xbread alam Burung trucuk & Gentilang apakah hanya ada di Indonesia?

xbread alam Burung trucuk & Gentilang apakah hanya ada di Indonesia?

xbread alam Burung trucuk & Gentilang apakah hanya ada di Indonesia?

Aves
Kamis, 30 April 2026
Dsn Mamalia
63 Views

29/APRIL/2026 | REDAKSI PARAMIDSN


 

SURABAYA, Paramidsn.com — Fenomena xbreed atau persilangan alami antarburung kian menarik perhatian pengamat satwa liar, khususnya pada burung-burung populer seperti trucuk dan yang kerap disebut “gentilang” oleh masyarakat. Namun, benarkah kedua jenis burung ini hanya hidup di Indonesia?


 

Fenomena Xbreed di Alam: Mitos atau Fakta?

Di kalangan penghobi burung, istilah xbreed (crossbreed) sering dikaitkan dengan upaya menyilangkan dua spesies berbeda untuk menghasilkan suara atau warna unik. Bahkan, ada laporan bahwa burung seperti trucuk kerap terlihat hidup berdampingan dengan spesies lain seperti kutilang, sehingga memunculkan dugaan adanya persilangan alami. Namun secara ilmiah, persilangan alami antarspesies burung di alam liar tergolong jarang terjadi. Jika pun terjadi, biasanya terbatas pada spesies yang masih sangat dekat secara genetik (misalnya dalam satu genus). Oleh karena itu, sebagian besar “xbreed” yang dikenal justru hasil campur tangan manusia di penangkaran, bukan fenomena alami murni.
 

Burung Trucuk: Tidak Hanya Indonesia

Burung trucuk yang umum dikenal sebagai cucak trucuk memiliki nama ilmiah Pycnonotus goiavier dan termasuk keluarga Pycnonotidae. Meski sangat populer di Indonesia, burung ini tidak endemik Indonesia. Ia tersebar luas di kawasan Asia tropis hingga Asia Tenggara.Artinya, populasi trucuk juga dapat ditemukan di negara lain seperti : Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam,Dengan demikian, klaim bahwa trucuk hanya ada di Indonesia adalah tidak tepat secara ilmiah.


 

Gentilang”: Nama Lokal yang Membingungkan

Istilah “gentilang” bukan nama ilmiah resmi, melainkan sebutan lokal yang sering merujuk pada burung dari kelompok merbah atau cucak-cucakan juga. Dalam banyak kasus, nama ini bisa mengacu pada spesies berbeda tergantung daerah.

Mayoritas burung yang disebut “gentilang” juga berasal dari keluarga Pycnonotidae—kelompok burung yang menyebar luas dari Afrika hingga Asia. Artinya, sama seperti trucuk:  “Gentilang” juga bukan burung yang hanya ada di Indonesia.


 

Fenomena terjadi

Fenomena xbreed antara trucuk dan “gentilang” di alam liar lebih banyak bersifat spekulatif dibanding fakta ilmiah. Selain itu:

Trucuk bukan burung endemik Indonesia, melainkan tersebar luas di Asia Tenggara

“Gentilang” hanyalah nama lokal, dan spesiesnya juga tidak terbatas di Indonesia

Indonesia tetap memiliki burung endemik, tetapi bukan dari kedua kelompok ini. Namun memang ada yang bisa xbread keduanya namun dengan tingkat kesulitan yang cukup lumayan. Dan beberapa memang ada di temukan di tempat dekat TMII Jakarta ada yang mengamati beberapa xbread keduanya dari alam dan bukan campur tangan manusia.


 

Klasifikasi & Taksonomi (Burung Trucuk / Pycnonotus goiavier)

Kingdom: Animalia

 Filum: Chordata

 Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

 Famili: Pycnonotidae
Genus: Pycnonotus

Spesies: Pycnonotus goiavier
 

Klasifikasi & Taksonomi (Burung Getilang / Kutilang)

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Pycnonotidae

Genus: Pycnonotus

Spesies: Pycnonotus aurigaster

Notes :  Nama “getilang/gentilang” bisa berbeda arti tergantung daerah.

Di beberapa wilayah, sebutan ini juga bisa merujuk ke jenis merbah lain dalam genus Pycnonotus.

Semua kelompok ini masih satu keluarga (Pycnonotidae), sehingga sering dianggap “mirip” dan mudah tertukar secara lokal.



 

Penulis : Ali Setyaki 

Editor : Agung Monche

Foto By : source YT bdbci

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.