Spesies Banteng apa yang di gunakan untuk matador?

Spesies Banteng apa yang di gunakan untuk matador?

Spesies Banteng apa yang di gunakan untuk matador?

Mamalia
Kamis, 18 Juni 2026
Dsn Mamalia
61 Views

15/Juni /2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com —Ketika mendengar kata "matador", sebagian besar orang langsung membayangkan seorang penunggang kain merah yang berhadapan dengan seekor banteng besar bertanduk panjang di arena Spanyol. Namun, tidak semua orang mengetahui bahwa hewan yang digunakan dalam pertunjukan tersebut bukanlah banteng liar biasa, melainkan hasil seleksi genetik yang telah berlangsung selama berabad-abad.


 

Toro Bravo / Spanish Fighting Bull

Spesies yang digunakan dalam corrida de toros (adu banteng tradisional Spanyol) adalah Toro Bravo atau Spanish Fighting Bull, suatu ras sapi domestik yang termasuk ke dalam spesies Bos taurus. Ras ini dikembangkan khusus untuk memiliki sifat agresif, keberanian tinggi, kekuatan fisik, stamina, serta respons menyerang yang kuat terhadap gerakan di sekitarnya. Tidak seperti sapi potong atau sapi perah pada umumnya, Toro Bravo dipelihara secara semi-liar di padang rumput luas yang disebut dehesa. Selama masa pertumbuhannya, kontak dengan manusia dijaga seminimal mungkin agar naluri alaminya tetap terpelihara hingga dewasa. Seekor banteng biasanya memasuki arena pada usia sekitar 4–5 tahun dengan berat yang dapat mencapai 500–700 kilogram.

Dalam dunia matador, beberapa garis keturunan banteng bahkan terkenal karena keberanian dan keganasannya. 


 

Garis Miura & Kontroversi Modern

Salah satu yang paling legendaris adalah garis Miura, yang dikenal menghasilkan banteng berukuran besar dan sulit ditaklukkan. Banteng Miura bernama Islero tercatat dalam sejarah setelah menyebabkan kematian matador terkenal Spanyol, Manolete, pada tahun 1947. Meski sering disebut "banteng Spanyol", secara ilmiah hewan ini tetap merupakan sapi domestik (Bos taurus). Perbedaannya terletak pada proses seleksi buatan yang berfokus pada karakter perilaku dan kemampuan bertarung, bukan produksi daging atau susu. Karena itulah Toro Bravo dianggap sebagai salah satu ras sapi paling unik di dunia. Di era modern, tradisi matador terus menjadi perdebatan. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai warisan budaya berusia ratusan tahun, sementara pihak lain menilainya sebagai praktik yang tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan satwa. Namun terlepas dari kontroversinya, Toro Bravo tetap menjadi simbol kuat budaya Iberia dan salah satu ras ternak paling terkenal dalam sejarah manusia.


 

Peternakan Toro Bravo

Secara ekologis, peternakan Toro Bravo membantu mempertahankan ekosistem padang rumput tradisional Spanyol yang dikenal sebagai dehesa. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi berbagai satwa liar Iberia, termasuk burung pemangsa dan mamalia kecil. Toro Bravo memiliki tubuh berotot, leher kuat, kaki relatif panjang, dan tanduk yang berkembang baik. Berat pejantan dewasa umumnya berkisar antara 500–700 kg dengan kemampuan berlari cepat dan manuver yang lincah. Salah satu garis keturunan paling terkenal adalah Miura, yang dikenal menghasilkan banteng berukuran besar dengan temperamen yang sulit diprediksi. Nama Miura bahkan menjadi inspirasi bagi beberapa model mobil sport dari .


 

Etimologi Bos

Kata Bos berasal dari bahasa Latin yang berarti "sapi", sedangkan taurus berarti "banteng". Istilah Toro Bravo secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "banteng pemberani" atau "banteng ganas", merujuk pada sifat utama yang dipertahankan melalui seleksi pemuliaan selama berabad-abad


 

Klasifikasi & Taksonomi Toro bravo

Kingdom): Animalia
 

Filum : Chordata
 

Class : Mammalia
 

Ordo : Artiodactyla
 

Family: Bovidae
 

 Subfamily: Bovinae
 

Genus: Bos
 

Spesies: Bos taurus
 

Ras (Breed): Toro Bravo / Spanish Fighting Bull
 

Notes: Toro Bravo bukan merupakan spesies tersendiri, melainkan ras khusus dari sapi domestik (Bos taurus) yang dikembangkan di Semenanjung Iberia. Ras ini dipilih selama ratusan tahun berdasarkan keberanian, agresivitas, kekuatan, dan ketahanan fisiknya.



 

Penulis : Mas Tahzain

Editor : Suaizam

Foto by : festival San Fermin di Pamplona, Spanyol, 11 Juli 2022. REUTERS/Juan Medina

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.