29/APRIL/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Fenomena xbreed atau persilangan alami antarburung kian menarik perhatian pengamat satwa liar, khususnya pada burung-burung populer seperti trucuk dan yang kerap disebut “gentilang” oleh masyarakat. Namun, benarkah kedua jenis burung ini hanya hidup di Indonesia?
Fenomena Xbreed di Alam: Mitos atau Fakta?
Di kalangan penghobi burung, istilah xbreed (crossbreed) sering dikaitkan dengan upaya menyilangkan dua spesies berbeda untuk menghasilkan suara atau warna unik. Bahkan, ada laporan bahwa burung seperti trucuk kerap terlihat hidup berdampingan dengan spesies lain seperti kutilang, sehingga memunculkan dugaan adanya persilangan alami. Namun secara ilmiah, persilangan alami antarspesies burung di alam liar tergolong jarang terjadi. Jika pun terjadi, biasanya terbatas pada spesies yang masih sangat dekat secara genetik (misalnya dalam satu genus). Oleh karena itu, sebagian besar “xbreed” yang dikenal justru hasil campur tangan manusia di penangkaran, bukan fenomena alami murni.
Burung Trucuk: Tidak Hanya Indonesia
Burung trucuk yang umum dikenal sebagai cucak trucuk memiliki nama ilmiah Pycnonotus goiavier dan termasuk keluarga Pycnonotidae. Meski sangat populer di Indonesia, burung ini tidak endemik Indonesia. Ia tersebar luas di kawasan Asia tropis hingga Asia Tenggara.Artinya, populasi trucuk juga dapat ditemukan di negara lain seperti : Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam,Dengan demikian, klaim bahwa trucuk hanya ada di Indonesia adalah tidak tepat secara ilmiah.
“Gentilang”: Nama Lokal yang Membingungkan
Istilah “gentilang” bukan nama ilmiah resmi, melainkan sebutan lokal yang sering merujuk pada burung dari kelompok merbah atau cucak-cucakan juga. Dalam banyak kasus, nama ini bisa mengacu pada spesies berbeda tergantung daerah.
Mayoritas burung yang disebut “gentilang” juga berasal dari keluarga Pycnonotidae—kelompok burung yang menyebar luas dari Afrika hingga Asia. Artinya, sama seperti trucuk: “Gentilang” juga bukan burung yang hanya ada di Indonesia.
Fenomena terjadi
Fenomena xbreed antara trucuk dan “gentilang” di alam liar lebih banyak bersifat spekulatif dibanding fakta ilmiah. Selain itu:
Trucuk bukan burung endemik Indonesia, melainkan tersebar luas di Asia Tenggara
“Gentilang” hanyalah nama lokal, dan spesiesnya juga tidak terbatas di Indonesia
Indonesia tetap memiliki burung endemik, tetapi bukan dari kedua kelompok ini. Namun memang ada yang bisa xbread keduanya namun dengan tingkat kesulitan yang cukup lumayan. Dan beberapa memang ada di temukan di tempat dekat TMII Jakarta ada yang mengamati beberapa xbread keduanya dari alam dan bukan campur tangan manusia.
Klasifikasi & Taksonomi (Burung Trucuk / Pycnonotus goiavier)
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Pycnonotidae
Genus: Pycnonotus
Spesies: Pycnonotus goiavier
Klasifikasi & Taksonomi (Burung Getilang / Kutilang)
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Pycnonotidae
Genus: Pycnonotus
Spesies: Pycnonotus aurigaster
Notes : Nama “getilang/gentilang” bisa berbeda arti tergantung daerah.
Di beberapa wilayah, sebutan ini juga bisa merujuk ke jenis merbah lain dalam genus Pycnonotus.
Semua kelompok ini masih satu keluarga (Pycnonotidae), sehingga sering dianggap “mirip” dan mudah tertukar secara lokal.
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto By : source YT bdbci