17/APRIL/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Dalam dunia satwa, kemampuan untuk "mematikan" metabolisme tubuh bukan sekadar istirahat, melainkan strategi bertahan hidup yang ekstrem. Namun, sering terjadi kerancuan antara mamalia yang menghindari musim dingin dengan ikan yang menghindari kekeringan. Melalui catatan terbaru mengungkap profil pemegang rekor tidur terpanjang dan meluruskan perbedaan biologisnya.
Jawara Mamalia: Edible Dormouse (Glis glis)
Gelar mamalia dengan waktu hibernasi terpanjang tidak dipegang oleh beruang, melainkan oleh seekor pengerat kecil bernama Edible Dormouse. Hewan ini memiliki kemampuan hibernasi yang sangat fleksibel. Dalam kondisi lingkungan yang keras atau saat pohon favorit mereka (seperti pohon beech) tidak berbuah, mamalia ini mampu berhibernasi hingga 11 bulan dalam satu tahun. Selama periode ini, suhu tubuh mereka turun mendekati suhu lingkungan, dan detak jantung mereka melambat hingga titik minimal. Mereka menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah tanah, hanya bangun untuk makan dalam waktu singkat sebelum kembali tidur panjang.
Ikan Paru (Lungfish): Estivasi yang Melampaui Batas
Banyak yang membandingkan dormouse dengan Lungfish (Ikan Paru), namun secara biologis, Lungfish tidak melakukan hibernasi, melainkan Estivasi. Jika hibernasi adalah respons terhadap suhu dingin, estivasi adalah cara bertahan hidup dari panas dan kekeringan ekstrem. Lungfish adalah jawara bertahan hidup sejati dalam hal durasi. Ketika sungai di Afrika atau Amerika Selatan mengering, mereka mengubur diri di dalam lumpur dan membungkus tubuhnya dengan kokon lendir yang mengeras. Dalam kondisi ini, Lungfish mampu tertidur selama 3 hingga 5 tahun tanpa makan atau minum setetes pun, menunggu musim hujan kembali membasahi tanah mereka yang retak.
Perbedaan Mekanisme: Hibernasi vs Estivasi
Meskipun keduanya tampak seperti "mati suri", mekanisme di dalamnya sangat berbeda. Pada mamalia seperti Edible Dormouse, hibernasi dipicu oleh suhu rendah dan kelangkaan makanan. Tubuh mereka masih perlu melakukan arousal (terbangun sesaat) secara berkala selama beberapa jam untuk membuang limbah metabolisme seluler. Sedangkan pada Lungfish, estivasi dipicu oleh hilangnya medium air. Lungfish benar-benar menurunkan tingkat metabolisme mereka hingga hampir nol (sekitar 1/60 dari detak normal) dan organ-organnya mengalami perlambatan fungsi yang jauh lebih ekstrem daripada mamalia. Lungfish tidak bangun untuk "buang air", melainkan mengubah limbah proteinnya menjadi urea yang tidak beracun yang disimpan di dalam jaringan tubuhnya hingga hujan tiba.
Taksonomi & Klasifikasi
Edible Dormouse:
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Gliridae
Genus: Glis
Spesies: Glis glis
Ikan Paru (Contoh: Lungfish Afrika):
Kelas: Sarcopterygii (Ikan sirip daging)
Ordo: Lepidosireniformes
Famili: Protopteridae
Genus: Protopterus
Species : West African Lungfish
Protopterus annectens (Owen, 1839
Perbedaan Jumlah Species Keduanya
Lungfish atau Protopterus memiliki included Species sekitar 4 Spesies tapi belum termasuk Subspesies nya berikut daftarnya :
- species Protopterus aethiopicus Heckel, 1851 - Marbled Lungfish
-species Protopterus amphibius (Peters, 1844) - East African Lungfish
- species Protopterus annectens (Owen, 1839) - West African Lungfish
- species Protopterus dolloi Boulenger, 1900 - Slender Lungfish.
Sedangkan dari Edible Dormouse memiliki 2 included spesies dan selebihnya adalah Paleo Spesies berikut daftarnya :
-species Glis glis (Linnaeus, 1766) - Edible Dormouse
-species Glis persicus (Erxleben, 1777)
Fossil taxa
species Glis antiquus Kormos, 1930 †
species Glis apertus Mayr, 1979 †
species Glis galitopouli Van Der Meulen & de Bruijn, 1982 †
species Glis guerbuezi Unay, 1990 †
species Glis major de Bruijn & Rümke, 1974 †
species Glis minor Kowalski, 1963 †
species Glis sackdillingensis Heller, 1930 †
species Glis sussenbornensis Soergel, 1919 †
species Glis transversus Unay, 1990 †
species Glis truyolsi Daams, 1976 †
species Glis vallesiensis Agusti, 1981
Notes : untuk membedakan kedua fenomena ini. Hibernasi adalah penghematan energi musiman yang terikat pada kalender iklim dingin, sementara estivasi pada Lungfish adalah mekanisme darurat yang bisa berlangsung bertahun-tahun tergantung pada kondisi hidrologi lingkungan. Kesamaan keduanya hanyalah pada tujuan akhirnya: menunggu waktu yang lebih baik untuk kembali beraktivitas.
Penulis: Ali Maruf
Editor: Adi Mikayasa
Foto by :
iNaturalist | vogelwurm (Protopterus annectens)
BioLib | Klaus Rudloff (Glis glis )