1/MARET/2026| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com – Bagi masyarakat yang tinggal di dekat perkebunan atau pinggiran kota, aroma wangi pandan atau nasi panas di tengah malam sering kali dikaitkan dengan hal mistis. Namun, bagi para biolog, aroma tersebut adalah "kartu nama" dari salah satu mamalia paling ikonik di Asia Tenggara: Musang Pandan (Paradoxurus hermaphroditus).
Senyawa kimia tubuh Musang Pandan
Berbeda dengan kebanyakan karnivora yang cenderung berbau amis atau apek, musang pandan justru mengeluarkan aroma nabati yang menyegarkan. Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebetulan alam, melainkan hasil dari proses kimiawi yang kompleks.
Senyawa Kimia yang Identik
Penelitian biokimia mengungkapkan bahwa aroma khas ini berasal dari senyawa kimia bernama 2-Acetyl-1-pyrroline (2AP). Menariknya, senyawa ini adalah molekul yang sama persis dengan yang memberikan aroma wangi pada daun pandan, beras melati, dan beras basmati saat dimasak.
"Ini adalah contoh luar biasa di mana hewan dan tumbuhan menghasilkan senyawa aromatik yang identik secara kimiawi," ujar seorang ahli zoologi.
Bukan dari Kulit, Melainkan Kelenjar
Berlawanan dengan anggapan umum, aroma ini tidak keluar dari bulu atau napas sang musang. Sumber utamanya adalah kelenjar anal (perineal) yang terletak di bawah pangkal ekornya.
Kelenjar ini memproduksi sekresi berminyak yang kaya akan senyawa 2AP. Saat musang bergerak, mereka akan menggosokkan bagian belakang tubuhnya ke batang pohon, bebatuan, atau tanah untuk meninggalkan jejak aroma tersebut.
"Tanda pengenal" Digital di Alam Liar
Bagi musang pandan, aroma ini berfungsi sebagai alat komunikasi yang vital. Fungsi utamanya meliputi:
Menandai Wilayah: Memberi tahu musang lain bahwa area tersebut sudah ada pemiliknya.
Identitas Diri: Aroma ini mengandung informasi tentang jenis kelamin, usia, hingga kesiapan untuk kawin.
Navigasi: Membantu mereka menemukan jalan pulang di tengah gelapnya hutan (atau plafon rumah warga).
Unik di Dunia Satwa
Meskipun banyak hewan memiliki kelenjar bau (seperti sigung yang baunya menyengat busuk), musang pandan adalah salah satu dari sedikit satwa yang aromanya justru dianggap menyenangkan oleh manusia. Di beberapa daerah, keberadaan aroma ini bahkan menjadi indikator ekosistem yang masih terjaga, di mana predator alami pengendali hama tikus ini masih eksis.
Jadi, jika Anda mencium bau pandan menyengat di malam hari, jangan buru-buru merinding. Bisa jadi ada seekor musang pandan yang sedang asyik berpatroli menjaga lingkungan Anda dari gangguan hama. Fakta Menariknya Selain musang pandan, satwa lain yang memiliki aroma makanan adalah Binturong, yang aromanya sangat mirip dengan popcorn mentega (juga karena senyawa 2AP).
Penulis: Agung Widodo
Editor : Ali Maruf
Foto By : PARAMIDSN database | Matsu SML (Surabaya Musang Lover)