11/OKTOBER/2026 | NOVA & EXTINCT PARAMIDSN
(Reptil | 2022) Cyrtodactylus exercitus & Cyrtodactylus siahaensis | Jayaditya Purkayastha, Hmar Tlawmte Lalremsanga, Beirathie Litho, Yashpal Singh Rathee, Sanath Chandra Bohra, Vabeiryureilai Mathipi, Lal Biakzuala dan Lal Muansanga | Umroi, Ri-Bhoi, Meghalaya & Siaha, Mizoram | India
Herpetologi • 2022] Cyrtodactylus exercitus & Cyrtodactylus siahaensis • Dua Spesies Baru Cecak Jari Bengkok (Squamata: Gekkonidae) dari India Timur Laut Berdasarkan Data Morfologi dan Molekuler
Surabaya, Paramidsn.com — Penelitian herpetologi di India timur laut menghasilkan deskripsi dua spesies baru cecak jari bengkok dari genus Cyrtodactylus, yaitu Cyrtodactylus exercitus dan Cyrtodactylus siahaensis. Kedua spesies tersebut dideskripsikan pada 2022 berdasarkan kombinasi karakter morfologi dan analisis sekuens gen mitokondria ND2. Penemuan ini menambah pengetahuan mengenai keanekaragaman reptil di kawasan Indo-Burma, terutama wilayah dataran tinggi di sekitar Meghalaya dan Mizoram. Kedua wilayah tersebut merupakan bagian dari India timur laut yang memiliki bentang alam berbukit dan berpotensi menyimpan keanekaragaman herpetofauna yang belum sepenuhnya terdokumentasi. Penelitian berjudul Two New Cyrtodactylus (Squamata, Gekkonidae) from Northeast India ditulis oleh Jayaditya Purkayastha dan rekan-rekannya, kemudian diterbitkan dalam jurnal European Journal of Taxonomy, volume 794, halaman 111–139, pada 18 Februari 2022. Hasil penelitian menempatkan kedua spesies dalam kelompok Cyrtodactylus khasiensis, sekaligus memperlihatkan bahwa karakter fisik dan data genetik dapat digunakan bersama untuk mengenali garis keturunan yang berbeda di dalam genus tersebut.
Mengenal Cyrtodactylus exercitus dan Cyrtodactylus siahaensis
Cyrtodactylus merupakan genus cecak dalam famili Gekkonidae yang dikenal dengan sebutan cecak jari bengkok atau bent-toed geckos. Anggota genus ini memiliki variasi bentuk tubuh, pola warna, serta karakter sisik yang dapat membantu membedakan satu spesies dari spesies lainnya. Kedua spesies yang dideskripsikan pada 2022 berasal dari negara bagian berbeda. Cyrtodactylus exercitus ditemukan di Meghalaya, sedangkan Cyrtodactylus siahaensis berasal dari Mizoram. Walaupun termasuk kelompok kekerabatan yang sama, keduanya menunjukkan kombinasi ciri morfologi dan hubungan genetik yang berbeda. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pemeriksaan karakter berskala kecil, seperti susunan tuberkel pada punggung, jumlah sisik, lamela di bawah jari kaki, dan pola warna tubuh. Karakter tersebut membantu peneliti membedakan spesies yang sekilas memiliki penampilan serupa.
1. Cyrtodactylus exercitus: Cecak Jari Bengkok Tentara India
Cyrtodactylus exercitus merupakan spesies cecak berukuran sedang yang dideskripsikan dari Meghalaya, India. Panjang moncong hingga kloaka atau snout–vent length (SVL) pada spesimen dewasa yang dilaporkan berkisar antara 48,2–68,0 mm.
Spesies ini memiliki tuberkel dorsal berbentuk membulat hingga kerucut tumpul, dengan lunas yang lemah. Tuberkel tersebut tersusun dalam 21–24 baris memanjang. Karakter ini, bersama pola warna dan susunan sisik, menjadi bagian dari diagnosis taksonominya.
Punggungnya memiliki bercak cokelat tua tidak beraturan dengan tepian putih khas di bagian belakang bercak. Ekornya memperlihatkan pita gelap dan terang secara berselang-seling.
Karakter diagnostik lainnya meliputi 9–11 sisik bibir atas, 9–10 sisik bibir bawah, 32–34 tuberkel paravertebral antara tingkat ketiak dan pangkal paha, serta 35–37 baris sisik ventral tengah. Pada jantan, terdapat 11–15 pori preklokal, sedangkan lamela subdigital pada jari kaki keempat berjumlah 16–17. Spesies ini tidak memiliki satu baris sisik bawah ekor yang melebar secara melintang.
Spesifikasi Tempat Penemuan
Lokalitas tipe: Kawasan kantonmen militer Umroi.
Wilayah administratif: Distrik Ri-Bhoi, Negara Bagian Meghalaya, India.
Kawasan biogeografi: India timur laut, bagian dari wilayah Indo-Burma.
Koordinat lokalitas tipe: Sekitar 25,689753° LU, 91,949835° BT.
Ketinggian lokalitas tipe: Sekitar 932 meter di atas permukaan laut.
Habitat yang tercatat: Area berbatu dengan celah dan rongga menyerupai gua kecil di kawasan kantonmen militer.
Lokasi tipe tersebut merupakan tempat asal spesimen yang menjadi acuan deskripsi ilmiah C. exercitus. Data lokalitas ini penting untuk mendokumentasikan keberadaan spesies di Meghalaya, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan seluruh batas persebarannya.
Etimologi Cyrtodactylus exercitus
Nama genus Cyrtodactylus berasal dari unsur bahasa Yunani yang merujuk pada jari yang melengkung atau bengkok. Nama ini sesuai dengan karakter jari kaki yang menjadi ciri kelompok cecak tersebut.
Epitet spesifik exercitus berasal dari bahasa Latin yang berarti tentara atau pasukan. Nama tersebut diberikan untuk menghormati Angkatan Darat India.
Nama umum yang diusulkan oleh peneliti adalah Indian army’s bent-toed gecko, yang dapat diterjemahkan sebagai cecak jari bengkok tentara India.
Nilai Ekologis Cyrtodactylus exercitus
Sebagai cecak, C. exercitus berpotensi berperan sebagai predator invertebrata kecil, termasuk berbagai artropoda. Peran tersebut dapat membantu memengaruhi dinamika populasi organisme kecil di lingkungan tempatnya mencari makan.
Cecak juga menjadi bagian dari jaringan makanan dan dapat dimangsa oleh predator yang lebih besar. Celah batu dan rongga pada habitatnya berpotensi menyediakan tempat berlindung serta lokasi mencari mangsa.
Namun, rincian makanan, pola aktivitas, perilaku reproduksi, dan peran ekologis spesifik C. exercitus masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Penemuan di kawasan kantonmen militer memperlihatkan bahwa lingkungan yang telah mengalami aktivitas manusia pun dapat menyimpan keanekaragaman reptil yang bernilai ilmiah.
2. Cyrtodactylus siahaensis: Cecak Jari Bengkok Siaha
Cyrtodactylus siahaensis merupakan spesies kedua yang dideskripsikan dalam penelitian tersebut. Spesies ini berasal dari Kota Siaha, Negara Bagian Mizoram, India, dan memiliki kombinasi karakter morfologi serta ciri genetik yang membedakannya dari kerabat terdekatnya.
Panjang moncong hingga kloaka pada spesimen yang dideskripsikan berkisar antara 42,6–63,9 mm. Tuberkel dorsal berbentuk membulat hingga kerucut tumpul dengan lunas lemah, tersusun dalam 22–24 baris memanjang.
Karakter lainnya mencakup 9–11 sisik bibir atas, 9–11 sisik bibir bawah, 36–39 tuberkel paravertebral antara tingkat ketiak dan pangkal paha, serta 34–37 baris sisik ventral tengah. Jantan memiliki tujuh pori preklokal, sementara jumlah lamela subdigital pada jari kaki keempat berkisar antara 15–18. Seperti C. exercitus, spesies ini tidak memiliki satu baris sisik bawah ekor yang melebar secara melintang.
Punggungnya memiliki bercak cokelat tua tidak beraturan, sedangkan ekornya memperlihatkan pita gelap dan terang berselang-seling.
Analisis Genetik Mengungkap Garis Keturunan Berbeda
Dalam penelitian tersebut, hubungan kekerabatan kedua spesies dianalisis menggunakan sekuens gen mitokondria ND2. Penanda ini membantu peneliti membandingkan perbedaan genetik antargaris keturunan dan menguji hipotesis hubungan evolusioner yang diperoleh dari karakter morfologi. Hasil analisis menempatkan C. exercitus sebagai kerabat dekat C. septentrionalis. Jarak genetik tidak terkoreksi antara C. exercitus dan spesies dataran rendah C. guwahatiensis tercatat sekitar 4,21–4,25%. Sementara itu, C. siahaensis menunjukkan jarak genetik tidak terkoreksi sebesar 8,33% terhadap kerabat terdekat yang dibandingkan dalam penelitian, yaitu C. bengkhuaiai. Jarak genetik tersebut tidak boleh digunakan sendirian sebagai batas universal penentuan spesies. Dalam penelitian ini, data molekuler dipertimbangkan bersama karakter morfologi untuk mendukung penetapan kedua spesies sebagai takson yang berbeda.
Spesifikasi Tempat Penemuan
Lokalitas tipe: New Colony-I, Kota Siaha, di seberang bangunan-bangunan permukiman sekitar Jalan Meisavaih.
Wilayah administratif: Distrik Siaha, Negara Bagian Mizoram, India.
Kawasan biogeografi: India timur laut, bagian dari wilayah Indo-Burma.
Koordinat lokalitas tipe: Sekitar 22,490565° LU, 92,9789525° BT.
Ketinggian lokalitas tipe: Sekitar 1.025 meter di atas permukaan laut.
Tanggal pengumpulan spesimen tipe: 13 Juli 2021.
Holotipe: MZMU 2445, individu jantan dewasa.
Tempat penyimpanan holotipe: Mizoram University Museum of Zoology (MZMU), Mizoram, India.
Lokasi tipe C. siahaensis berada di kawasan perkotaan berbukit. Informasi tersebut memberikan titik awal untuk penelitian mengenai habitat dan persebarannya, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa spesies ini hanya hidup di lingkungan permukiman.
Etimologi Cyrtodactylus siahaensis
Epitet spesifik siahaensis berasal dari nama Kota Siaha, ibu kota Distrik Siaha, tempat spesimen tipe spesies ini dikumpulkan.
Akhiran Latin -ensis lazim digunakan dalam nama ilmiah untuk menunjukkan hubungan dengan suatu tempat. Dengan demikian, Cyrtodactylus siahaensis dapat dimaknai sebagai cecak Cyrtodactylus yang berasal dari Siaha.
Nama umum yang diusulkan adalah Siaha bent-toed gecko atau cecak jari bengkok SIndia Nama lokal yang dicatat dalam publikasi adalah Khotlia, istilah dalam bahasa etnis Mara untuk cecak jari bengkok. Pencatatan nama lokal ini turut memperkaya dokumentasi hubungan antara biodiversitas dan pengetahuan masyarakat setempat.
Nilai Ekologis Cyrtodactylus siahaensis
Cyrtodactylus siahaensis berpotensi berperan sebagai predator invertebrata kecil dan sebagai bagian dari jaringan makanan di habitatnya. Sebagai pemakan hewan kecil, cecak dari kelompok ini dapat berkontribusi terhadap dinamika populasi artropoda.
Keberadaannya di kawasan berbukit dekat permukiman menarik untuk diteliti dari sudut pandang ekologi lanskap. Bangunan, celah batu, dan struktur lingkungan lainnya berpotensi menjadi tempat berlindung atau lokasi mencari makan bagi cecak, meskipun pemanfaatan setiap struktur tersebut oleh C. siahaensis belum dapat dipastikan.
Diperlukan survei tambahan untuk mengetahui ukuran populasi, persebaran, kebutuhan habitat, pola aktivitas, serta toleransinya terhadap perubahan lingkungan.
Nilai Biodiversitas dan Konservasi
Penemuan Cyrtodactylus exercitus dan Cyrtodactylus siahaensis memperlihatkan bahwa keragaman reptil India timur laut masih memerlukan penelitian terperinci. Spesies yang terlihat serupa secara fisik dapat mewakili garis keturunan evolusioner yang berbeda.
Kedua spesies juga memperkuat pentingnya pendekatan taksonomi integratif, yakni menggabungkan pengamatan morfologi, informasi lokalitas, dan analisis molekuler dalam proses identifikasi.
Dari sudut pandang konservasi, data lokasi tipe dan habitat merupakan dasar bagi survei lanjutan. Penelitian berikutnya perlu menguji apakah kedua spesies memiliki persebaran yang luas atau terbatas, bagaimana kondisi populasinya, dan apakah perubahan habitat menimbulkan ancaman bagi kelangsungan hidupnya.
Status konservasi global keduanya tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan artikel deskripsi spesies baru ini. Penemuan dan pemberian nama ilmiah baru tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu spesies terancam punah.
Klasifikasi dan Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Gekkota
Family: Gekkonidae
Genus: Cyrtodactylus Gray, 1827
Species 1: Cyrtodactylus exercitus Purkayastha et al., 2022
Species 2: Cyrtodactylus siahaensis Purkayastha et al., 2022
Notes: Cyrtodactylus exercitus dan Cyrtodactylus siahaensis merupakan dua spesies cecak jari bengkok yang dideskripsikan dari India timur laut pada 2022. Keduanya ditempatkan dalam kelompok Cyrtodactylus khasiensis dan klad dataran tinggi di bagian selatan kelompok Cyrtodactylus kawasan Brahmaputra. Diagnosis kedua spesies didukung oleh kombinasi karakter morfologi, termasuk susunan tuberkel dorsal, jumlah sisik, lamela subdigital, pori preklokal, dan pola warna, serta analisis sekuens gen mitokondria ND2. Penemuan ini memperkuat pentingnya penelitian herpetofauna di kawasan Indo-Burma untuk mengungkap keragaman evolusioner reptil yang belum sepenuhnya terdokumentasi.
Informasi & Publikasi
Jayaditya Purkayastha, Hmar Tlawmte Lalremsanga, Beirathie Litho, Yashpal Singh Rathee, Sanath Chandra Bohra, Vabeiryureilai Mathipi, Lal Biakzuala and Lal Muansanga. 2022. Two New Cyrtodactylus (Squamata, Gekkonidae) from Northeast India. European Journal of Taxonomy. 794(1); 111-139. DOI: 10.5852/ejt.2022.794.1659 [2022-02-18]
Penulis: Ali Setyaki
Editor: Agung Monche
Foto by : Jayaditya Purkayastha, Hmar Tlawmte Lalremsanga, Beirathie Litho, Yashpal Singh Rathee, Sanath Chandra Bohra, Vabeiryureilai Mathipi, Lal Biakzuala and Lal Muansanga.
Link & DOI: 10.5852/ejt.2022.794.1659 [2022-02-18]