La palma Giant lizard 500 tahun Punah, ter-edo tensei di tahun 2007

La palma Giant lizard 500 tahun Punah, ter-edo tensei di tahun 2007

La palma Giant lizard 500 tahun Punah, ter-edo tensei di tahun 2007

Reptil
Minggu, 19 Juli 2026
Dsn Mamalia
55 Views

12/JULI/2026 | REDAKSI PARAMIDSN


 

Surabaya, PARAMIDSN.com – Kisah "bangkit dari kepunahan" bukan hanya ada di anime. Di dunia nyata, salah satu reptil paling misterius di Kepulauan Canary, La Palma Giant Lizard (Gallotia auaritae), pernah mengejutkan dunia ilmiah setelah diduga muncul kembali pada tahun 2007, meski selama hampir 500 tahun diyakini telah punah. Spesies endemik Pulau La Palma, Spanyol, ini diperkirakan menghilang sejak sekitar abad ke-16 setelah kedatangan manusia. Perburuan, rusaknya habitat, serta masuknya predator invasif seperti kucing liar menjadi penyebab utama penurunan populasinya.


 

Perdebatan & Keberadaan

Harapan baru muncul pada 13 Juli 2007, ketika seekor kadal berukuran besar berhasil dipotret di wilayah timur laut Pulau La Palma. Penampakan tersebut memicu ekspedisi pencarian dan memunculkan dugaan bahwa Gallotia auaritae mungkin masih bertahan di tebing-tebing terpencil yang sulit dijangkau manusia. Namun, kabar tersebut juga menuai perdebatan. Sejumlah herpetolog menilai bukti berupa satu foto saja belum cukup untuk memastikan bahwa spesies tersebut benar-benar masih hidup. Hingga kini, keberadaan populasi liar Gallotia auaritae masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia herpetologi.

Meski demikian, kisah ini menjadi pengingat bahwa alam masih menyimpan banyak rahasia. Beberapa spesies yang pernah dianggap punah memang terbukti berhasil ditemukan kembali setelah puluhan bahkan ratusan tahun menghilang.


 

Klasifikasi & Taksonomi

 

Kingdom : Animalia
 

Filum : Chordata
 

Kelas : Reptilia
 

Ordo : Squamata
 

Famili : Lacertidae
 

Genus : Gallotia
 

Spesies : Gallotia auaritae 

Mateo, López-Jurado & García-Márquez, 2001


 

Etimologi & Nilai Ekologis

Nama genus Gallotia diberikan untuk menghormati naturalis Prancis Bartolomé Galloti, yang banyak berkontribusi terhadap kajian fauna Kepulauan Canary. Sementara epitet spesifik auaritae berasal dari Auaritas, yaitu suku asli (penduduk pra-Hispanik) yang dahulu mendiami Pulau La Palma sebelum kedatangan bangsa Spanyol. Nama ini berarti "kadal milik orang Auaritas."Sebagai kadal berukuran besar yang hidup di pulau samudra, Gallotia auaritae diperkirakan berperan penting sebagai penyebar biji (seed disperser) melalui konsumsi buah-buahan, sekaligus membantu mengendalikan populasi berbagai serangga dan invertebrata. Kehadirannya turut menjaga keseimbangan ekosistem khas Pulau La Palma. Hilangnya spesies ini diduga mengurangi salah satu komponen penting dalam rantai ekologi pulau tersebut.


 

Penulis : Agung Monche

Editor : Ali Setyaki

Foto by : INaturalist

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.