September/18/2025- 01.50| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Apteryx rowi
Nama English : Okarito Kiwi
Nama Lokal : Kiwi okarito
Penemu : A. J. D. Tennyson, R. L. Palma, H. A. Robertson, T. H. Worthy & B. Gill, 2003.
Sinonim : Apteryx rowi Burbidge dkk., 2003.; Apteryx rowi Marsh, 2003.
Biogeografi : (Selandia baru) hutan Okarito Pantai Barat & Pulau Selatan.
Ekologi (Habitat) :
- Habitat Terbuka, Padang Rumput, Moor, Alang-Alang, Savana, Ladang Semak.
- Hutan Tropis & Hutan Hujan.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Infraclass: Palaeognathae
Order: Apterygiformes
Family: Apterygidae
Genus: Apteryx
Species: A.rowi
Similar species/ species Fosil : 5/1
- species Apteryx australis (Shaw, 1813), Southern Brown Kiwi.
- species Apteryx mantelli (A. D. Bartlett, 1852) North Island Brown Kiwi.
- species Apteryx maxima (Sclater & Hochstetter, 1861) Great Spotted Kiwi.
- species Apteryx owenii Gould, 1847 - Little Spotted Kiwi.
- species Apteryx rowi (A. J. D. Tennyson, R. L. Palma, H. A. Robertson, T. H. Worthy & B. Gill, 2003) Okarito Kiwi.
Fosil :
- species Apteryx littoralis (Tennyson & Tomotani, 2021).
Subspesies : -
Status Konservasi: VU(Vulnerable/Rentan).
Morfologi :
Panjang : 40cm
Berat : 1,9kg - 2,6kg
betina : 2,6 kg
Jantan : 1,9 kg
Fisiologi :
Warna : cokelat pucat yang bergaris-garis cokelat dan hitam,
paruh : panjang pucat
cakar : pendek berwarna pucat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal : aktif pada malam hari.
Diet (Makanan) : Cacing tanah, larva kumbang kokchafer , ulat bulu, larva lalat bangau , dan laba-laba
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : Juli - Januari
Jumlah anak/Telur : 3 Telur
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :20 - 30 tahun
Penangkaran : 40 tahun
Notes : Kiwi Okarito saat ini diklasifikasikan sebagai Rentan oleh IUCN karena hilangnya habitat dan pemangsaan oleh cerpelai introduksi. Upaya konservasi seperti Operasi Nest Egg dan rezim pengendalian cerpelai sebagian telah berhasil memulihkan populasi rowi. Namun, keberadaan rowi masih dalam tahap rapuh. Pemangsaan , terutama dari hewan impor seperti cerpelai , masih menjadi ancaman terbesar bagi rowi. Hutan Okarito Selatan ditetapkan sebagai suaka kiwi pada tahun 2000.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Okarito_kiwi
https://www.biolib.cz/en/taxon/id190691/
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : Vivi Yuanita
Foto By : App inaturalist | gemma thomas