6/MARET/2026| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com– Dalam catatan sejarah peradaban dunia, satwa seringkali memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan besar. Salah satu kisah yang paling ikonik adalah kisah Al-Qashwa, unta betina milik Nabi Muhammad SAW, yang secara mandiri memilih lokasi tempat berdirinya Masjid Nabawi di Madinah. Bukan sekadar hewan tunggangan, Al-Qashwa menjadi simbol "navigasi ilahi" yang menyatukan kaum Anshar saat menyambut kedatangan sang Nabi dalam peristiwa Hijrah.
Navigasi Al-Qashwa: "Biarkan Ia Berjalan"
Saat Rasulullah SAW tiba di Yatsrib (Madinah), setiap pemuka kabilah berharap beliau tinggal di rumah mereka. Menanggapi perebutan yang penuh cinta tersebut, Rasulullah bersabda: "Biarkanlah unta ini berjalan, karena sesungguhnya ia telah diperintah (oleh Allah)." Al-Qashwa terus berjalan menyusuri jalanan Madinah hingga akhirnya ia mendekam (berlutut) di sebuah tanah milik dua anak yatim, Sahl dan Suhail. Titik itulah yang kemudian menjadi lokasi pembangunan Masjid Nabawi yang kita kenal hari ini. Secara zoologi, ini menunjukkan betapa tenangnya temperamen unta terlatih dalam menghadapi kerumunan massa yang besar.
Karakteristik Al-Qashwa: Si Telinga Terpotong
Secara etimologi, nama Al-Qashwa berarti "unta yang ujung telinganya terpotong sedikit". Namun, para ahli sejarah menyebutkan bahwa itu hanyalah nama julukan, dan telinganya sebenarnya utuh.
Berdasarkan referensi MML-PAL-1979, unta jenis Camelus dromedarius (Satu Punuk) seperti Al-Qashwa dikenal memiliki daya tahan luar biasa untuk perjalanan jarak jauh (long-distance travel). Al-Qashwa tercatat memiliki kecepatan lari yang sulit ditandingi oleh unta lain di zamannya, menjadikannya salah satu spesimen terbaik dari ras unta Arab.
Unta Kesayangan Nabi (Qaswa)
Unta betina yang sangat disayangi Nabi, sering disebut Al-Qashwa atau Qiswa, adalah yang digunakan saat hijrah dan Haji Wada'. Berikut Fakta penting Al-Qashwa:
- Titik Nol: Lokasi Masjid Nabawi ditentukan oleh tempat berlututnya unta ini.
- Ras Unggul: Merupakan spesies Camelus dromedarius dengan kecepatan dan ketahanan luar biasa.
- Insting Tajam: Menunjukkan kecerdasan mamalia dalam merespons perintah dan lingkungan. Beberapa Nama Unta Kesayangan Rasulullah Nama-nama Unta: yaitu al-Adhba, al-Jada, dan al-Qashwa.
Klasifikasi Spesies: Al-Qashwa
Genus: Camelus
Species: Camelus dromedarius
Included Species (Kerabat Dekat):
Camelus dromedarius (Unta Arab/Satu Punuk) – Ras yang sama dengan Al-Qashwa.
Camelus bactrianus (Unta Baktria/Dua Punuk) – Hidup di wilayah Asia Tengah yang lebih dingin.
Camelus ferus \dagger (Unta Liar) – Kerabat yang kini terancam punah.
Data Teknis (Longevity & Karakter):
Longevity: Al-Qashwa hidup hingga masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Perilaku: Dikenal sangat setia dan memiliki ikatan batin yang kuat dengan pemiliknya.
Morfologi: Memiliki warna bulu kemerahan yang bersih, khas unta ras unggul Semenanjung Arab.
Sumber Pustaka PARAMIDSN (SKRP System):
MML-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna: MAMALIA.
HIS-SRN-MUH — Sirah Nabawiyah (Ibnu Hisyam & Syafiyyurrahman al-Mubarakfuri).
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic Faunapedia hlm 155-168.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan.
Penulis: Ali Maruf
Editor: Adi Mikayasa
Foto By: DATABASE PARAMIDSN| ZOO SURABAYA Indonesia
License: CC-BY-NC