20/APRIL/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA - Paramidsn.com — Dalam dunia kelautan, Orca (Orcinus orca) dan Lumba-lumba hidung botol sering kali menjadi bintang utama saat kita berbicara tentang kecerdasan hewan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang Pesut? Sebagai sesama anggota ordo Cetacea, apakah mamalia air yang sering terlihat di sungai dan pesisir ini memiliki "otak encer" yang sama?
Orca dan Lumba-Lumba: Sang Maestro Lautan
Sudah bukan rahasia lagi jika Orca dan lumba-lumba memiliki kemampuan kognitif yang luar biasa. Orca dikenal memiliki dialek komunikasi yang berbeda di setiap kelompoknya, bahkan mereka mampu mengajarkan teknik berburu yang kompleks kepada keturunannya. Sementara itu, lumba-lumba memiliki kesadaran diri yang tinggi, terbukti dari kemampuan mereka mengenali diri sendiri di depan cermin.
Keduanya memiliki struktur otak yang disebut paralimbic lobe, yang bertanggung jawab atas pemrosesan emosi dan hubungan sosial yang sangat kuat.
Bagaimana dengan Pesut?
Pesut, baik itu Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) maupun kerabatnya di pesisir, secara taksonomi masih berada dalam satu keluarga besar dengan lumba-lumba (Delphinidae). Jika lumba-lumba adalah "sarjana" di lautan, maka Pesut adalah "pakar" di lingkungan yang jauh lebih menantang: sungai dan muara.
Berikut adalah alasan mengapa Pesut sama cerdasnya dengan sepupu laut mereka
Sistem Ekolokasi yang Canggih membuat mereka Hidup di perairan sungai yang seringkali keruh (seperti Sungai Mahakam atau Mekong), Pesut tidak bisa mengandalkan penglihatan. Mereka mengembangkan sistem ekolokasi (radar suara) yang sangat tajam untuk memetakan rute di antara akar pohon, sampah botol, dan lalu lintas kapal. Teknik Berburu Kerja Sama Pesut sering terlihat bekerja sama dalam kelompok kecil untuk menggiring ikan ke arah tepi sungai yang dangkal atau ke jaring nelayan. Di beberapa tempat, terjadi "kerja sama antar spesies" di mana Pesut membantu nelayan menggiring ikan, sebuah perilaku yang membutuhkan pemahaman sosial yang kompleks.
Kemampuan Belajar dan Adaptasi: Pesut memiliki dahi yang menonjol yang disebut melon, organ yang berfungsi memfokuskan gelombang suara. Ukuran otak mereka terhadap berat tubuh (EQ - Encephalization Quotient) menunjukkan rasio yang tinggi, menempatkan mereka di jajaran hewan cerdas dunia. Perbedaan yang Mencolok
Meski cerdas, karakter "kepintaran" Pesut berbeda dengan Orca. Jika Orca adalah predator puncak yang agresif dan strategis, Pesut cenderung lebih adaptif dan pemalu. Mereka mampu mengenali suara mesin kapal nelayan yang sering memberi mereka makan dan menghindari kapal yang dianggap mengancam. "Kecerdasan Pesut adalah kecerdasan bertahan hidup di lingkungan yang sempit dan dinamis. Mereka harus mampu menghitung navigasi di sungai yang berliku dengan tingkat visibilitas nol,"
Ancaman Bagi Sang Pemikir Sungai
Sayangnya, kecerdasan mereka tidak cukup untuk menghindari ancaman manusia. Status Pesut Mahakam saat ini masuk dalam kategori Critically Endangered (Kritis). Polusi suara dari mesin kapal besar dapat mengganggu sistem ekolokasi mereka, membuat mamalia cerdas ini sering tersesat atau terjebak jaring nelayan (pesut rengge).
Kesimpulannya, Pesut adalah bukti bahwa kecerdasan tidak hanya milik penguasa samudra. Di balik wajahnya yang terlihat "tersenyum" dan gerakannya yang tenang di sungai, terdapat otak yang mampu melakukan perhitungan rumit dan ikatan sosial yang tak kalah erat dengan Orca maupun lumba-lumba.
Klasifikasi & Taksonomi ke 3 nya
1. Orca (Paus Pembunuh)
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla (Infraorder: Cetacea)
Family: Delphinidae
Genus: Orcinus
Species: Orcinus orca
2. Lumba-Lumba Biasa
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla (Infraorder: Cetacea)
Family: Delphinidae
Genus: Delphinus
Species: Delphinus delphis
3. Pesut Mahakam
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla (Infraorder: Cetacea)
Family: Delphinidae
Genus: Orcaella
Species: Orcaella brevirostris
Notes: Menariknya, meskipun Pesut Mahakam hidup di air tawar, secara taksonomi mereka tidak masuk dalam keluarga "Lumba-lumba Sungai" sejati (seperti Boto di Amazon), melainkan termasuk dalam keluarga lumba-lumba laut (Delphinidae). Hal ini menjelaskan mengapa struktur otak dan kompleksitas perilaku mereka sangat mirip dengan Lumba-lumba dan Orca.
Penulis: Ali Maruf
Editor: Adi Mikayasa
Foto by : Creative Commons PARAMIDSN