19/JANUARI/2026-16.00| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com-Pelaksanaan lomba burung berkicau skala nasional bertajuk "Murai Mania Goes to Bengkulu" yang digelar di Lapangan Sungai Suci, Minggu (18/1/2026), berakhir tragis dan ricuh. Acara yang seharusnya menjadi ajang bergengsi bagi para kicau mania tanah air ini justru berujung pada dugaan percobaan bunuh diri oleh sang ketua panitia.
Kronologi Kericuhan
Kericuhan bermula saat perlombaan yang dijadwalkan mulai pukul 10.30 WIB tidak menunjukkan tanda-tanda kejelasan. Puncaknya, setelah sesi lomba berakhir, para peserta mendapati fakta pahit bahwa hadiah yang dijanjikan tidak ada di lokasi acara. Situasi di lapangan seketika memanas karena ratusan peserta merasa tertipu. Di tengah ketegangan tersebut, beredar informasi bahwa ketua panitia berinisial HP dilarikan ke Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu. HP diduga nekat menenggak racun akibat tekanan setelah acara yang dikelolanya tersebut gagal total.
Peserta Merugi Jutaan Rupiah
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Bukan tanpa alasan, biaya pendaftaran untuk ajang nasional ini tergolong sangat tinggi, yakni berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per peserta.
"Kami sangat kecewa. Pendaftaran jutaan rupiah, tapi saat lomba selesai, hadiahnya tidak ada. Sekarang panitia menghilang, dan informasinya ketua mereka masuk rumah sakit karena minum racun," ujar Wahyu, salah satu peserta yang hadir.
Senada dengan Wahyu, peserta lainnya bernama Candra mengonfirmasi bahwa sejak pagi tidak ada kepastian dari pihak penyelenggara. Padahal, acara ini diikuti oleh banyak peserta kelas atas, termasuk sejumlah pejabat daerah yang turut serta membawa burung jagoan mereka.
Panitia "Menghilang"
Hingga berita ini disusun, keberadaan jajaran panitia lainnya masih misterius. Belum ada pernyataan resmi terkait nasib uang pendaftaran para peserta maupun kompensasi atas pembatalan hadiah tersebut.
Lantai RSHD Kota Bengkulu kini menjadi pusat perhatian karena keberadaan HP yang sedang menjalani perawatan intensif. Sementara itu, di lokasi lomba, para peserta masih menuntut pertanggungjawaban atas kerugian materiel dan imateriel yang mereka alami.
Penulis : Dilla Putri
Editor : Aji Jipang
Foto By : app FB : Mas Wahyu