23/JUNI /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Di balik lantai hutan yang lembap di Afrika Selatan, hidup salah satu hewan paling unik sekaligus paling kuno di dunia, Peripatopsis clavigera, atau dikenal sebagai Knysna Velvet Worm (cacing beludru Knysna). Meski sekilas tampak seperti cacing, hewan ini sebenarnya bukan cacing sejati, melainkan anggota filum Onychophora, kelompok hewan purba yang telah menghuni Bumi sejak lebih dari 500 juta tahun lalu.
Endemik Western Cape
Spesies ini hanya ditemukan di kawasan hutan pegunungan yang lembap di sekitar wilayah Knysna dan Diepwalle, Provinsi Western Cape, Afrika Selatan. Karena sebarannya sangat terbatas dan habitat hutannya terus terancam oleh aktivitas manusia, Peripatopsis clavigera dikategorikan sebagai Rentan (Vulnerable) dalam Daftar Merah IUCN.
Berbeda dengan cacing biasa, cacing beludru memiliki tubuh lunak yang diselimuti lapisan halus seperti beludru serta kaki-kaki pendek tanpa ruas. Hewan nokturnal ini merupakan predator kecil yang memangsa serangga, rayap, dan invertebrata mungil lainnya. Cara berburu mereka sangat unik, yaitu dengan menyemburkan cairan lengket dari dua organ di bagian kepala untuk melumpuhkan mangsa sebelum menggigitnya menggunakan rahang kecil yang kuat.
Fossil hidup Zaman Kambrium
Para ilmuwan menganggap kelompok Onychophora sebagai "fosil hidup" karena masih mempertahankan banyak karakter anatomi yang mirip dengan nenek moyangnya sejak zaman Kambrium. Oleh sebab itu, keberadaan Peripatopsis clavigera memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi dalam memahami evolusi hewan darat. Penelitian modern juga menunjukkan bahwa apa yang dahulu dianggap sebagai satu spesies ternyata merupakan kompleks beberapa spesies yang sangat mirip secara morfologi. Kemajuan analisis DNA berhasil mengungkap keberadaan sejumlah spesies baru yang sebelumnya tersembunyi di balik nama Peripatopsis clavigera, sehingga konservasi setiap populasi menjadi semakin penting.
Hilang nya Ekosistem
Hilangnya hutan asli akibat pembalakan, pembangunan, fragmentasi habitat, serta perubahan iklim menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup spesies ini. Karena kemampuan penyebarannya sangat rendah dan sangat bergantung pada lingkungan yang lembap, kerusakan habitat sekecil apa pun dapat menyebabkan penurunan populasi secara drastis.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Onychophora
Class: Udeonychophora
Order: Euonychophora
Family: Peripatopsidae
Genus: Peripatopsis
Species: Peripatopsis clavigera Purcell, 1899
Notes : Etimologi Peripatopsis berasal dari bahasa Yunani peripatos (περίπατος) yang berarti "berjalan" atau "berkeliling dengan berjalan kaki", dipadukan dengan akhiran -opsis yang berarti "penampilan" atau "menyerupai". Nama genus ini dapat diartikan sebagai "yang tampak seperti hewan yang berjalan", mengacu pada cara bergerak khas cacing beludru menggunakan banyak kaki pendek tanpa ruas.
clavigera berasal dari bahasa Latin clava yang berarti "gada" atau "tongkat berujung membulat", serta -gera (dari gerere) yang berarti "membawa" atau "memiliki". Dengan demikian, clavigera berarti "yang membawa atau memiliki struktur berbentuk gada", merujuk pada salah satu ciri morfologi yang diamati oleh penemunya saat mendeskripsikan spesies ini pada tahun 1899.
Etimologi nama ilmiah tersebut mencerminkan dua aspek penting spesies ini, yaitu cara bergeraknya yang khas sebagai cacing beludru berkaki serta karakter anatomi tertentu yang menyerupai bentuk gada, yang menjadi dasar pemberian nama spesies oleh ahli zoologi.
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto by : Wikipedia (cc)