Sang "Monster" Daratan yang Tak Lagi Butuh Lautan

Sang "Monster" Daratan yang Tak Lagi Butuh Lautan

Sang "Monster" Daratan yang Tak Lagi Butuh Lautan

Inverterbrata
Selasa, 20 Januari 2026
Dsn Mamalia
27 Views

18/JANUARI/2026-16.00| Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya,Paramidsn.com- Di balik rimbunnya hutan pantai dan celah bebatuan pulau-pulau tropis, hiduplah penguasa mutlak kelas arthropoda: Ketam Kenari (Birgus latro). Bukan sekadar kepiting biasa, makhluk ini resmi menyandang gelar sebagai arthropoda darat terbesar di planet Bumi, mengungguli segala jenis serangga maupun laba-laba yang pernah ada.

 

Ketam Kenari Ironi Biologis

Bayangkan seekor kelomang kecil yang biasa kita temukan di pinggir pantai berevolusi menjadi raksasa dengan bentang kaki mencapai 1 meter. Dengan bobot hingga 4 kilogram, ukurannya seringkali disandingkan dengan anjing kecil, namun dengan perlindungan cangkang yang jauh lebih keras. ​Menariknya, Ketam Kenari memiliki "ironi" biologis yang unik. Meski mengawali hidupnya sebagai larva di lautan, saat mencapai usia dewasa, mereka justru menjadi makhluk darat sepenuhnya. Paru-paru mereka telah beradaptasi sedemikian rupa sehingga jika mereka terendam air terlalu lama, sang raksasa ini justru akan mati tenggelam.

 

Fakta & Nama Ketam Kenari:

Merupakan Arthropoda Darat Terbesar di Dunia, Bentang Kaki Bisa mencapai 1 meter.

Mampu mengangkat beban hingga 28 kg, Habitat Lubang batu dan akar pohon di hutan pantai, namun mempunyai Kelemahan tidak bisa berenang saat dewasa. Kehadiran Ketam Kenari menjadi pengingat betapa luar biasanya adaptasi alam. Dari seekor larva kecil yang terombang-ambing di arus laut, ia tumbuh menjadi "tank" daratan yang tidak memiliki tandingan di kelasnya. Nama "Ketam Kenari" atau Coconut Crab bukanlah sekadar hiasan. Julukan ini datang dari kemampuan luar biasa mereka dalam mengupas batok kelapa yang sangat keras.

Penelitian menunjukkan bahwa kekuatan jepitan capitnya bisa mencapai ribuan Newton—secara proporsional lebih kuat daripada gigitan rahang seekor singa. Sebagai omnivora oportunis, mereka tidak hanya memakan buah-buahan, tetapi juga bangkai, atau apa pun yang bisa ditemukan di lantai hutan.

 

Penulis :Dila

Editor : Ali Ma'ruf

Foto By :Inaturalist|jhillsplants

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.