Sang Penjaga Langit: Mengenal Julang Emas, Burung Eksotis Pemencar Benih Hutan

Sang Penjaga Langit: Mengenal Julang Emas, Burung Eksotis Pemencar Benih Hutan

Sang Penjaga Langit: Mengenal Julang Emas, Burung Eksotis Pemencar Benih Hutan

Aves
Jumat, 13 Maret 2026
Dsn Mamalia
30 Views

13/MARET/2026 | REDAKSI PARAMIDSN


 

Surabaya,Paramidsn.com  – Di balik kanopi hutan primer yang rimbun, terdengar suara kepakan sayap yang berat dan menderu seperti mesin pesawat kecil. Itulah kehadiran Julang Emas (Rhyticeros undulatus), salah satu jenis burung rangkong (hornbill) paling ikonik di Asia Tenggara. ​Bukan sekadar penghuni hutan, Julang Emas dijuluki sebagai "Petani Hutan". Dengan daya jelajah hingga puluhan kilometer, mereka memakan buah-buahan hutan dan menebarkan bijinya melalui kotoran, memastikan regenerasi hutan tetap terjaga. Namun, di balik peran ekologisnya yang vital, burung ini menyimpan kaitan erat dengan budaya dan ancaman kepunahan yang nyata.

 

​Mitos dan Realitas: Apakah Paruhnya Digunakan untuk Adat?

​Pertanyaan mengenai penggunaan bagian tubuh Julang Emas dalam tradisi adat sering muncul. Berikut adalah faktanya:

Bukan Target Utama Kerajinan Adat: Secara historis, suku-suku di Kalimantan (seperti suku Dayak) memang menggunakan bagian tubuh burung rangkong untuk perlengkapan adat (seperti bulu ekor untuk tarian atau hiasan kepala). Namun, spesies yang paling utama digunakan adalah Rangkong Gading (Rhinoplax vigil).

Perbedaan Material: Rangkong Gading dicari karena memiliki balung (tanduk di atas paruh) yang padat dan keras seperti gading, sehingga bisa diukir. Sementara itu, tanduk pada Julang Emas cenderung berongga dan tidak sekokoh Rangkong Gading, sehingga jarang dijadikan bahan baku ukiran adat yang rumit.

Pergeseran Budaya: Saat ini, banyak suku adat yang mulai beralih menggunakan replika (bahan kayu atau sintetis) untuk kelengkapan tari-tarian mereka sebagai bentuk komitmen perlindungan satwa yang kian langka.
 

Perburuan JULANG EMAS di ambil

Paruh dan Tanduk (Casque)

​Meskipun tanduk (balung) Julang Emas tidak padat (berongga) dan sulit diukir secara rumit, paruhnya yang besar dan unik tetap diburu untuk dijadikan:

Hiasan Dinding: Sebagai pajangan atau trofi bagi kolektor satwa.

Aksesori Kepala: Di beberapa wilayah di luar Indonesia (seperti di India Timur Laut), tanduknya digunakan sebagai hiasan pada penutup kepala tradisional.

​Bulu Ekor

​Bulu ekor Julang Emas yang berwarna putih bersih sering diambil untuk digunakan sebagai hiasan kostum tari tradisional atau dekorasi rumah. Karena ukurannya yang besar, bulu ini dianggap memiliki nilai estetika yang tinggi.

​Daging dan Lemak

​Di beberapa daerah pedalaman, Julang Emas diburu untuk dikonsumsi sebagai sumber protein. Selain itu, lemak dari burung ini kadang dipercaya memiliki khasiat dalam pengobatan tradisional untuk mengolesi luka atau meredakan nyeri otot.

​Organ Dalam (Ampela)

​Secara khusus di beberapa tradisi pengobatan di Asia, bagian ampela (gizzard) burung rangkong, termasuk Julang Emas, diyakini bisa menjadi obat untuk masalah pencernaan atau penyakit perut.

​Perdagangan Satwa Hidup

​Anakan Julang Emas sering diambil dari sarangnya (lubang pohon) untuk diperjualbelikan di pasar gelap sebagai hewan peliharaan eksotis. Mengingat proses reproduksinya yang lambat dan kesetiaan pada pasangannya, pengambilan satu individu sangat merusak populasi mereka di alam.

Dampak Perburuan:

Karena Julang Emas adalah burung yang setia (monogami) dan jantannya bertugas memberi makan betina serta anaknya yang terkurung di dalam lubang pohon, kematian satu ekor jantan akibat diburu berarti kematian seluruh keluarga di dalam sarang tersebut.
 

​Klasifikasi Ilmiah Julang Emas

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Bucerotiformes

Famili: Bucerotidae

Genus: Rhyticeros

Spesies: Rhyticeros undulatus

​included Species :  Rhyticeros

​Julang Emas merupakan bagian dari genus Rhyticeros, yang mencakup beberapa kerabat dekat dengan ciri khas paruh besar dan tanduk (casque) berkerut:

-species Rhyticeros everetti (Rothschild, 1897) - Sumba Hornbill ​Julang Sumba : Burung endemik yang hanya ditemukan di Pulau Sumba, Indonesia.

- species Rhyticeros plicatus (J. R. Forster, 1781) - Blyth's Hornbill​ Julang Papua : Satu-satunya jenis rangkong yang mendiami wilayah Papua dan Maluku.

-species Rhyticeros cassidix (Temminck, 1823) - Knobbed Hornbill ​Julang Sulawesi ( Memiliki tanduk berwarna merah mencolok pada individu jantan, merupakan endemik Sulawesi.

- species Rhyticeros subruficollis (Blyth, 1843)- Plain-pouched Hornbill ​Julang Dompet : Memiliki kemiripan fisik dengan Julang Emas namun berukuran lebih kecil dan tanpa garis hitam di kantung leher.

-species (Rhyticeros narcondami) Hume, 1873- Narcondam Hornbill ​Julang Narcondam : Spesies endemik yang terbatas di Pulau Narcondam, India.

-species Rhyticeros undulatus (Shaw, 1811) - Wreathed Hornbill
 

​Penutup: Mari Menjaga Warisan Alam

​Keindahan Julang Emas adalah warisan alam yang tak ternilai. Dengan menjaga habitat hutan primer dan menghentikan perburuan liar, kita memastikan bahwa suara kepakan sayap mereka akan tetap terdengar hingga generasi mendatang. Apakah anda tertarik mengenai Julang Emas? PARAMIDSN sudah merangkum nya ke dalam Kamus satwa berikut link kami lampirkan di bawah ini

 

Link Kamus : https://paramidsn.com/edukasi/Aves%20(Burung)?q=Rhyticeros&sort=newest

Penulis: Agung Widodo

Editor : Ali Maruf

Foto by : DATABASE PARAMIDSN | ZOO SURABAYA (Indonesia) 

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.