai arsip biodiversitas Neogen, karena resin fosil tersebut mampu menyimpan detail organisme kecil yang sering kali memiliki peluang fosilisasi sangat rendah melalui proses sedimentasi biasa.
Informasi & Publikasi
David A. Grimaldi. 2025. Aulacigaster Macquart dalam Amber (Diptera: Schizophora: Aulacigastridae). Prosiding Masyarakat Entomologi Washington. 127(3):458-473. DOI: doi.org/10.4289/0013-8797.127.3.458 [28 November 2025]
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung monche
Foto by : David A. Grimaldi.
Link & DOI: 10.4289/0013-8797.127.3.458
Tanggal publikasi: 28 November 2025.