2/JUNI/2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Ikan lele atau biasa di kenal dengan Catfish ternyata di suatu daerah ada yang di sakralkan dan di percaya penolong warga dan tidak boleh ada penduduk desa yang mengkonsumsinya. Menurut legenda yang berkembang di masyarakat Lamongan, khususnya di Desa Medang, peristiwa tersebut terjadi saat Mbah Boyo Pati sedang dalam pelarian karena dikejar oleh anak buah Nyi Lurah setelah ia mengambil kembali keris milik Sunan Giri.
Prolog Sejarah Desa Medang
Detail penting mengenai peristiwa tersebut meliputi Tempat Persembunyian: Mbah Boyo Pati melompat dan bersembunyi di dalam sebuah kolam atau sendang (mata air).
Cara Penyelamatan Ribuan ikan lele di kolam tersebut berkumpul di permukaan air, sehingga menutupi keberadaan Mbah Boyo Pati dari pandangan para pengejarnya. Para pengejar mengira kolam itu hanya berisi ikan dan tidak mungkin ada orang di dalamnya.
Sumpah Larangan: Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih karena telah dilindungi, Mbah Boyo Pati bersumpah bahwa ia dan seluruh anak keturunannya (terutama warga asli Lamongan) pantang memakan ikan lele.
Tradisi di Balik Pantangan
Bagi masyarakat luar, lele adalah sumber ekonomi dan komoditas utama kebanggaan Lamongan. Namun, di Desa Medang, lele dianggap sebagai "penjaga" atau leluhur yang dihormati. Konon, cerita turun-temurun menyebutkan bahwa ikan lele memiliki ikatan batin dengan sejarah desa. Memakan lele bagi sebagian keluarga di desa ini dianggap sebagai tindakan tabu yang bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan atau keberuntungan keluarga. Paradox ini menjadi menarik karena terjadi tepat di jantung kabupaten yang identik dengan budidaya lele terbesar di Indonesia. Sementara tetangga desa lainnya mengandalkan kolam lele sebagai mata pencaharian utama, warga Desa Medang justru memandang ikan ini dengan sudut pandang yang sangat berbeda—sebuah bentuk kearifan lokal yang menjaga keseimbangan antara modernitas ekonomi dan pelestarian mitos budaya.
Klasifikasi & Taksonomi Ikan Lele
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Clariidae
Genus: Clarias
Spesies: Clarias batrachus (Lele lokal/Lele kayu)
Notes :Taksonomi Utama Lele di Indonesia
Taksonomi ikan lele di Indonesia umumnya dikategorikan berdasarkan varietas budidaya yang tersebar di masyarakat:
Clarias batrachus: Dikenal sebagai lele lokal atau lele kayu. Memiliki ciri khas berwarna lebih gelap dan sangat tahan banting. Varietas ini adalah yang paling sering dikaitkan dengan mitos-mitos tradisional di pedesaan Jawa.
Clarias gariepinus: Dikenal sebagai lele Dumbo. Merupakan jenis yang didatangkan dari Afrika. Spesies ini memiliki laju pertumbuhan yang sangat cepat sehingga menjadi tulang punggung industri kuliner di Lamongan.
Clarias macrocephalus: Dikenal sebagai lele bunga atau lele lokal unggul. Sering dibudidayakan karena kualitas dagingnya yang dianggap lebih padat dibandingkan lele Dumbo. Fenomena di Desa Medang ini menjadi bukti bahwa Lamongan bukan sekadar pusat produksi komoditas, melainkan sebuah ruang di mana tradisi kuno masih bernapas berdampingan dengan industri modern.
Penulis: Ali Setyaki
Editor Adi mikayasa
Foto by : Pemflet makam beserta Siluet Catfish