24/FEBRUARI/2026-11.00| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com - Pelan-pelan saja... Lambat bukan berarti tertinggal" namun malah mematikan konotasi atau pepatah tersebut menggambarkan sosok yang di sebut dalam bahasa Indonesia adalah Kukang. Di balik matanya yang besar dan gerakannya yang lambat, Kukang (Nycticebus) menyimpan rahasia pertahanan diri yang unik sekaligus mengerikan. Primata yang sering menjadi incaran perdagangan ilegal ini merupakan satu-satunya kelompok primata di dunia yang memiliki bisa (venom).
Bukan Gigitan Biasa
Berbeda dengan ular yang menyimpan bisa di taring, kukang memproduksi racun melalui kelenjar brachial yang terletak di lipatan siku lengan depannya. Saat merasa terancam, kukang akan mengangkat tangannya ke atas kepala posisi yang sering disalahpahami manusia sebagai tanda "ingin dipeluk" atau "merasa geli"—padahal sebenarnya mereka sedang menjilat kelenjar tersebut. Air liur yang bercampur dengan sekresi kelenjar ini menciptakan racun aktif yang disalurkan melalui gigi taring tajamnya. Para ahli primatologi memperingatkan bahwa gigitan kukang bukan sekadar luka fisik. Racun kukang mengandung protein yang sangat mirip dengan alergen pada kucing. Bagi manusia, gigitan ini dapat menyebabkan. sesak napas dan syok berat. Pembusukan Jaringan: Luka yang sulit sembuh dan nyeri hebat. Berdasarkan data dari para praktisi dan korban gigitan, Pembengkakan ekstrem di area luka. Pusing, mual, dan muntah.
Demam dan badan terasa panas dingin.
Dalam kasus berat, Pingsan dan sulit bernapas. Banyak kasus gigitan kukang berakhir fatal bagi sesama kukang atau hewan kecil lainnya, namun pada manusia, sebagian besar korban dapat pulih dengan penanganan medis yang cepat (pemberian epinefrin atau anti-alergi).
Ancaman Kepunahan dan Eksploitasi
Kepopuleran kukang di media sosial sebagai hewan peliharaan justru menjadi bumerang bagi kelestarian mereka. Para pedagang ilegal seringkali mencabut gigi taring kukang secara paksa dengan tang tanpa bius agar mereka "aman" dipelihara. "Tindakan ini sangat kejam karena menyebabkan infeksi hebat pada kukang dan menghilangkan kemampuan alami mereka untuk bertahan hidup di alam liar," ujar seorang aktivis lingkungan. Saat ini, seluruh spesies kukang di Indonesia masuk dalam kategori Dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli atau memelihara kukang demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keselamatan diri sendiri.Kukang adalah penjaga hutan yang hebat. Membiarkan mereka tetap di habitatnya adalah cara terbaik untuk mengagumi keunikan evolusi mereka.
Penyalahgunaan dalam hal Mistik
Selain eksploitasi dan perdagangan Manusia Kukang juga merupakan penyalahgunaan dalam hal Mistik , beberapa dari ahli supranatural juga menuturkan minyak, mata, bulu, kuku, mereka mengandung beberapa khasiat khasiat tertentu yang di percaya, ada yang di percaya mampu mengobati segala sesuatu yang terkena gangguan di luar medis, serta mampu membuat perlindungan secara non fisik atau metafisik. Namun penelitian lebih lanjut belum mengemukakan mengenai hal tersebut.
PARAMI mencatat Species & Subspecies
Secara literasi pihak PARAMI telah mengklasifikasikan dan mencatat Species & Subspesies Kukang yang ada di Indonesia dan juga luar Indonesia dimana letak geografis nya mencakup Filipina,Malaysia, negara negara asia tenggara lainnya yang menjadi habitat asli Kukang , simak serta lihat Species mereka di kamus SATWA PARAMI link kami sertakan di bawah foto By :
Penulis : Ali Maruf
Editor : Agung Widodo
Foto By: leekierdorf
Link Kamus : https://paramidsn.com/edukasi/Mamalia