Larva Capung Saat Kecil Mematikan, Saat Dewasa Malah Terlihat “Biasa Saja

Larva Capung Saat Kecil Mematikan, Saat Dewasa Malah Terlihat “Biasa Saja

Larva Capung Saat Kecil Mematikan, Saat Dewasa Malah Terlihat “Biasa Saja

Inverterbrata
Sabtu, 08 Agustus 2026
Dsn Mamalia
53 Views

8 /AGUSTUS /2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com — Jangan tertipu oleh penampilan capung dewasa yang terlihat indah, ringan, dan hanya sibuk terbang dari satu tempat ke tempat lain. Di balik sosok tersebut terdapat fase kehidupan yang jauh lebih ganas: larva capung atau nimfa.


 

Predator Air yg Ganas

Ketika masih hidup di dalam air, larva capung merupakan predator aktif yang mampu memangsa berbagai organisme air berukuran kecil. Setelah mengalami pergantian kulit berkali-kali dan akhirnya keluar dari air, bentuknya berubah drastis menjadi capung dewasa dengan sayap yang kita kenal. Menariknya, perubahan ini bukan sekadar perubahan bentuk. Habitat, cara berburu, dan jenis mangsanya juga ikut berubah. Dari “monster air” menjadi pemburu udara Sebagian besar kehidupan capung justru dihabiskan dalam fase nimfa yang berlangsung di lingkungan perairan. Nimfa hidup di kolam, rawa, sungai, dan berbagai habitat air tawar lainnya. Pada fase ini, larva capung memiliki alat berburu yang sangat khas berupa labium yang dapat dijulurkan dengan cepat. Struktur tersebut berfungsi seperti lengan penangkap yang dilipat di bawah kepala ketika tidak digunakan. Begitu mangsa berada dalam jangkauan, labium dapat dilontarkan untuk menangkapnya. Mangsanya dapat berupa larva serangga lain, berudu, krustasea kecil, dan pada beberapa spesies bahkan organisme air yang relatif besar. Karena itu, seekor larva capung yang tampak diam di dasar kolam sebenarnya bisa sedang menunggu kesempatan untuk menyerang. Penelitian mengenai ekologi larva Odonata menunjukkan bahwa predasi, termasuk pemangsaan antarsesama Odonata dan kanibalisme, merupakan salah satu interaksi penting dalam komunitas larva capung dan capung jarum.


 

Pemburu yg di buru

Predator yang juga harus berhati-hati

Walaupun terkenal sebagai predator, larva capung bukanlah penguasa tanpa musuh.

Ikan pemakan serangga, serangga air predator, burung, katak, hingga nimfa capung yang lebih besar dapat memangsa larva tersebut. Bahkan, keberadaan predator di dalam air dapat memengaruhi perilaku berburu larva. Dengan kata lain, kehidupan larva capung adalah permainan antara memangsa atau dimangsa. Hal tersebut juga menjelaskan mengapa beberapa larva mengembangkan strategi berbeda. Ada yang aktif mengejar mangsa di antara tumbuhan air, ada yang berkamuflase di dasar perairan, dan ada pula yang bersembunyi di dalam lumpur atau pasir lalu menyergap mangsa yang lewat.



 

Lalu mengapa saat dewasa terlihat “B aja”?

Setelah menyelesaikan perkembangan, nimfa akan keluar dari air dan memanjat batang tumbuhan atau permukaan lain. Kulit nimfa kemudian pecah dan capung dewasa keluar. Pada fase dewasa, senjata utamanya berubah. Jika larva mengandalkan labium untuk menangkap mangsa di dalam air, capung dewasa mengandalkan kecepatan terbang, penglihatan, dan kaki berduri untuk menangkap serangga di udara. Capung dewasa merupakan predator udara yang memangsa berbagai serangga terbang. Larva juga berperan sebagai predator organisme air, termasuk larva nyamuk.

Jadi, sebenarnya capung dewasa bukan menjadi “tidak berbahaya”. Ia hanya berganti arena berburu. Dari predator bawah air berubah menjadi pemburu udara.


 

Siklus hidup yang ekstrem

Kehidupan capung merupakan contoh menarik dari metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola).

Tidak seperti kupu-kupu yang memiliki fase telur–larva–pupa–dewasa, capung tidak memiliki fase pupa.

Urutannya adalah:

Telur → Nimfa/Larva → Capung dewasa

Nimfa yang baru menetas memiliki bentuk berbeda dari capung dewasa, kemudian tumbuh melalui serangkaian pergantian kulit. Setelah perkembangan selesai, nimfa meninggalkan air dan mengalami perubahan menuju bentuk dewasa bersayap.

Dengan demikian, istilah “larva capung” sebenarnya sering digunakan secara umum, sedangkan istilah nimfa lebih tepat secara biologis karena fase muda tersebut tidak melewati tahap pupa.



 

Nilai Ekologis

Capung memiliki peran penting dalam ekosistem karena berada di dua dunia: air ketika masih nimfa dan daratan/udara ketika dewasa.

1. Pengendali populasi organisme air

Nimfa capung merupakan predator yang membantu mengendalikan berbagai organisme kecil di perairan. Larva nyamuk termasuk salah satu jenis mangsa yang dapat dimakan oleh nimfa capung.

2. Pengendali serangga di udara

Capung dewasa memangsa berbagai serangga terbang. Dengan demikian, keberadaannya ikut membentuk keseimbangan komunitas serangga di sekitar perairan dan vegetasi.

3. Penghubung rantai makanan

Capung juga menjadi makanan bagi berbagai predator. Nimfa dapat dimangsa ikan, serangga air, dan hewan lainnya, sedangkan capung dewasa dapat dimangsa burung, katak, laba-laba, dan predator lain.

Artinya, capung bukan hanya predator, tetapi juga mangsa penting dalam jaring-jaring makanan.

4. Indikator kondisi lingkungan

Karena sebagian besar siklus hidupnya bergantung pada habitat air tawar, keberadaan dan keragaman Odonata dapat memberikan informasi mengenai kondisi ekosistem perairan.

Perubahan kualitas air, hilangnya vegetasi tepi perairan, dan perubahan habitat dapat memengaruhi komunitas capung.


 

Point Menarik Capung

• Predator sejak kecil — Berbeda dengan anggapan bahwa capung baru menjadi pemburu setelah memiliki sayap, fase nimfanya sudah merupakan predator aktif.

• Tidak punya fase kepompong — Capung berkembang dari nimfa langsung menuju dewasa tanpa melalui fase pupa.

• Berburu dengan “rahang yang menembak” — Labium nimfa dapat dilontarkan untuk menangkap mangsa dengan cepat.

• Berganti habitat secara dramatis — Nimfa hidup di bawah air, sedangkan capung dewasa berburu di udara.

• Bisa menjadi kanibal — Pada beberapa Odonata, nimfa dapat memangsa nimfa Odonata lainnya, termasuk sesama jenis dalam kondisi tertentu. Interaksi predasi dan kanibalisme merupakan bagian penting dari ekologi larva Odonata.

• Penampilan dewasa menipu — Capung yang terlihat “B aja” ketika hinggap sebenarnya merupakan hasil akhir dari fase kehidupan predator air yang sangat efektif.


 

Etimologi & Siklus Species

Nama genus Orthetrum berasal dari bahasa Yunani orthos yang berarti “lurus” dan -thremma, yang berkaitan dengan “pertumbuhan” atau “perkembangan”.

Nama spesifik sabina merupakan epitet spesies yang diberikan oleh Dru Drury ketika mendeskripsikan spesies tersebut pada tahun 1773. Saat masih nimfa

Nimfa O. sabina hidup di lingkungan perairan tawar dan berperan sebagai predator akuatik. Ia memangsa berbagai organisme kecil yang dapat ditangkapnya, menggunakan labium yang dapat dijulurkan secara cepat. Pada fase ini, O. sabina sama sekali tidak terlihat seperti capung dewasa. Tubuhnya tidak memiliki sayap dan kehidupannya berlangsung di bawah permukaan air. Saat dewasa Setelah mengalami beberapa kali pergantian kulit, nimfa keluar dari air dan mengalami pergantian menuju fase dewasa. Capung dewasa kemudian hidup di sekitar perairan dan memangsa berbagai serangga kecil yang terbang. Dengan demikian, Orthetrum sabina bisa menjadi contoh sempurna dari tema: “Saat kecil menjadi predator air, saat dewasa menjadi predator udara.” Nilai ekologis Orthetrum sabina memiliki dua fungsi ekologis pada fase kehidupannya.

Nimfa membantu memangsa organisme kecil di ekosistem perairan, sedangkan dewasa membantu mengendalikan populasi berbagai serangga terbang. Pada saat yang sama, capung ini juga menjadi sumber makanan bagi predator lain. Karena bergantung pada habitat perairan untuk perkembangan nimfanya, keberadaannya juga berkaitan dengan kondisi ekosistem air tawar. Jadi, satu spesies ini menjalankan peran ekologis di dua habitat berbeda: air ketika muda dan udara ketika dewasa.


 

Klasifikasi & Taksonomi

Kami mengambil satu spesies capung, misalnya capung hijau biasa (Orthetrum sabina). Spesies ini menarik karena nimfanya hidup di air dan merupakan predator, sementara dewasanya aktif berburu serangga di udara.

Contoh spesies: Orthetrum sabina

Nama umum : Capung Sambar Hijau / Slender Skimmer
Nama ilmiah : Orthetrum sabina (Drury, 1773)

Klasifikasi & Taksonomi:

Kerajaan : Animalia

Filum : Arthropoda

Kelas : Insecta

Ordo : Odonata

Subordo : Anisoptera

Famili : Libellulidae

Genus : Orthetrum

Spesies : Orthetrum sabina

Notes : Capung memperlihatkan sebuah perubahan kehidupan yang luar biasa. Saat kecil, ia menjadi predator bawah air yang bersembunyi di antara lumpur, tumbuhan, dan bebatuan. Setelah dewasa, ia berubah menjadi pemburu udara dengan sayap yang memungkinkan pengejaran serangga secara cepat. Jadi, jika melihat capung hinggap tenang di atas daun, jangan buru-buru menganggapnya biasa saja. Di balik tubuhnya yang ringan dan sayap transparan itu terdapat riwayat hidup sebagai salah satu predator penting di ekosistem air tawar.

Kecil mematikan, besar tetap pemburu hanya arena perburuannya yang berubah.



 

Penulis : Ali Setyaki

Editor : Adi Mikayasa

Foto by : Collection PARAMIDSN

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.