Oktober/14/2025-20.06|PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Eudyptes robustus
Nama English : Snares Penguin
Nama Lokal : Penguin snares
Penemu : Oliver, 1953
Sinonim :
-Eudyptes pachyrhynchus robustus Oliver, 1953
-Eudyptes atratus Finsch, 1875
Biogeografi : Selandia Baru, Tasmania
Ekologi (Habitat) : pantai
Taksonomi & Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Infraclass: Palaeognathae
Order: Sphenisciformes
Family: Spheniscidae
Genus: Eudyptes
Species: Eudyptes robustus
Similar species/ species Fosil
-species Eudyptes chrysocome (J. R. Forster, 1781) - Southern Rockhopper Penguin
-species Eudyptes chrysolophus (J. F. Brandt, 1837) - Macaroni Penguin
-species Eudyptes moseleyi Mathews & Iredale, 1921 - Northern Rockhopper Penguin
-species Eudyptes pachyrhynchus G. R. Gray, 1845 - Fiordland Penguin
-species Eudyptes robustus Oliver, 1953 - Snares Penguin
-species Eudyptes schlegeli Finsch, 1876 - Royal Penguin
-species Eudyptes sclateri Buller, 1888 - Erect-crested Penguin
Fosil : species Eudyptes atatu Thomas, Tennyson, Scofield & Ksepka, 2020 †
Subspesies : -
Status Konservasi: VU (Vulnerable/rentan)
Morfologi
Tinggi : ± 50–70 cm
Berat :
betina : ± 2,5–4 kg
Jantan : ± 2,5–4 kg
Fisiologi
-Paruh : paruh tebal berwarna cokelat kemerahan, dengan kulit merah muda terang di pangkalnya.
-Bulu : sirip hitam dengan perut putih,jambul kuning cerah, dimulai dari pangkal paruh membentang di sepanjang bagian atas kepala di kedua sisi dan berakhir di belakang kepala
-Sayap : memiliki sayap berbeda dari individu ke individu, sehingga bukan merupakan karakteristik yang baik untuk identifikasi spesies
-Kaki : Berwarna pucat hingga merah muda keputihan, dengan telapak kaki berwarna lebih gelap (merah muda keabu-abuan)
-mata : Mata umumnya digambarkan berwarna merah-coklat cerah, tetapi warna ini dapat sedikit bervariasi antar individu dan dalam pencahayaan yang berbeda,memiliki garis alis kuning cerah yang memanjang di atas mata untuk membentuk jambul yang terkulai dan lebat
Ekologi (Tingkah Laku) : -
Diet (Makanan) : krustasea,terutama krill,serta ikan kecil dan sefalopoda
Reproduksi : ovipar
Musim Reproduksi : -
Jumlah anak/Telur : ± 2 telur
(Chronialogi) Masa Hidup : -
Alam liar : -
Penangkaran : -
Notes : Tidak seperti beberapa spesies penguin lain yang lebih sering berada di pantai berpasir, penguin ini terbiasa dengan permukaan yang licin dan terjal
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id8352/
https://id.wikipedia.org/wiki/Penguin_snares
https://en.wikipedia.org/wiki/Snares_penguin
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : Geoff de Lisle | Birds of the World