Misteri Siphonophore: Satu Tubuh dengan Seribu Nyawa di sebut juga ubur ubur palsu

Misteri Siphonophore: Satu Tubuh dengan Seribu Nyawa di sebut juga ubur ubur palsu

Misteri Siphonophore: Satu Tubuh dengan Seribu Nyawa di sebut juga ubur ubur palsu

Inverterbrata
Senin, 30 Maret 2026
Dsn Mamalia
29 Views

30/MARET/2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

​​SURABAYA, Paramidsn.com — Laut dalam kembali menunjukkan sisi magisnya yang menantang nalar manusia. Salah satu temuan paling mencengangkan dalam pangkalan data PARAMIDSN adalah eksistensi Siphonophore. Makhluk yang sekilas tampak seperti ubur-ubur panjang menyerupai tali atau tirai bercahaya ini sebenarnya bukanlah seekor hewan tunggal, melainkan sebuah "negara kota" yang terapung.

​Siphonophore adalah bukti nyata bahwa kolaborasi ekstrem di alam liar dapat menciptakan organisme yang tampak seperti satu individu, namun sebenarnya terdiri dari ribuan nyawa yang saling berbagi satu sistem saraf dan pencernaan.


 

​Bukan Individu, Melainkan Koloni

​Secara biologis, Siphonophore adalah koloni dari organisme kecil yang disebut Zooid. Uniknya, zooid-zooid ini tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Mereka terikat secara fisik dan fungsional dalam satu koloni besar.

​Setiap kelompok zooid memiliki spesialisasi tugas yang sangat ketat:

Nectophores: Zooid yang berfungsi sebagai mesin pendorong agar koloni bisa berenang.

Gastrozooids: Zooid yang hanya bertugas makan dan mencerna mangsa untuk seluruh koloni.

Dactylozooids: Zooid penyengat yang bertugas berburu dan melindungi koloni dari ancaman.

Gonozooids: Zooid yang dikhususkan hanya untuk urusan reproduksi.


 

​Rekor Panjang Dunia

​Salah satu jenis Siphonophore, yaitu Apolemia, pernah ditemukan di lepas pantai Australia dengan panjang mencapai hampir 50 meter. Hal ini menjadikannya salah satu organisme terpanjang yang pernah tercatat di planet bumi, melampaui panjang paus biru sekalipun.


 

​Cahaya di Kegelapan (Bioluminesensi)

​Karena sebagian besar hidup di zona tengah laut yang gelap abadi (Midnight Zone), banyak Siphonophore yang memiliki kemampuan bioluminesensi. Mereka memancarkan cahaya biru atau hijau yang indah untuk memikat mangsa kecil agar mendekat ke jaring-jaring penyengat mereka yang mematikan.


 

​Klasifikasi Taksonomi

​Berikut adalah klasifikasi ilmiah untuk Siphonophore (Fokus pada spesies ikonik Physalia physalis atau Man o' War):

Kingdom: Animalia

Phylum: Cnidaria

Class: Hydrozoa

Order: Siphonophorae

Family: Physaliidae

Genus: Physalia

Species: Physalia physalis


 

Notes):

Hati-hati saat menemukannya terdampar di pantai. Meskipun bagian pengapungnya (zooid balon) sudah pecah atau mati, sel penyengat pada tentakelnya tetap aktif dan dapat memberikan sengatan yang sangat menyakitkan bagi manusia. Jangan pernah menyentuh mereka dengan tangan terbuka . Dalam mempelajari evolusi multiseluler. Mereka menunjukkan batas yang sangat tipis antara sebuah "koloni hewan" dan "hewan individu". Meskipun terlihat seperti ubur-ubur sejati, perbedaan cara kerja tubuh mereka sangat mendasar.


 

Penulis: Ali Setyaki

Editor: Agung Monche 

Foto by : App INaturalist | angelscuba

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.