3/MARET/2026| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com – Mendengar nama Cheetah kita tak asing lagi dia adalah anggota kucing besar dengan lari hampir mencapai 180 km/jam dalam hitungan detik.Di balik kecepatan kilat yang dimiliki oleh predator tercepat di dunia, tersimpan sebuah misteri genetika yang memukau para ilmuwan dan pecinta satwa: King Cheetah. Berbeda dengan sepupunya yang memiliki bintik-bintik kecil yang tersebar merata, King Cheetah tampil dengan corak "berani" berupa garis-garis hitam tebal di sepanjang punggung dan bercak-bercak besar yang menyatu.
Bukan Spesies Berbeda, Melainkan Keajaiban Genetik
Selama bertahun-tahun, banyak orang mengira King Cheetah adalah spesies baru atau hasil persilangan antara cheetah dan macan tutul. Namun, penelitian modern mengungkapkan bahwa King Cheetah tetaplah Acinonyx jubatus.
Perbedaan visual yang mencolok ini disebabkan oleh mutasi genetik resesif. Agar seekor anak cheetah terlahir dengan corak "Raja" ini, kedua induknya harus membawa gen langka tersebut. Dalam dunia sains, fenomena ini mirip dengan kondisi albinisme atau melanisme, namun khusus pada pola bulu.Pola Dominan nya ialah. Garis-garis tebal dan bercak lebar, Tiga garis hitam memanjang. Tekstur Bulu Sedikit lebih lebat dan kasar. Dan Sangat langka (kurang dari 50 di alam liar).
Ilmuwan mengidentifikasi
bahwa mutasi pada gen bernama Taqpep (Transmembrane Aminopeptidase Q) adalah dalang di balik transformasi ini. Gen yang sama juga bertanggung jawab atas pola "tabby" pada kucing domestik.
"Ini adalah contoh nyata bagaimana variasi genetik bekerja di alam liar. Meski terlihat sangat berbeda, secara biologis mereka tetaplah cheetah dengan kemampuan berburu yang sama hebatnya," ujar seorang pakar felid dari Cheetah Conservation Fund.
Ancaman Kepunahan dan Upaya Konservasi
Sayangnya, keindahan ini dibayangi oleh angka populasi yang kritis. King Cheetah sangat jarang ditemukan di alam liar; sebagian besar penampakan tercatat di wilayah Afrika Selatan, Zimbabwe, dan Botswana. Karena sifat gennya yang resesif, peluang bertemunya dua pembawa gen di alam liar semakin kecil seiring dengan menyusutnya habitat mereka. Saat ini, pusat penangkaran seperti Ann van Dyk Cheetah Centre di Afrika Selatan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian garis keturunan unik ini. Melihat King Cheetah secara langsung sering dianggap sebagai keberuntungan luar biasa bagi para fotografer alam liar. Ia adalah pengingat bahwa alam selalu punya cara untuk memberikan kejutan visual di tengah kerasnya rantai makanan.
Penulis: Ali Maruf
Editor : Adi mikayasa
Foto By : (foto cheetah normal) iNaturalist |ccfisher. Atas
(foto king cheetah) Brad | Taronga Western Plains Zoo - Dubbo - NSW (bawah)
Lisensi: CC-BY-NC