2/JUNI/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Di tepian Sungai Brantas, tepatnya di kawasan Makam Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, hidup sebuah koloni monyet yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah tersebut. Keberadaan ratusan hingga ribuan monyet liar yang berkeliaran bebas di antara pepohonan dan area pemakaman menjadikan lokasi ini unik sekaligus sarat cerita mistis.
Prolog Cerita Masyarakat
Bagi masyarakat setempat, monyet-monyet Ngujang bukan sekadar satwa liar. Berbagai legenda berkembang turun-temurun. Salah satu yang paling terkenal menyebutkan bahwa sebagian monyet tersebut merupakan jelmaan para pencari pesugihan atau tumbal yang gagal memenuhi perjanjian gaibnya. Ada pula kisah yang menghubungkannya dengan santri-santri nakal yang dikutuk menjadi kera dalam legenda yang dikaitkan dengan Sunan Kalijaga. Meskipun cerita tersebut masih hidup dalam tradisi lisan masyarakat, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung kebenarannya.
Sudut Pandang Ilmiah
Dari sudut pandang ilmiah, fenomena ini dapat dijelaskan melalui aspek ekologi dan perilaku satwa. Monyet-monyet di Ngujang kemungkinan merupakan populasi kera ekor panjang yang telah lama beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kawasan makam yang dipenuhi pepohonan besar menyediakan tempat berlindung, lokasi tidur, serta sumber pakan alami yang memadai. Selain itu, kebiasaan pengunjung yang memberi makanan turut mendukung keberlangsungan populasi mereka dari generasi ke generasi.
Keberadaan koloni besar juga menunjukkan adanya struktur sosial yang kompleks. Primata hidup dalam kelompok dengan hierarki tertentu, dipimpin individu dominan yang berperan menjaga stabilitas kelompok. Pengamatan di kawasan Ngujang bahkan menunjukkan adanya individu-individu tua yang dianggap sebagai pemimpin koloni oleh masyarakat maupun para pengamat lokal.
Toleransi Interaksi pada manusia
Menariknya, monyet-monyet Ngujang telah menunjukkan tingkat toleransi yang tinggi terhadap kehadiran manusia. Mereka hidup berdampingan dengan peziarah, warga sekitar, maupun wisatawan yang datang setiap hari. Interaksi yang berlangsung selama puluhan tahun menciptakan hubungan unik antara manusia dan satwa liar yang jarang ditemukan di tempat lain.
Terlepas dari berbagai mitos yang menyelimutinya, Makam Ngujang merupakan contoh nyata bagaimana budaya, kepercayaan lokal, dan ekologi dapat berpadu dalam satu lanskap. Bagi sebagian orang, kawasan ini adalah tempat yang sarat nuansa spiritual dan misteri. Namun bagi ilmuwan dan pemerhati satwa, Ngujang adalah laboratorium alam yang memperlihatkan kemampuan adaptasi primata dalam lingkungan yang sangat dekat dengan aktivitas manusia.
Etimologi Macaca
Nama genus Macaca berasal dari kata "macaque" yang digunakan dalam berbagai bahasa Eropa untuk menyebut kelompok monyet Dunia Lama. Nama spesifik fascicularis berasal dari bahasa Latin fasciculus yang berarti "ikat kecil" atau "berkas kecil", merujuk pada bentuk tubuh atau karakteristik fisik yang diamati oleh peneliti awal.
Klasifikasi & Taksonomi
Kingdom: Animalia
Filum : Chordata
Class: Mammalia
Ordo : Primates
Family: Cercopithecidae
Subfamily: Cercopithecinae
Tribe: Papionini
Genus: Macaca
Spesies: Macaca fascicularis
Notes Monyet ekor panjang merupakan salah satu primata paling adaptif di Asia Tenggara dan mampu hidup di berbagai habitat, mulai dari hutan alami, kawasan pesisir, hingga lingkungan yang berdekatan dengan permukiman manusia. Populasi di Makam Ngujang menjadi contoh menarik bagaimana satwa liar dapat bertahan dalam ekosistem semi-alami yang dipengaruhi aktivitas manusia. Secara ekologis, spesies ini berperan sebagai penyebar biji berbagai tumbuhan melalui konsumsi buah-buahan. Perannya membantu regenerasi vegetasi dan menjaga keseimbangan ekosistem lokal.
Keunikan populasi Ngujang tidak hanya terletak pada jumlah individunya, tetapi juga keterkaitannya dengan tradisi, legenda, dan nilai budaya masyarakat Tulungagung yang telah diwariskan selama beberapa generasi.
Spesies masuk ke Kamus Satwa
Keluarga Atau family dari species tersebut beberapa sudah terdata oleh Pihak PARAMIDSN berikut link kami sertakan di bawah untuk mengetahui detail dari Species
Macaca fascicularis
Link kamus : https://paramidsn.com/edukasi/Mamalia?q=Macaca+fascicularis&sort=newest
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Adi Mikayasa
Foto by : adhar Muttaqin