25/Desember/2025 – 15.30 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya, Paramidsn.com – Ketika mendengar kata zebra, hampir semua orang akan membayangkan mamalia bercorak garis-garis hitam dan putih yang menjadi salah satu simbol padang savana Afrika. Namun alam kembali menunjukkan bahwa tidak ada aturan yang benar-benar mutlak. Seekor zebra liar bernama Tira berhasil mengejutkan dunia karena memiliki pola tubuh yang sama sekali berbeda dari zebra pada umumnya. Saat ini zebra terdiri atas tiga spesies yang masih hidup, yaitu Equus quagga (Zebra Dataran), Equus zebra (Zebra Gunung), dan Equus grevyi (Zebra Grevy). Dari ketiga spesies tersebut, Zebra Dataran memiliki enam subspesies, Zebra Gunung memiliki dua subspesies, sedangkan Zebra Grevy tidak memiliki subspesies yang diakui.
Zebra Bertotol Pertama yang Pernah Terekam
Di kawasan Maasai Mara, Kenya, para peneliti dan fotografer satwa liar menemukan seekor anak zebra yang memiliki pola tubuh sangat tidak biasa. Zebra yang kemudian diberi nama Tira itu tidak memperlihatkan garis-garis hitam putih seperti zebra lainnya, melainkan dihiasi bintik-bintik putih kecil yang tersebar pada tubuh berwarna cokelat gelap. Fenomena langka tersebut merupakan akibat dari mutasi genetik yang dikenal sebagai pseudomelanisme, yaitu gangguan pembentukan pola garis selama perkembangan embrio. Akibatnya, garis-garis khas zebra gagal terbentuk secara sempurna dan berubah menjadi pola bercak atau titik-titik. Para ahli meyakini perubahan pola tersebut berkaitan dengan proses distribusi melanin, pigmen yang menentukan warna kulit dan rambut, ketika janin berkembang di dalam kandungan.
Walaupun tampil berbeda, Tira tetap hidup berdampingan dengan kawanan zebra lainnya dan menjadi salah satu contoh paling menarik mengenai variasi genetik alami yang pernah didokumentasikan pada mamalia liar.
Mengapa Zebra Memiliki Garis?
Selama bertahun-tahun para ilmuwan mengajukan berbagai teori mengenai fungsi garis pada zebra. Penelitian modern menunjukkan bahwa pola tersebut kemungkinan memiliki beberapa manfaat sekaligus, antara lain:
1) Mengurangi gangguan lalat pengisap darah seperti lalat tsetse.
2) Membantu penyamaran visual ketika zebra bergerak dalam kawanan.
Membantu pengenalan individu antaranggota kelompok.
3) Berperan dalam pengaturan suhu tubuh melalui perbedaan penyerapan panas.
Kasus Tira membuktikan bahwa perubahan kecil pada gen dapat menghasilkan pola tubuh yang sangat berbeda dari mayoritas zebra.
Tiga Spesies Zebra Menghadapi Ancaman
Di balik keindahan pola tubuhnya, seluruh spesies zebra menghadapi berbagai ancaman serius di alam liar.
Zebra Dataran (Equus quagga) berstatus Vulnerable (VU/Rentan) menurut IUCN, yang menunjukkan spesies ini menghadapi risiko tinggi menuju kepunahan apabila ancaman terus berlanjut.
Zebra Gunung (Equus zebra) dikategorikan sebagai Near Threatened (NT/Hampir Terancam), artinya populasinya mulai mendekati kategori satwa terancam.
Zebra Grevy (Equus grevyi) memiliki status Endangered (EN/Genting), menandakan spesies tersebut menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar.
Ancaman Perburuan dan Hilangnya Habitat
Sejak ratusan tahun lalu, zebra menjadi target perburuan karena kulitnya yang memiliki motif unik dan bernilai tinggi di pasar internasional. Kulit zebra dimanfaatkan sebagai bahan fesyen, dekorasi, maupun koleksi. Di beberapa wilayah Afrika, daging zebra juga dikonsumsi, sedangkan tulang dan bagian tubuh lainnya terkadang dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional atau cendera mata.
Selain perburuan legal maupun ilegal, berkurangnya habitat akibat ekspansi pertanian, pembangunan, serta kompetisi dengan ternak domestik semakin memperkecil ruang hidup zebra.
Etimologi Equus
Nama genus Equus berasal dari bahasa Latin yang berarti "kuda", mencerminkan hubungan dekat zebra dengan kuda dan keledai dalam famili Equidae.
Nama quagga berasal dari bahasa Khoikhoi yang meniru suara panggilan zebra ("kwa-ha"), yang kemudian menjadi nama bagi Zebra Dataran sekaligus subspesies Quagga yang telah punah.
Nama zebra pada spesies Equus zebra berasal dari kata zebra, yang diperkirakan berasal dari bahasa Portugis zebro atau zevro, istilah kuno untuk menyebut hewan liar mirip keledai di Semenanjung Iberia.
Nama grevyi diberikan untuk menghormati Jules Grévy, Presiden Prancis yang menerima seekor zebra sebagai hadiah diplomatik dari Kaisar Abyssinia (Etiopia) pada akhir abad ke-19.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Class : Mammalia
Ordo : Perissodactyla
Family : Equidae
Genus : Equus
Spesies :
Nama Ilmiah (Zebra Dataran) : Equus quagga
Nama Ilmiah (Zebra Gunung) : Equus zebra
Nama Ilmiah (Zebra Grevy) : Equus grevyi
Notes : Sejarah bahkan mencatat salah satu subspesies zebra dataran, Quagga (Equus quagga quagga), resmi dinyatakan punah pada abad ke-19 akibat eksploitasi manusia.
Di tengah ancaman yang terus meningkat terhadap ketiga spesies zebra, kemunculan Tira menjadi pengingat bahwa alam masih menyimpan keajaiban genetika yang luar biasa sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga populasi satwa liar agar keragaman tersebut tidak ikut menghilang.
Penulis : Ali Maruf
Editor : Dilla
Foto By : Inaturlais | Ratish Nair