Pygoscelis papua

Pygoscelis papua

Pygoscelis papua

Aves (Burung)
Selasa, 28 Oktober 2025
YunitaParami
114 Views

Oktober/28/2025-18.21|PARAMIDSN

  

Nama Ilmiah : Pygoscelis papua

Nama English : Gentoo Penguin

Nama Lokal : Penguin gentoo 

 

Penemu : J. R. Forster, 1781

 

Sinonim : -

 

Biogeografi : pulau subantartika,Kepulauan Falkland,Georgia Selatan,Kepulauan Sandwich Selatan serta Kepulauan Kerguelen,Pulau Macquarie,Kepulauan Heard,Kepulauan Crozet,Kepulauan Shetland Selatan,Semenanjung Antartika

Ekologi (Habitat) : pantai 

 

Taksonomi & Klasifikasi 

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Aves

Infraclass: Palaeognathae

Order: Sphenisciformes

Family: Spheniscidae 

Genus: Pygoscelis

Species: Pygoscelis papua

 

Included & Paleo species/  : -

-species Pygoscelis adeliae (Hombron & Jacquinot, 1841) - Adelie Penguin

-species Pygoscelis antarcticus (J. R. Forster, 1781) - Chinstrap Penguin

-species Pygoscelis papua (J. R. Forster, 1781) - Gentoo Penguin

 

Paleo Species 

-species Pygoscelis calderensis Acosta Hospitaleche, Chavez & Fritis, 2006 †

-species Pygoscelis grandis Walsh & Suárez, 2006 †

-species Pygoscelis tyreei Simpson, 1972 †

Subspesies : 

-subspecies Pygoscelis papua ellsworthi Murphy, 1947 - Antarctic Gentoo Penguin

-subspecies Pygoscelis papua papua (J. R. Forster, 1781) - Subantarctic Gentoo Penguin

-subspecies Pygoscelis papua poncetii Tyler, Bonfitto, Clucas, Reddy & Younger, 2020 - South Georgia Gentoo Penguin

-subspecies Pygoscelis papua taeniata (Peale, 1849) - Kerguelen Gentoo Penguin

 

Subspecies : 


 

Status Konservasi:

IUCN :  LC (Least concern/resiko rendah)

 

Morfologi 

Panjang: ± 70 - 90 cm (28 hingga 35 in)

Berat : 4,9 kg - 8,5 kg

 betina : -

Jantan : -

 

Fisiologi 

Paruh : paruhnya yang berwarna oranye-merah cerah

Bulu : memiliki punggung abu-abu dengan bagian depan putih

Sayap : menjadi sirip

Kaki : Kakinya berselaput berwarna putih-merah muda pucat dan ekornya yang cukup panjang

mata : -

 

Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal (aktif pada siang hari)..


 

Diet (Makanan) : ikan kecil,krill,udang,cumi-cumi,ikan rockcod abu-abu (Lepidonotothen squamifrons),lobster jongkok

 

Reproduksi : ovipar

Musim Reproduksi : -

Jumlah anak/Telur : ± 2 telur

 

(Lifespan) Masa Hidup

Alam liar : ± 15–20 tahun

Penangkaran :  25–30 tahun 


 

Notes : Mereka Hidup berkoloni, sangat sosial terutama selama musim berbiak. Menghabiskan sebagian besar waktunya mencari makan di laut dan kembali ke daratan untuk beristirahat serta berkembang biak. Gentoo penguin merupakan penyelam yang sangat baik dan mampu menyelam hingga lebih dari 200 meter, meskipun umumnya mencari mangsa pada kedalaman yang lebih dangkal  Pygoscelis papua merupakan spesies penguin terbesar ketiga di dunia setelah Emperor Penguin (Aptenodytes forsteri) dan King Penguin (Aptenodytes patagonicus). Spesies ini mudah dikenali dari garis putih lebar menyerupai pita yang melintang di atas kepala, paruh berwarna jingga kemerahan, serta ekor yang relatif lebih panjang dibandingkan penguin lainnya. Pygoscelis berasal dari bahasa Yunani, pyge yang berarti pantat atau bagian belakang tubuh, dan skelis yang berarti kaki, merujuk pada bentuk kaki dan posisi tubuh khas anggota genus ini. papua berarti "Papua" atau "berasal dari Papua". Nama ini diberikan oleh Johann Reinhold Forster karena pada masa itu spesimen awal sempat diduga berasal dari wilayah Papua, meskipun sebenarnya spesies ini hidup di kawasan Subantarktika dan Antarktika. Gentoo Penguin merupakan predator penting di ekosistem Samudra Selatan dengan memangsa krill, ikan kecil, cumi-cumi, dan krustasea lainnya sehingga membantu menjaga keseimbangan populasi organisme laut. Di sisi lain, penguin ini menjadi mangsa bagi anjing laut macan (Hydrurga leptonyx), singa laut, dan paus pembunuh (Orcinus orca). Koloni penguin juga menyumbangkan guano yang memperkaya unsur hara tanah pesisir sehingga mendukung pertumbuhan lumut, alga, dan berbagai mikroorganisme di wilayah kutub. Gentoo Penguin merupakan penguin tercepat di dunia, mampu berenang hingga sekitar 36 km/jam. Sarangnya dibangun dari batu-batu kecil, dan pasangan penguin sering saling menghadiahkan kerikil sebagai bagian dari ritual perkawinan. Bersifat monogami dalam satu musim berkembang biak, dan kedua induk bergantian mengerami telur serta merawat anak. Memiliki kemampuan menyelam selama 5–7 menit dalam satu kali penyelaman untuk mencari makanan.

Populasi beberapa koloni cenderung meningkat di wilayah Antarktika karena mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan lebih baik dibandingkan beberapa spesies penguin lainnya, meskipun perubahan iklim tetap menjadi ancaman jangka panjang bagi habitatnya.


 

Sumber Pustaka :

- GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

AVS-EBDH-3 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 3.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 58

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 149.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 188-190.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 28-37.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 38.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 45-50.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

AVS-EAA-DB-1 (2005) — Ensiklopedia Anak-Anak: Dunia Burung Jilid 1.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

AVS-ESS-4 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4 Burung.

AVS-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Burung (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

AVS-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung (Edisi Cetak 1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

GEN-BPD-DBS (2012)—Buku Pintar Dunia: Dunia Burung dan Serangga (Mengenal Fakta Sains dan Keunikannya).

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

AVS-EHBR-A (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).

AVS-PS-42BO (2010)—Memelihara 42 Burung Ocehan Populer.


 

Referensi :

https://www.biolib.cz/en/taxon/id8362/

https://id.wikipedia.org/wiki/Penguin_gentoo

https://en.wikipedia.org/wiki/Gentoo_penguin

 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Setyaki 

Foto By : Vladimír Motyčka | BioLib