20/JULI/2026 – 10.30 | REDAKSI PARAMIDSN
Surabaya, Paramidsn.com – Banyak orang mengira bahwa pterosaurus adalah "kelelawar purba" karena sama-sama memiliki sayap berupa selaput kulit. Sekilas anggapan tersebut memang masuk akal. Namun, secara ilmiah keduanya berasal dari garis evolusi yang sangat berbeda.
Pterosaurus merupakan kelompok reptil terbang yang hidup sejak sekitar 228 juta tahun lalu pada periode Trias Akhir hingga punah bersama dinosaurus non-unggas sekitar 66 juta tahun lalu. Menariknya, pterosaurus bukanlah dinosaurus, melainkan kerabat dekat dinosaurus dalam kelompok Archosauria.
Kelelawar pertama Muncul
Sementara itu, kelelawar adalah mamalia yang baru muncul sekitar 52–55 juta tahun lalu, jauh setelah kepunahan pterosaurus. Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang mampu melakukan terbang aktif menggunakan sayap yang terbentuk dari selaput kulit di antara jari-jari tangan yang memanjang. Walaupun sama-sama memiliki sayap, struktur anatomi keduanya sangat berbeda. Sayap pterosaurus terutama ditopang oleh satu jari keempat yang memanjang luar biasa, sedangkan sayap kelelawar disangga oleh empat jari yang memanjang dan ibu jari yang tetap bebas untuk memanjat atau bergantung. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kemampuan terbang pada kedua kelompok berkembang secara evolusi konvergen, yaitu muncul secara mandiri pada kelompok hewan yang tidak berkerabat dekat.
Fisiologi Pterosaurus
Pterosaurus juga memiliki tubuh yang sangat ringan berkat tulang berongga dan sistem kantung udara, memungkinkan beberapa spesies seperti Quetzalcoatlus memiliki bentang sayap lebih dari 10 meter. Sebaliknya, kelelawar terbesar saat ini hanya memiliki bentang sayap sekitar 1,7 meter.
Dengan demikian, menyebut pterosaurus sebagai "kelelawar purba" sebenarnya kurang tepat. Keduanya hanyalah contoh luar biasa bagaimana evolusi dapat menghasilkan solusi yang mirip terhadap tantangan yang sama, yaitu kemampuan untuk terbang.
Fossil Kelelawar Tertua
Onychonycteris finneyi Merupakan salah satu kelelawar tertua yang diketahui dalam catatan fosil dunia. Memiliki cakar pada kelima jari tangan, sedangkan kelelawar modern umumnya hanya memiliki satu atau dua cakar. Struktur telinganya menunjukkan kemungkinan bahwa kemampuan terbang berkembang lebih dahulu daripada ekolokasi, sehingga mengubah pemahaman ilmuwan tentang evolusi kelelawar. Fosilnya yang sangat lengkap membantu para paleontolog memahami bagaimana mamalia pertama kali berevolusi menjadi hewan yang mampu terbang aktif.
Etimologi ke 2 nya
Pteranodon berasal dari bahasa Yunani, yaitu pteron (πτερόν) yang berarti "sayap", dan anodon (ἄνοδον) yang berarti "tanpa gigi". Nama ini merujuk pada ciri khasnya yang memiliki paruh panjang tanpa gigi.
longiceps berasal dari bahasa Latin, yaitu longus berarti "panjang" dan ceps (dari caput) berarti "kepala", sehingga bermakna "berkepala". Sementara itu Onychonycteris finneyi, Onychonycteris berasal dari bahasa Yunani onyx (ὄνυξ) yang berarti "cakar" dan nycteris (νυκτερίς) yang berarti "kelelawar", sehingga dapat diartikan sebagai "kelelawar bercakar". Nama ini diberikan karena fosil tersebut masih memiliki cakar pada seluruh jari sayapnya. finneyi merupakan penghormatan kepada Michael Finney, salah satu pendukung penelitian paleontologi yang berkaitan dengan penemuan spesies tersebut.
Klasifikasi & Taksonomi Pterosaurus (Pteranodon longiceps)
Domain: Eukaryota
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Klad: Reptilia
Klad: Archosauria
Klad: Ornithodira
Ordo: Pterosauria
Subordo: Pterodactyloidea
Famili: Pteranodontidae
Genus: Pteranodon
Spesies: Pteranodon longiceps
Notes : Meski sering disebut dinosaurus terbang, Pteranodon bukanlah dinosaurus, melainkan reptil terbang dari ordo Pterosauria. Tidak memiliki gigi sama sekali; mangsanya, terutama ikan, ditangkap menggunakan paruh panjang yang tajam. Jantan memiliki jambul kepala yang jauh lebih besar daripada betina, diduga digunakan untuk menarik pasangan atau sebagai alat keseimbangan saat terbang.
Bentang sayapnya dapat mencapai 5–7 meter, menjadikannya salah satu pterosaurus besar yang mendominasi langit pada Zaman Kapur Akhir.
Klasifikasi & Taksonomi Kelelawar Purba
Domain: Eukaryota
Kerajaan: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class: Mammalia
Subclass: Theria
Infraclass: Eutheria
Ordo: Chiroptera
Family: Onychonycteridae
Genus: Onychonycteris
Spesies: Onychonycteris finneyi
Notes :Kelelawar purba yang paling terkenal adalah Onychonycteris finneyi, salah satu kelelawar tertua yang pernah ditemukan. Fosilnya berasal dari Formasi Green River, Wyoming, Amerika Serikat, dengan usia sekitar 52,5 juta tahun (Kala Eosen Awal).
Prolog ke dua species
Perbandingan kedua hewan ini menunjukkan bahwa pterosaurus dan kelelawar berevolusi secara terpisah, meskipun sama-sama mengembangkan sayap untuk terbang. Fenomena ini dikenal sebagai evolusi konvergen, yaitu munculnya ciri yang mirip pada kelompok hewan yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dekat.
Link Reffereensi :
https://nixillustration.com/wp-content/uploads/2019/11/onychonycteris-reconstruction.png
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:202009_Pteranodon_longiceps.png
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Mas Tahzain
Foto by :
(Onychonycteris finneyi) Nix Illustration
(Pteranodon longiceps) DataBase Center for Life Science (DBCLS)