Rivalitas di Balik Lumpur: Lele vs Pleco, Siapakah Penguasa Sejati Air Kotor?

Rivalitas di Balik Lumpur: Lele vs Pleco, Siapakah Penguasa Sejati Air Kotor?

Rivalitas di Balik Lumpur: Lele vs Pleco, Siapakah Penguasa Sejati Air Kotor?

Pisces
Rabu, 01 April 2026
Dsn Mamalia
97 Views

1/APRIL/2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com — Di ekosistem perairan dengan tingkat polusi tinggi, oksigen rendah, dan sanitasi buruk, hanya sedikit makhluk yang mampu bertahan hidup. Namun, dua kontestan utama sering kali ditemukan mendominasi wilayah ini: Ikan Lele (Clarias) dan Ikan Pleco atau Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys).

​Keduanya sering kali dipandang sebagai "ikan sampah," namun di balik julukan tersebut terdapat adaptasi evolusi luar biasa yang memungkinkan mereka bertahan di tempat di mana ikan lain akan mati dalam hitungan menit.


 

​Persenjataan Adaptasi: Labirin vs Kulit Baja

​Kedua ikan ini memiliki strategi bertahan hidup yang sangat berbeda namun sama-sama efektif:

Ikan Lele (Si Pengambil Napas): Lele memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut Arborescent (Labirin). Organ ini memungkinkan lele mengambil oksigen langsung dari udara. Itulah sebabnya lele sering terlihat memunculkan kepalanya ke permukaan air yang keruh. Mereka tidak terlalu bergantung pada kadar oksigen di dalam air.

Ikan Pleco (Si Baju Besi): Pleco tidak memiliki labirin seperti lele, namun mereka memiliki kemampuan menyerap oksigen melalui lapisan lambung yang termodifikasi saat menelan udara. Selain itu, tubuh mereka dilapisi oleh lempengan tulang keras (scutes) yang bertindak sebagai perisai dari polutan fisik dan serangan predator.


 

​Rivalitas Makanan: Si Predator vs Si Pemulung

​Meskipun hidup di habitat yang sama, mereka tidak selalu bertarung secara langsung. Lele adalah predator oportunistik yang memakan hampir segala benda organik—mulai dari cacing hingga bangkai. Sementara itu, Pleco adalah detritivora (pemakan detritus) yang menghabiskan waktunya menyapu alga dan lapisan sedimen di dasar air yang kotor.


 

​Siapa Juara Bertahan dalam Air Paling Kotor?

​Jika harus memilih satu pemenang dalam hal ketahanan murni di air dengan polusi ekstrem dan kekeringan, gelarnya jatuh kepada: Ikan Pleco.

Alasannya:

Ketahanan Kimia: Pleco terbukti lebih toleran terhadap logam berat dan limbah domestik dibandingkan lele.

Ketahanan Fisik: Kulit baja Pleco membuatnya lebih tahan terhadap gesekan di lingkungan yang penuh sampah atau bebatuan tajam.

Invasi Ekstrem: Dalam banyak kasus di sungai-sungai tercemar di Indonesia, populasi Pleco (sebagai spesies invasif) sering kali menggeser populasi lele lokal karena mereka jauh lebih sulit dibasmi dan memiliki tingkat reproduksi yang masif di lingkungan buruk.


 

​Klasifikasi Taksonomi

​Berikut adalah perbandingan posisi ilmiah kedua kompetitor tersebut:

 Ikan Lele (Contoh: Lele Dumbo)

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Actinopterygii

Order: Siluriformes

Family: Clariidae

Genus: Clarias

Species: Clarias gariepinus

 Ikan Pleco (Sapu-Sapu)

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Actinopterygii

Order: Siluriformes

Family: Loricariidae

Genus: Pterygoplichthys

Species: Pterygoplichthys pardalis


 

Notes : Meskipun kedua ikan ini sangat tangguh, PARAMIDSN mengingatkan bahwa mengonsumsi lele atau pleco yang hidup di air dengan sanitasi buruk sangat berbahaya bagi manusia karena mereka bertindak sebagai "bio-akumulator" logam berat seperti merkuri dan timbal dalam daging mereka.


 

Penulis: Ali Maruf

Editor: Adi Mikayasa 

Foto by : iNaturalist| felipecampos (Pleco) & Database PARAMI DSN | Sendang Seliran Kota Gede (Lele Putih)

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.