Kilas Balik Wabah Tomcat yang Mengguncang Indonesia

Kilas Balik Wabah Tomcat yang Mengguncang Indonesia

Kilas Balik Wabah Tomcat yang Mengguncang Indonesia

Inverterbrata
Minggu, 05 April 2026
Dsn Mamalia
31 Views

5/APRIL/2026 | REDAKSI PARAMIDSN



 

SURABAYA, Paramidsn.com — Indonesia pernah mengalami fenomena unik sekaligus mencemaskan ketika ribuan serangga kecil berwarna oranye-hitam, yang dikenal sebagai Tomcat, menyerbu pemukiman padat penduduk. Fenomena ini bukan sekadar gangguan serangga biasa, melainkan sebuah ledakan populasi (outbreak) yang menyebabkan ribuan orang menderita luka bakar kimiawi pada kulit mereka. ​Tomcat sebenarnya adalah sahabat petani karena berperan sebagai predator alami hama wereng di sawah. Namun, rusaknya keseimbangan ekosistem dan perubahan penggunaan lahan memaksa mereka bermigrasi ke wilayah perkotaan.


 

​Kronologi Wabah: Dari Apartemen hingga Pemukiman

​Wabah Tomcat tercatat menyerang beberapa wilayah di Indonesia dengan intensitas yang berbeda-beda. Berikut adalah catatan distribusi wabah tersebut:

Tahun 2012 (Surabaya, Jawa Timur): Ini merupakan salah satu wabah paling masif dan viral. Ribuan Tomcat menyerbu apartemen dan perumahan di wilayah Surabaya Timur (seperti Pakuwon City dan Kenjeran). Lebih dari 20 puskesmas di Surabaya melaporkan ratusan pasien dengan keluhan dermatitis linearis.

Tahun 2012 (Tulungagung & Gresik, Jawa Timur): Menyusul kejadian di Surabaya, serangan serupa merambat ke daerah tetangga akibat pola tanam padi yang serempak.

Tahun 2012 (Yogyakarta & Solo): Laporan serangan juga muncul di wilayah Jawa Tengah dan DIY, meskipun skalanya tidak sebesar di Jawa Timur.

Tahun 2016 (Bekasi & Jakarta): Serangan skala kecil kembali dilaporkan di pemukiman padat di pinggiran Jakarta, dipicu oleh genangan air dan perpindahan musim.

Tahun 2020 (Balikpapan, Kalimantan Timur): Serangan Tomcat sempat meresahkan warga di beberapa kelurahan, memaksa Dinas Kesehatan setempat turun tangan untuk melakukan penyemprotan.


 

​Senjata Kimia: Paederin yang Mematikan Sel

​Berbeda dengan lebah atau kalajengking, Tomcat tidak menyengat atau menggigit. Luka melepuh yang dialami manusia disebabkan oleh cairan Paederin yang ada di dalam tubuhnya. Cairan ini dilepaskan secara otomatis saat serangga ini terhimpit atau dipukul di atas kulit. Efeknya adalah reaksi peradangan hebat (dermatitis) yang terasa panas, gatal, dan melepuh seperti terkena air keras.


 

​Klasifikasi & Taksonomi

​Berikut adalah klasifikasi ilmiah dari Tomcat (Semut Semai):

Kingdom: Animalia

Phylum: Arthropoda

Class: Insecta

Order: Coleoptera (Kumbang)

Family: Staphylinidae

Genus: Paederus

Species: Paederus fuscipes


 

Status Observasi :

Tomcat memiliki perilaku unik yang disebut Fototaksis Positif, yaitu ketertarikan yang sangat kuat terhadap cahaya lampu di malam hari. Inilah alasan utama mengapa mereka banyak ditemukan di dalam rumah atau apartemen tinggi pada malam hari.

Tips Penanganan :

Jangan pernah memencet atau memukul Tomcat saat hinggap di kulit. Langkah terbaik adalah dengan meniupnya hingga jatuh atau mengusirnya menggunakan selembar kertas, lalu cuci area kulit yang terkena kontak dengan sabun dan air mengalir sesegera mungkin.


 

Penulis: Ali Maruf

Editor: Adi Mikayasa 

Foto by: biolib: Choon Huat Quah

Info Terkini

Dapatkan berita terbaru seputar dunia satwa, tips perawatan, dan informasi menarik lainnya.