28/JUNI/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com —Lamongan dikenal luas sebagai "Kota Bandeng dan Lele". Kedua ikan ini bahkan telah menjadi ikon resmi daerah, menghiasi lambang Kabupaten Lamongan, motif batik khas, hingga berbagai produk kuliner dan budaya.
Lalu muncul pertanyaan menarik: apa yang akan terjadi jika lele dan bandeng dipelihara dalam satu kolam? Apakah keduanya akan saling bertarung?
Perbedaan posisi berenang
Jawabannya, tidak selalu. Berbeda dengan ikan predator yang agresif, lele (Clarias gariepinus) merupakan ikan dasar (bottom dweller) yang lebih aktif mencari makan di dasar perairan. Sementara bandeng (Chanos chanos) lebih sering berenang di lapisan tengah hingga permukaan air dan memakan plankton, alga, serta bahan organik. Karena menempati zona hidup dan sumber makanan yang berbeda, keduanya tidak memiliki kecenderungan untuk bertarung memperebutkan wilayah. Justru secara teori, keduanya dapat hidup berdampingan apabila ukuran kolam, kualitas air, kepadatan ikan, serta pemberian pakan dikelola dengan baik.
Fakta di lapangan
Dalam praktik budidaya modern, peternak umumnya tetap memelihara bandeng dan lele secara terpisah untuk memudahkan pengelolaan pakan, pengendalian penyakit, hingga proses panen. Meski begitu, sistem polikultur tetap menjadi pilihan yang menarik apabila dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Kemungkinan dalam 1 kolam
Di balik kemungkinan hidup bersama tersebut, lele dan bandeng memiliki filosofi yang mendalam bagi masyarakat Lamongan. Bandeng melambangkan kemakmuran hasil tambak pesisir, sedangkan lele mencerminkan ketangguhan, kerja keras, dan kemampuan bertahan hidup. Tak heran jika kedua spesies ini tidak hanya menjadi komoditas perikanan, tetapi juga identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.Namun demikian, budidaya campuran bukan tanpa tantangan. Lele memiliki pertumbuhan yang cepat dan nafsu makan tinggi. Jika persediaan pakan kurang atau terdapat bandeng berukuran sangat kecil, lele berpotensi memangsa ikan yang lebih kecil. Selain itu, kebutuhan kualitas air kedua spesies juga harus dijaga agar tetap sesuai bagi keduanya.
Klasifikasi & Etimologi
Klasifikasi & Taksonomi Bandeng
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Gonorynchiformes
Family: Chanidae
Genus: Chanos
Species: Chanos chanos
Notes : Nama genus Chanos berasal dari bahasa Yunani "chanos", yang digunakan untuk menyebut sejenis ikan laut. Nama ini kemudian diadopsi oleh ahli zoologi untuk genus bandeng karena bentuk tubuhnya yang ramping dan kebiasaannya hidup di perairan pesisir tropis.
Epitet spesifik chanos merupakan pengulangan (tautonim tidak resmi pada tingkat genus-spesies dalam zoologi) dari nama genus. Nama tersebut dipertahankan untuk menegaskan identitas spesies yang menjadi satu-satunya anggota genus Chanos. Bandeng juga merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dalam famili Chanidae, sehingga memiliki nilai evolusi yang sangat penting.
Klasifikasi & Taksonomi Lele
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Siluriformes
Family: Clariidae
Genus: Clarias
Species: Clarias gariepinus
Notes : Nama genus Clarias berasal dari bahasa Yunani "chlaros", yang berarti lincah, kuat, atau aktif. Nama ini menggambarkan kemampuan lele untuk bergerak aktif, bahkan mampu merayap di daratan lembap dalam waktu tertentu menggunakan sirip dada dan organ pernapasan tambahan.
Epitet spesifik gariepinus diambil dari nama lama Sungai Gariep, sebutan historis untuk Sungai Orange di Afrika Selatan. Penamaan ini merujuk pada wilayah tempat spesies tersebut pertama kali dideskripsikan dan banyak ditemukan di alam liar.
Penulis: Mas Tahzain
Editor: Agung Monche
Foto by :
INaturalist | floydehayes (lele)
https://www.inaturalist.org/observations/360436942
INaturalist| alexandra_duka (Bandeng)
https://www.inaturalist.org/observations/365062435