Misteri Ikan Dewa: Spesies Endemik Keramat yang Hanya Menghuni Perairan Suci Nusantara

Misteri Ikan Dewa: Spesies Endemik Keramat yang Hanya Menghuni Perairan Suci Nusantara

Misteri Ikan Dewa: Spesies Endemik Keramat yang Hanya Menghuni Perairan Suci Nusantara

Pisces
Senin, 09 Maret 2026
Dsn Mamalia
102 Views

8/MARET/2026 | REDAKSI PARAMIDSN


 

Surabaya,Paramidsn.com– Indonesia memiliki kekayaan ichthyology (ilmu ikan) yang luar biasa, salah satunya adalah kelompok ikan yang dijuluki "Ikan Dewa". Dari dataran tinggi Kuningan hingga lembah tersembunyi di Sumatera, ikan-ikan dari genus Tor dan Neolissochilus ini menempati posisi istimewa dalam struktur ekosistem dan budaya masyarakat Indonesia.

​Uniknya, beberapa spesies ini bersifat endemik, artinya mereka tidak ditemukan secara alami di belahan dunia lain maupun di negara tetangga, menjadikannya harta karun evolusi yang tak tergantikan.

 Tor soro: Sang Penguasa Kolam Keramat Kuningan

​Di Jawa Barat, tepatnya di wilayah Cigugur dan Cibulan, Kuningan, masyarakat sangat mensakralkan ikan ini. Tor soro di sini dikenal sebagai Ikan Dewa karena mitos bahwa mereka adalah prajurit Prabu Siliwangi yang teralihkan. Secara teknis, ikan ini memiliki sisik besar berwarna perak keemasan yang sangat keras. Keberadaan mereka yang tetap lestari di kolam pemandian umum membuktikan bahwa hukum adat dan kepercayaan lokal adalah bentuk Observasi Kesejahteraan Satwa yang paling efektif di masa lalu.

Neolissochilus thienemanni: Ikan Batak dari Danau Toba

​Bergeser ke Sumatera Utara, terdapat spesies yang jauh lebih spesifik: Neolissochilus thienemanni atau masyarakat lokal menyebutnya Ikan Jurung atau Ikan Batak. Ikan ini adalah Endemik Danau Toba. Artinya, jika populasinya di Danau Toba dan sungai-sungai kecil di sekitarnya hilang, maka spesies ini dinyatakan punah dari muka bumi. Ikan ini dikenal memiliki tenaga yang sangat kuat saat melawan arus sungai pegunungan yang deras.

Tor tambroides: Keanggunan di Sungai-Sungai Pedalaman

​Meskipun genus Tor tersebar di Asia Tenggara, varietas tertentu di sungai-sungai jernih Kalimantan dan Sumatera memiliki keunikan genetik yang berbeda. Di Kalimantan, ikan ini sering disebut Empurau dan diidentifikasi memiliki laju pertumbuhan dan struktur anatomi yang dipengaruhi oleh ketersediaan buah-buahan hutan yang jatuh ke sungai—sebuah pola makan yang jarang ditemukan pada ikan air tawar di negara lain.


 

​Anatomi dan Tantangan Konservasi

​ ikan-ikan dalam kelompok ini memiliki ciri khas berupa bibir yang tebal dan sepasang sungut (barbels) yang berfungsi sebagai sensor di air yang berarus deras. Mereka membutuhkan air dengan kadar oksigen yang sangat tinggi dan kejernihan yang terjaga.

​Namun, status endemik ini membawa risiko tinggi. Karena hanya hidup di satu wilayah tertentu (seperti Ikan Batak di Toba), perubahan lingkungan sedikit saja dapat mengancam keberlangsungan spesies tersebut secara global.


 

​PARAMIDSN Melihat dari epilog 

menyoroti bahwa pelestarian Ikan Dewa di berbagai daerah di Indonesia sangat bergantung pada kejernihan sungai dan penjagaan habitat hutan di hulu. Melalui kearifan lokal yang melarang penangkapan ikan secara sembarangan di area keramat, masyarakat secara tidak langsung telah mempraktikkan standar kesejahteraan satwa yang sangat disiplin. Tugas kita sekarang adalah memperkuat data ilmiah untuk mendukung kearifan lokal tersebut agar tetap relevan di masa depan. karena "Ikan Dewa" bukan hanya soal biologi, tapi juga tentang kearifan lokal (local wisdom) yang menjaga kelestarian satwa tersebut selama berabad-abad.


 

Penulis: Ali Maruf

Editor: Agung Widodo

Foto By : Kolam Dewa Balong Keramat 

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.