Lynx Liberia Leucistik di abad ini yang terekam kamera

Lynx Liberia Leucistik di abad ini yang terekam kamera

Lynx Liberia Leucistik di abad ini yang terekam kamera

Mamalia
Kamis, 04 Juni 2026
Dsn Mamalia
98 Views

2 / Juni /2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com —Pada bulan Oktober 2020, penggemar satwa liar Spanyol Ángel Hidalgo, berusia 29 tahun, menangkap gambar pertama yang didokumenkan dari lynx Iberia leucistik (putih) di alam liar di Andalusia, Spanyol. Leucism adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan hilangnya sebagian pigmentasi, menghasilkan bulu pucat atau putih sambil mempertahankan mata berwarna normal. Lynx Iberia, yang dulunya terancam punah, sekarang diklasifikasikan sebagai rentan, dengan sekitar 2.400 individu tinggal di Semenanjung Iberia



 

​Pertemuan Tak Terduga di Tanah Spanyol

​Kejadian luar biasa ini bermula ketika Hidalgo sedang melakukan pengamatan rutin di habitat alami Lynx Iberia di Spanyol. Dengan kesabaran tingkat tinggi, ia menunggu selama berjam-jam di titik yang strategis. Tanpa disangka, seekor kucing besar yang biasanya memiliki bulu cokelat keemasan dengan corak tutul hitam khas, muncul dengan penampilan yang sangat berbeda: bulunya tampak jauh lebih pucat, hampir putih, dengan bercak-bercak yang pudar. ​Kondisi yang dialami kucing besar ini adalah leucisme, sebuah kelainan genetik yang menyebabkan hilangnya sebagian pigmentasi pada bulu atau kulit, namun tidak sampai menghilangkan pigmen sepenuhnya seperti albinisme. Penemuan ini bukan sekadar foto yang indah, melainkan bukti penting bagi para peneliti tentang keragaman genetik dan adaptasi satwa yang sempat terancam punah ini di abad ke-21.


 

​Mengapa Penampakan Ini Sangat Istimewa?

​Lynx Iberia sendiri adalah salah satu kucing paling terancam punah di dunia. Upaya konservasi selama beberapa dekade telah berhasil menaikkan populasinya dari ambang kepunahan. Menemukan individu dengan kondisi leucistik di alam liar adalah fenomena yang sangat jarang terjadi.

​Bagi Hidalgo, potret ini merupakan puncak dari dedikasinya sebagai pengamat satwa liar. Foto-foto tersebut tidak hanya memukau secara estetika karena kontras warnanya yang unik dengan latar belakang vegetasi Spanyol, tetapi juga menjadi data berharga bagi organisasi konservasi untuk memantau kesehatan populasi Lynx Iberia. Penemuan ini menjadi pengingat bahwa alam masih menyimpan banyak misteri, dan perlindungan habitat mereka tetap menjadi tanggung jawab yang sangat krusial bagi generasi kita.


 

Memahami Leucisme pada Mamalia. 

​Leucisme sering disalahartikan sebagai albinisme, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar. Pada albinisme, terjadi kegagalan total dalam produksi melanin, yang biasanya ditandai dengan mata merah atau merah muda karena pembuluh darah terlihat melalui iris yang tidak berpigmen. Sebaliknya, pada mamalia dengan kondisi leucisme, sel-sel pigmen (melanosit) gagal berkembang di beberapa atau seluruh bagian tubuh, namun mata mereka umumnya tetap memiliki warna normal karena sel pigmen di mata tidak terpengaruh.


 

Leucism pada Felidae. 

​Dalam keluarga kucing (Felidae), leucisme adalah fenomena yang sangat jarang teramati di alam liar karena beberapa faktor:

Faktor Kelangsungan Hidup: Bagi predator seperti anggota keluarga Felidae, pola bulu alami (seperti tutul pada Lynx atau garis pada harimau) berfungsi sebagai kamuflase krusial untuk mengintai mangsa. Individu dengan kondisi leucisme yang terlalu mencolok akan kesulitan berburu, yang sering kali menyebabkan mereka tidak bertahan hidup hingga usia dewasa.

Pewarisan Genetik: Kondisi ini bersifat resesif. Artinya, seekor anak kucing hanya akan menunjukkan kondisi leucistik jika ia mewarisi gen mutasi dari kedua induknya. Hal inilah yang membuat penampakan leucisme menjadi peristiwa langka yang menarik perhatian dunia sains.

Variasi pada Felidae: Meski langka, leucisme pernah tercatat pada beberapa anggota keluarga Felidae lainnya seperti singa, harimau, dan macan tutul. Pada harimau, kondisi yang menyerupai leucisme ini sering kali secara keliru disebut sebagai "harimau putih," meskipun secara genetis itu adalah kondisi yang berbeda dari leucisme murni.



 

​Klasifikasi dan Taksonomi Lynx Iberia

​Lynx Iberia merupakan predator puncak yang spesifik menghuni wilayah Semenanjung Iberia. Berikut adalah klasifikasi dan taksonomi ilmiah dari Lynx Iberia:

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Carnivora

Famili: Felidae

Genus: Lynx

Spesies: Lynx pardinus

Notes : ​Lynx Iberia memiliki ciri fisik yang membedakannya dari jenis lynx lainnya, seperti bulu di sekitar wajah yang menyerupai janggut, telinga dengan jambul rambut hitam yang panjang, serta kaki yang panjang yang sangat efektif untuk memburu mangsa utama mereka, yaitu kelinci Eropa.



 

Penulis : Ali Setyaki

Editor : Agung Monche

Foto by: Ángel Hidalgo


 

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.