Sang "Penendang Maut" dari Sabana Mengenal Burung Sekretaris yang Kini Terancam Punah

Sang "Penendang Maut" dari Sabana Mengenal Burung Sekretaris yang Kini Terancam Punah

Sang "Penendang Maut" dari Sabana Mengenal Burung Sekretaris yang Kini Terancam Punah

Aves
Jumat, 23 Januari 2026
Dsn Mamalia
14 Views

23/JANUARI/2026-20.00| Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya,Paramidsn.com- Di balik penampilannya yang elegan dengan jambul hitam menjuntai dan riasan wajah oranye kemerahan, burung sekretaris (Sagittarius serpentarius) menyimpan kekuatan mematikan yang ditakuti para predator melata. Burung pemangsa darat ini dikenal sebagai spesialis pembasmi ular berbisa di padang rumput Afrika.

 

Kemampuan unik Burung Sekertaris 

Berbeda dengan elang yang mengandalkan cengkeraman kuku, burung sekretaris adalah petarung kaki. Dengan tungkai panjang berotot, burung ini mampu melontarkan tendangan secepat 15 milidetik setara dengan sepersepuluh kedipan mata manusia. ​Kekuatan serangannya luar biasa, yakni mencapai lima kali lipat dari berat tubuhnya sendiri. Kekuatan eksplosif ini berasal dari serabut otot cepat dan pergelangan kaki yang fleksibel, memungkinkan mereka melumpuhkan kobra, viper, hingga mamba hitam dalam sekejap sebelum ular-ular tersebut sempat bereaksi. Meski bisa terbang, burung setinggi 1,3 meter ini lebih suka menghabiskan waktunya di darat. Mereka adalah penjelajah tangguh yang sanggup berjalan kaki sejauh 20 hingga 30 kilometer setiap harinya di sepanjang wilayah Sub-Sahara, mulai dari Senegal hingga Afrika Selatan, hanya untuk mencari mangsa.

 

Populasi Terancam

Sayangnya, kehebatan sang penendang maut ini tidak mampu melawan ancaman kerusakan lingkungan. Sejak tahun 2020, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan burung sekretaris ke dalam daftar Terancam Punah (Endangered). Beberapa faktor utama yang memicu krisis populasi ini antara lain Kehilangan Habitat Alih fungsi lahan sabana menjadi pemukiman atau lahan pertanian. ​Perubahan Vegetasi: Semak belukar yang terlalu padat akibat perubahan iklim menyulitkan mereka berburu.Infrastruktur Berbahaya Tabrakan dengan kabel listrik dan pagar kawat. Serta ​Kebakaran Hutan yang Mengganggu siklus hidup dan sumber makanan mereka.​Di beberapa negara, populasinya dilaporkan anjlok hingga 80%. Jika tidak ada langkah konservasi yang serius, dunia berisiko kehilangan salah satu predator paling unik dan efisien dalam sejarah ekosistem sabana.


 

Penulis :Dila 

Editor : Ali Maruf

Foto By :Inaturalist| Jan Ebr & Ivana Ebrová

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.