8/MARET/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com– Jika kita berbicara tentang amfibi, pikiran kita biasanya langsung tertuju pada katak yang melompat atau salamander yang lincah. Namun, ada satu ordo amfibi yang sangat misterius dan jarang tersentuh pemberitaan: Caecilian (Sesilia). Dari sekian banyak spesies, Siphonops annulatus atau Sesilia Cincin adalah yang paling menarik perhatian para peneliti evolusi. amfibi yang sekilas tampak seperti cacing tanah raksasa ini menyimpan perilaku induk yang sangat ekstrem dan unik di dunia hewan.
Bukan Ular, Bukan Cacing
Meskipun bertubuh panjang dan tidak berkaki, Siphonops annulatus adalah amfibi sejati. Mereka memiliki tulang belakang dan kulit yang lembap. Spesies ini memiliki pola cincin putih yang kontras pada tubuhnya yang berwarna gelap, yang membantu mereka menyamar di tanah lembap Amerika Selatan. Karena hidup di bawah tanah, mata mereka hampir tidak berfungsi, namun mereka memiliki tentakel sensorik kecil di dekat hidung untuk mendeteksi mangsa.
Fenomena "Dermatophagy": Pengorbanan Sang Induk
Hal yang paling mencengangkan dari Siphonops annulatus adalah cara mereka membesarkan anak. Spesies ini melakukan praktik yang disebut Dermatophagy.
Setelah telur menetas, anak-anak Sesilia akan lahir dengan gigi-gigi kecil yang tajam. Sang induk kemudian akan menumbuhkan lapisan luar kulit yang sangat tebal dan kaya akan lemak serta nutrisi. Anak-anak Sesilia akan menggunakan gigi mereka untuk "mengupas" dan memakan kulit ibunya sendiri. Sang induk tidak mati; ia akan menumbuhkan kembali kulitnya setiap beberapa hari untuk dimakan kembali oleh anak-anaknya sampai mereka cukup besar untuk mencari makan sendiri.
Penyedap Nutrisi: "Susu" Amfibi?
Penelitian terbaru di tahun 2024 bahkan menemukan bahwa selain memberikan kulitnya, induk Siphonops annulatus juga mengeluarkan cairan kaya lipid dari saluran reproduksinya yang berfungsi mirip dengan susu pada mamalia. Ini menjadikan mereka salah satu amfibi pertama di dunia yang diketahui memiliki perilaku "menyusui".
Mengapa Data Sesilia Jarang ?
Kelangkaan berita mengenai Sesilia disebabkan oleh habitat mereka yang ekstrem. Sebagai hewan fosorial, mereka jarang muncul ke permukaan kecuali saat hujan lebat. Minimnya pengamatan langsung di lapangan membuat status konservasi banyak spesies Sesilia masih berada dalam kategori Data Deficient (Kekurangan Data). menekankan bahwa satwa-satwa yang "tidak terlihat" seperti Sesilia memiliki peran ekologis yang besar sebagai penyeimbang ekosistem tanah. Menjaga kelestarian habitat tanah yang sehat adalah kunci utama agar amfibi unik ini tidak punah sebelum sempat kita pelajari lebih dalam.
Referensi:
https://www.inaturalist.org/observations/137490432
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=28051
Penulis: Ali Maruf
Editor: Adi Mikayasa
Foto By : Inaturalist | tukup