9/ JUNI /2026 | REDAKSI PARAMIDSN
SURABAYA, Paramidsn.com — Di kedalaman ekosistem mangrove yang rimbun, sering kali terselip cerita tentang penghuni yang tidak biasa. Para nelayan tradisional acap kali dikejutkan dengan tangkapan yang membuat mata terbelalak seekor Kepiting Bakau (Scylla) dengan ukuran yang jauh melampaui rata-rata. Bukan sekadar kepiting biasa, spesimen raksasa ini sering kali dijuluki sebagai "penguasa hutan bakau" karena ukuran capitnya yang mampu menghancurkan kayu keras dengan satu jepitan.
Bukan Sebuah Isapan jempol Mitos
Kepiting bakau dengan ukuran "tak lazim" ini memang bukan sekadar mitos. Dalam kondisi lingkungan yang mendukung, seperti ketersediaan pakan yang melimpah (berupa moluska, ikan kecil, dan detritus) serta tingkat polusi yang rendah, kepiting dari genus Scylla memiliki potensi untuk tumbuh menjadi raksasa. Pertumbuhan luar biasa ini biasanya didukung oleh siklus pergantian kulit (molting) yang sukses, di mana kepiting melepaskan cangkang lamanya untuk memperluas ruang bagi tubuh yang lebih besar.
Indikator Kesehatan wilayah
Penemuan kepiting dengan ukuran jumbo ini sering kali menjadi indikator kesehatan ekosistem mangrove di wilayah tersebut. Karena sifatnya yang sangat teritorial dan sensitif terhadap perubahan lingkungan, keberadaan kepiting berukuran raksasa menunjukkan bahwa kawasan hutan bakau tersebut masih sangat terjaga dan memiliki rantai makanan yang sehat.
Nilai Ekonomis Masyarakat
Bagi masyarakat pesisir, menangkap "si raksasa" ini adalah kebanggaan tersendiri. Selain dagingnya yang dikenal lebih padat dan manis dibandingkan kepiting bakau biasa, kepiting berukuran besar ini juga memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di pasar kuliner premium, menjadikannya harta karun tersembunyi dari balik akar-akar mangrove.wilayah mereka biasanya dari pesisir Afrika, Asia, dan Australia. Di Australia, terutama Queensland, kepiting bakau berukuran besar dianggap sebagai kelezatan yang dihargai dan sering ditangkap menggunakan pot kepiting atau dengan tangan.
Klasifikasi dan Taksonomi Kepiting Bakau
Kingdom: Animalia (Hewan)
Filum: Arthropoda
Subfilum: Crustacea
Class: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Family: Portunidae
Genus: Scylla
Species : Scylla serrata
Notes: Genus Scylla dikenal luas karena kemampuan adaptasinya yang luar biasa di perairan payau. Spesies Scylla serrata sering dianggap sebagai spesies yang paling berpotensi mencapai ukuran tubuh terbesar dibandingkan anggota genus lainnya. Karakteristik pembeda utama pada genus ini adalah adanya duri-duri tajam pada tepi karapas bagian depan dan kaki renang yang pipih, yang memungkinkan mereka bergerak gesit di antara akar-akar pohon bakau yang padat.
Penulis: Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto by : Collected UC Phone