Mengapa Kuda laut disebut ikan dan tidak masuk Invertebrata?

Mengapa Kuda laut disebut ikan dan tidak masuk Invertebrata?

Mengapa Kuda laut disebut ikan dan tidak masuk Invertebrata?

Pisces
Selasa, 14 Juli 2026
Dsn Mamalia
165 Views

5/ JULI /2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

Surabaya, PARAMIDSN.com – Bentuk tubuhnya yang menyerupai kuda mini sering membuat banyak orang mengira kuda laut bukan ikan. Bahkan, tidak sedikit yang menganggapnya termasuk kelompok invertebrata seperti udang atau karang. Padahal, secara ilmiah kuda laut merupakan ikan sejati (true fish) yang termasuk dalam famili Syngnathidae, bersama ikan pipa (pipefish) dan seadragon.

Lalu, mengapa hewan yang bentuknya sangat unik ini tetap diklasifikasikan sebagai ikan?


 

Tidak masuk Invertebrata

Memiliki Tulang Belakang

Perbedaan paling mendasar antara ikan dan invertebrata adalah keberadaan tulang belakang (vertebral column). Kuda laut memiliki rangka dalam yang tersusun dari tulang, lengkap dengan tulang belakang, tengkorak, dan sirip. Sementara itu, invertebrata merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang, seperti ubur-ubur, gurita, kepiting, siput, dan serangga. Karena memiliki tulang belakang, kuda laut secara otomatis termasuk kelompok vertebrata. Atau bisa disebut menjadi class Pisces atau ikan


 

Bernapas memakai Insang

Seperti ikan lainnya, kuda laut bernapas menggunakan insang untuk mengambil oksigen dari air. Sistem pernapasan ini berbeda dengan mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba yang menggunakan paru-paru. Meski bentuk kepalanya menyerupai kuda, seluruh sistem organ kuda laut tetap menunjukkan ciri khas seekor ikan.

Kuda laut berenang menggunakan sirip punggung (dorsal fin) yang bergetar sangat cepat, mencapai puluhan kali setiap detik. Dua sirip kecil di belakang kepala digunakan untuk mengatur arah gerak.

Walaupun gerakannya tampak lambat, cara berenang tersebut merupakan ciri khas ikan.

Tubuhnya yang Tidak Bersisik Berbeda dengan sebagian besar ikan, tubuh kuda laut tidak dilapisi sisik. Sebagai gantinya, tubuhnya dilindungi oleh lempengan-lempengan tulang keras (bony plates) yang tersusun membentuk cincin. Struktur ini berfungsi sebagai pelindung alami dari predator.


 

Fakta uniknya

Jantan yang Mengandung Anak

Salah satu fakta paling unik dari kuda laut adalah pejantanlah yang mengandung dan melahirkan anak.

Betina memasukkan telur ke dalam kantung pengeraman (brood pouch) milik jantan. Di dalam kantung tersebut telur dibuahi, berkembang, hingga akhirnya lahir sebagai anak kuda laut yang sudah sempurna bentuknya. Fenomena ini sangat langka di dunia hewan dan menjadi salah satu ciri paling terkenal dari keluarga Syngnathidae.

Jadi, Mengapa Bukan Invertebrata?

Walaupun bentuk tubuhnya tidak menyerupai ikan pada umumnya, seluruh karakter anatomi kuda laut menunjukkan bahwa hewan ini adalah ikan sejati.

Beberapa ciri utama tersebut meliputi:

Memiliki tulang belakang.

Bernapas menggunakan insang.

Memiliki sirip. Memiliki rangka dalam dari tulang. Termasuk kelompok ikan bertulang keras (Osteichthyes). Sementara itu, invertebrata sama sekali tidak memiliki tulang belakang sehingga kuda laut tidak mungkin dimasukkan ke dalam kelompok tersebut.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Actinopterygii

Order : Syngnathiformes

Family : Syngnathidae

Genus : Hippocampus

Species : Hippocampus histrix

Notes : Nama ilmiah Hippocampus berasal dari bahasa Yunani, yaitu hippos yang berarti kuda dan kampos yang berarti monster laut atau makhluk laut. Nama tersebut diberikan karena bentuk kepala kuda laut sangat menyerupai kepala seekor kuda. Hingga kini telah dikenal lebih dari 45 spesies kuda laut yang tersebar di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Sebagian besar hidup di padang lamun, hutan mangrove, terumbu karang, dan rumput laut, di mana mereka menggunakan ekornya yang dapat mencengkeram untuk berpegangan agar tidak terbawa arus. Selain menjadi predator bagi krustasea kecil, kuda laut juga berperan sebagai indikator kesehatan ekosistem pesisir karena sangat peka terhadap kerusakan habitat dan pencemaran lingkungan.


 

Penulis : Ali Setyaki

Editor : Adi Mikayasa

Foto by : Inaturlaist |  cr1970

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.