Satwa yang biasa di jadikan tanda kemunculan Kiamat !!!!

Satwa yang biasa di jadikan tanda kemunculan Kiamat !!!!

Satwa yang biasa di jadikan tanda kemunculan Kiamat !!!!

Amfibi
Jumat, 16 Januari 2026
Dsn Mamalia
15 Views

15JANUARI/2026 - 12.40| Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya,Paramidsn.com- Kiamat!!!! Ya sebuah kalimat atau kata yang menggambarkan akhir dunia atau bencana alam dengan skala yang cukup besar. Dimana Kiamat di gambarkan oleh pemeluk kepercayaan kepercayaan agama masing masing. Namun di balik itu semua ada tanda tanda Satwa yang di jadikan acuan atau jika kemunculan nya terjadi maka pertanda akan datangnya hari kiamat atau akhir dunia akan segera Terjadi. 

 

 Satwa yg jadi tanda Kiamat.

Dengan adanya era Media sosial di tahun tahun lalu sekitar 2014 banyak yang menyatakan telah melihat Satwa atau Hewan yang tidak memiliki mata dan tubuhnya putih serta hidupnya di Goa. Satwa tersebut sebenarnya sudah ada di zaman dahulu atau memang sudah di temukan namun perkembangan media sosial di tahun itu tidak sepesat sekarang atau se canggih sekarang dimana semua informasi dapat di konfirmasi dengan jelas. Padahal itu hanya berita angin atau kabar HOAX saja. Ternyata Satwa yang dijadikan kabar hoax atau tanda kemunculan Kiamat ialah Species Olm. Penyebutan tertulis pertama olm terdapat dalam The Glory of the Duchy of Carniola pada tahun (1689) karya Johann Weikhard von Valvasor sebagai bayi naga . Hujan lebat di Slovenia akan menghanyutkan olm dari habitat bawah tanahnya, sehingga memunculkan kepercayaan rakyat bahwa naga-naga besar hidup di bawah kerak bumi, dan olm adalah keturunan yang belum berkembang dari makhluk mitos ini.

 

Sejarah Olm Proteus anguinus

species Olm adalah salamander air serta amfibi yang merupakan satu-satunya spesies dalam genus Proteus yang hidup di gua yang ditemukan di Eropa.Peneliti pertama yang berhasil menangkap olm hidup adalah seorang dokter dan peneliti dari Idrija , Giovanni Antonio Scopoli , yang mengirimkan spesimen mati dan gambar kepada kolega dan kolektor. Namun, Josephus Nicolaus Laurenti adalah orang pertama yang secara singkat mendeskripsikan olm pada tahun 1768 dan memberinya nama ilmiah Proteus anguinus . Baru pada akhir abad tersebut Carl Franz Anton Ritter von Schreibers dari Museum Sejarah Alam Wina mulai meneliti anatomi hewan ini. Spesimen tersebut dikirim kepadanya oleh Sigmund Zois. Penelitian hingga saat ini masih berlanjut terkait genom OLM sendiri.

 

Epilog Olm Proteus anguinus

Olm sangat rentan terhadap perubahan lingkungannya, karena adaptasinya terhadap kondisi spesifik di dalam gua. Sumber daya air di daerah karst sangat sensitif terhadap segala jenis polusi. Oleh karena itu pihak IUCN memberinya label VU(Vulnerable/Rentan) Kategori ini diperuntukkan untuk jenis yang diindikasikan sedang menghadapi risiko tinggi kepunahan di alam liar dan dianggap memenuhi satu dari lima kriteria menuju kepunahan yang ditetapkan oleh IUCN. Kesimpulannya adalah Satwa yang sudah di temukan di tahun 1768 serta sudah di nomenklatur oleh ilmuwan bernama Josephus Nicolaus Laurenti tersebut rupanya belum sepenuhnya di lihat oleh seluruh manusia sehingga banyak sekali spekulasi bermunculan serta di tahun 2014 namanya kembali mencuat akibat di sangkut pautkan dengan adanya pertanda kiamat. Karena memang bentuk yg unik dan aneh bukan berarti satwa tersebut bagian pertanda akan datangnya akhir zaman.

 

Penulis : Ali Maruf 

Editor : Agung Setyo Widodo

Foto By : app Inaturalist| Frank Deschandol

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.