9/ Juni /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com —Di balik modernitas Jepang yang serba cepat, tersimpan sebuah tradisi kuno yang memikat, yakni Takagari—seni berburu tradisional menggunakan burung pemangsa. Meskipun sering kali dikaitkan dengan suku-suku nomaden di Asia Tengah, Jepang memiliki sejarah panjang dan mendalam mengenai kolaborasi unik antara manusia dan burung pemangsa, yang bukan sekadar aktivitas berburu, melainkan simbol prestise dan spiritualitas.
Tradisi yang Melegenda
Sejak abad ke-4, Takagari diperkenalkan ke Jepang dari daratan Asia. Awalnya, kegiatan ini merupakan hak istimewa para kaisar, bangsawan, dan kelas samurai. Burung-burung seperti elang (khususnya jenis Northern Goshawk atau Accipiter gentilis) dilatih dengan sangat disiplin. Hubungan antara pemburu dan burungnya didasarkan pada kepercayaan mutlak; burung tidak dianggap sebagai alat, melainkan sebagai mitra dalam sebuah tarian kerja sama yang presisi.
Di wilayah utara, masyarakat adat Ainu juga memiliki kedekatan spiritual dengan elang. Bagi mereka, elang merupakan perwujudan kamuy (dewa atau roh) yang dihormati. Meskipun metode berburu mereka lebih dikenal melalui panah beracun dan jebakan, penggunaan bulu elang yang berharga serta penghormatan terhadap burung pemangsa sebagai penguasa langit menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka yang hidup selaras dengan alam.
Warisan yang Bertahan di Era Modern
Pasca Restorasi Meiji, tradisi berburu elang mulai memudar karena perubahan sistem sosial. Namun, hingga saat ini, Takagari tetap dilestarikan oleh segelintir klub penggemar dan praktisi yang berdedikasi. Mereka memegang teguh teknik pelatihan tradisional yang diwariskan turun-temurun, memastikan bahwa seni kuno ini tidak terkubur oleh kemajuan zaman. UNESCO pun telah mengakui falconry (seni berburu dengan elang) sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, menegaskan bahwa ini adalah praktik yang perlu dijaga keaslian dan kelestariannya.
Etimologi: Astur gentilis
Nama ilmiah ini berasal dari bahasa Latin yang memberikan deskripsi mendalam mengenai karakteristik dan perilaku burung tersebut:
1. Astur
Kata Astur berasal dari bahasa Latin klasik yang digunakan untuk menyebut jenis burung pemangsa (elang atau alap-alap). Kata ini berakar dari kata astur, yang diduga kuat berhubungan dengan istilah astutus yang berarti "licik", "cerdik", atau "pintar". Nama ini mencerminkan karakteristik perilaku burung Goshawk yang dikenal sebagai pemburu yang sangat cerdas, gesit, dan memiliki teknik penyergapan yang taktis saat berburu di area hutan yang lebat.
2. Gentilis
Kata gentilis berasal dari bahasa Latin yang berarti "bangsawan", "berkelas", "milik keluarga terpandang", atau "dari ras yang baik". Dalam konteks biologis, pemberian nama gentilis merujuk pada sifat burung ini yang dianggap "berbudi luhur" atau "elegan" karena ketangkasan dan kekuatannya.
Secara historis, di Eropa dan banyak kebudayaan termasuk Jepang, jenis burung ini memang dipandang sebagai burung "bangsawan" karena hanya orang-orang dari kasta tinggi atau keluarga terpandang (gentile) yang memiliki hak istimewa untuk melatih dan memilikinya sebagai mitra berburu dalam olahraga falconry.
Dengan demikian, jika digabungkan, Astur gentilis secara etimologis dapat diartikan sebagai "si cerdik yang bangsawan". Nama ini sangat merepresentasikan reputasi burung tersebut yang tidak hanya unggul secara fisik dan teknik berburu, tetapi juga memiliki status sosial yang tinggi dalam sejarah peradaban manusia.
Klasifikasi dan Taksonomi Elang (Contoh: Elang Alap-alap/Goshawk)
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Genus: Astur
Spesies: Astur gentilis
Note : Dilansir dari Biolib dan INaturalist Genus Astur sendiri tersiri dari 9 Species Yakni :
Included Species
- Astur atricapillus (A. Wilson, 1812) - American GosGoshaw
- Astur bicolor (Vieillot, 1817) - Bicolored Hawk
- Astur chilensis (Philippi & Landbeck, 1864) - Chilean Hawk
- Astur cooperii (Bonaparte, 1828) - Cooper's Hawk
- Astur gentilis (Linnaeus, 1758) - Northern Goshawk
- Astur gundlachi (Lawrence, 1860) - Gundlach's Hawk
- Astur henstii (Schlegel, 1873) - Henst's Goshawk
- Astur melanoleucus (A. Smith, 1830) - Black Sparrowhawk
- Astur meyerianus (Sharpe, 1878) - Meyer's Goshawk
Sedangkan untuk species Astur gentilis sendiri setidaknya memiliki subspesies sebanyak 7 ssp atau subspesies berikut daftar Subspesies mereka yakni :
- Astur gentilis albidus Menzbier, 1882
- Astur gentilis arrigonii O. Kleinschmidt, 1903
- Astur gentilis buteoides Menzbier, 1882
- Astur gentilis fujiyamae Swann & Hartert, 1923
- Astur gentilis gentilis (Linnaeus, 1758)
- Astur gentilis marginatus (Piller & Mitterpacher, 1783)
- Astur gentilis schvedowi Menzbier, 1882
Penulis: Mas Tahzain
Editor : Agung Monche
Foto by : Yt Zenwarhorse