25/SEPTEMBER/2026 — 19.00 WIB | Redaksi PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Jika dilihat sekilas, makhluk laut ini memang bisa membuat orang salah menebak. Tubuhnya tampak seperti lembaran putih transparan yang dihiasi tonjolan menyerupai daun atau jari-jari kecil. Apakah ia rumput laut? Anemon laut? Atau mungkin organisme lain yang hidup menempel di dasar laut?
Jawabannya adalah Alabaster Nudibranch, atau yang juga dikenal sebagai White-lined Dirona dan Frosted Nudibranch. Nama ilmiahnya adalah Dirona albolineata, seekor siput laut tanpa cangkang (nudibranch) dari keluarga Dironidae. Berbeda dengan anemon yang termasuk kelompok Cnidaria, D. albolineata justru merupakan moluska, sehingga secara kekerabatan lebih dekat dengan siput daripada dengan anemon laut.
Bukan Tumbuhan, Melainkan satwa Kecil
Tubuh Dirona albolineata bersifat transparan hingga putih keabu-abuan, dengan garis putih yang mencolok di sepanjang tepi struktur seperti daun pada bagian punggungnya. Struktur tersebut disebut cerata. Cerata membuat tubuh nudibranch ini terlihat seperti memiliki kumpulan daun kecil. Bentuknya bukan sekadar untuk mempercantik penampilan. Pada nudibranch, struktur tersebut berhubungan dengan fungsi pertahanan dan pertukaran gas, sekaligus memperluas permukaan tubuh. Warna tubuhnya juga tidak selalu putih. Individu tertentu dapat memperlihatkan nuansa merah muda, jingga pucat, ungu muda hingga warna kemerahan, sementara garis putih pada cerata tetap menjadi salah satu ciri pengenal yang menarik. Ukuran spesies ini bahkan dapat mencapai sekitar 18 cm, meskipun individu yang dijumpai di alam dapat berukuran jauh lebih kecil.
Biogeografi di Pasifik Timur
Alabaster Nudibranch merupakan penghuni Samudra Pasifik Timur. Persebarannya tercatat mulai dari Alaska hingga California, termasuk wilayah pesisir British Columbia dan perairan California. Spesies ini dapat ditemukan di habitat pesisir berbatu, kawasan intertidal, hingga lingkungan bawah laut yang lebih dalam. Keberadaannya membuat kawasan pesisir tersebut bukan hanya menjadi tempat bagi ikan dan alga, tetapi juga dihuni berbagai predator kecil yang berperan dalam menjaga dinamika komunitas organisme dasar laut.
Apa yang mereka makan?
Di sinilah tebakan tentang rumput laut semakin jelas salah. Dirona albolineata merupakan karnivora/predator invertebrata. Makanannya dapat mencakup berbagai organisme kecil seperti krustasea, siput kecil, bryozoa, hydroid, dan ascidian.
Dengan demikian, nudibranch ini menjadi bagian dari jaring-jaring makanan bentik, yaitu komunitas organisme yang hidup di atau dekat dasar perairan. Salah satu sumber juga mencatat bahwa nudibranch ini memiliki radula yang berfungsi seperti struktur pengikis untuk memperoleh makanan.
Pencuri senjata” dari mangsa
Beberapa nudibranch, terutama kelompok aeolid, memakan hewan penyengat seperti hydroid dan anemon. Mereka dapat mencerna jaringan mangsanya tetapi menyimpan nematosista (sel penyengat) yang masih berfungsi. Nematosista tersebut kemudian dipindahkan ke ujung cerata, struktur seperti jari yang menonjol dari punggung nudibranch. Ketika predator mencoba menyerang, nematosista dapat digunakan sebagai pertahanan, sehingga senjata yang awalnya dimiliki mangsa justru menjadi senjata bagi nudibranch. Fenomena ini dikenal sebagai kleptocnidae secara sederhana dapat dipahami sebagai “pencurian sel penyengat.”
Bagaimana dengan Dirona albolineata?
Untuk Dirona albolineata, jangan disamakan begitu saja dengan aeolid. Dirona merupakan anggota Cladobranchia, tetapi bukan aeolid yang memiliki cerata khusus untuk menyimpan nematosista seperti Aeolidia atau Flabellina. D. albolineata memang memiliki cerata yang sangat mencolok dan merupakan predator berbagai invertebrata, tetapi klaim bahwa spesies ini mengambil nematosista dari mangsanya sebagai senjata perlu dibedakan dari kemampuan kleptocnidae pada aeolid lainnya.Pada beberapa kelompok nudibranch, terutama aeolid, terdapat kemampuan unik yang disebut kleptocnidae. Nudibranch memakan cnidaria seperti hydroid, kemudian mempertahankan nematosista sel penyengat milik mangsanya di dalam cerata. Sel tersebut dapat digunakan kembali sebagai mekanisme pertahanan. Namun, kemampuan ini tidak boleh secara otomatis dianggap dimiliki oleh semua nudibranch, termasuk Dirona albolineata.
Etimologi & Nilai Ekologis
Nama genus Dirona merupakan nama takson yang diberikan kepada kelompok nudibranch ini, sedangkan epitet spesifik albolineata berasal dari unsur Latin yang berkaitan dengan “albo-” (putih) dan “lineata” (bergaris/bergaris-garis). Nama tersebut sangat sesuai dengan penampilan spesies ini karena salah satu ciri visualnya adalah garis putih mencolok pada bagian tepi cerata dan tubuhnya. Sebagai predator invertebrata kecil, Dirona albolineata ikut berperan dalam mengatur populasi organisme bentik yang menjadi mangsanya. Keberadaannya juga menunjukkan bahwa ekosistem pesisir Pasifik Timur memiliki jaringan interaksi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar hubungan antara ikan, rumput laut, dan terumbu. Spesies ini juga menjadi bagian dari komunitas organisme yang hidup di habitat pesisir berbatu, termasuk kawasan intertidal dan lingkungan bawah laut. Dengan demikian, keberadaan nudibranch seperti D. albolineata dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memahami keanekaragaman hayati mikro di ekosistem pesisir. Menariknya lagi, bentuk tubuhnya memperlihatkan bagaimana evolusi dapat menghasilkan hewan yang tampak seperti tumbuhan, tetapi sebenarnya merupakan predator aktif.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Mollusca
Class: Gastropoda
Order: Nudibranchia
Family: Dironidae
Genus: Dirona
Species: Dirona albolineata
Notes : Makhluk putih transparan dengan “daun-daun” di punggung tersebut adalah Alabaster Nudibranch (Dirona albolineata), seekor gastropoda laut tanpa cangkang yang hidup di Pasifik Timur.
Penampilannya mungkin menyerupai tumbuhan atau anemon, tetapi di balik tubuhnya yang tampak lembut dan indah, ia adalah pemburu kecil di dunia bentik.
Alam memang sering menyamarkan identitas penghuninya melalui bentuk yang tidak terduga. Dan kali ini, yang terlihat seperti tumbuhan ternyata adalah seekor siput laut predator.
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Agunt Monche
Foto by : Collected Archive | Caters NewsAgencyc